Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis – Diabetes ketoasidosis atau ketoasidosis diabetikum (KAD) tidak memiliki suatu definisi yang disetujui secara universal dan beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dengan menggunakan kriteria kadar beta-hidroksibutirat plasma.

Keterbatasan dalam ketersediaan pemeriksaan kadar keton darah membuat American Diabetes Association menyarankan penggunaan pendekatan yang lebih pragmatis, yakni KAD dicirikan dengan asidosis  metabolik (pH <7,3), bikarbonat plasma <15 mmol/L, glukosa plasma >250 mg/dL dan hasil carik celup plasma (≥ +) atau urin (++).

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Ketoasidosis Alkohol

Tidak semua pasien dengan ketoasidosis mengalami KAD. Pasien dengan penyalahgunaan etanol  kronik dan baru saja mendapatkan intake alkohol eksesif (ie. Binge drinking) sehingga menyebabkan nausea vomitus dan kelaparan akut dapat menderita ketoasidosis alkohol (KAA). Pada semua  laporan KAA, peningkatan keton tubuh total (7-10  mmol/L) dapat diperbandingkan dengan pasien-pasien KAD. Meskipun demikian, pada studi in vitro perubahan status redoks KAA disebabkan oleh   peningkatan rasio NADH terhadap NAD sehingga menyebabkan penurunan piruvat dan oksaloasetat, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan glukoneogenesis.

Kadar malonil ko-A yang rendah juga membantu menstimulasi ketoasidosis dan peningkatan kadar  katekolamin, sehingga menurunkan sekresi insulin dan meninkatkan rasio glukagon terhadap insulin.  Kesemua keadaan ini menyebabkan terjadinya pergeseran keseimbangan reaksi ke arah produksi  beta-hidroksibutirat. Sehingga biasanya pasien dengan KAA datang dengan kadar glukosa normal atau rendah disertai dengan kadar beta-hidroksibutirat yang jauh lebih tinggi dibanding asetoasetat.

Rasio kadar beta-hidroksibutirat terhadap asetoasetat dapat mencapai 7-10:1, dibandingkan dengan KAD yang hanya 3:1. Perbedaan diabetes ketoasidosis dengan alkoholik adalah kadar glukosa darah. Ketoasidosis diabetikum dikarakteristikkan dengan hiperglikemia (glukosa  plasma >250  mg/dL) sedangkan ketoasidosis tanpa hiperglikemia secara khas merujuk kepada ketoasidosis alkohol. Sebagai tambahan, pasien KAA seringkali mengalami hipomagnesemia, hipokalemia dan hipofosfatemia serta hipokalsemia sebagai akibat penurunan hormon paratiroid yang diinduksi oleh hipomagnesemia.

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Ketosis Kelaparan

Pada beberapa pasien dengan penurunan intake makanan (<500 kkal/hari) selama beberapa hari,  dapat terjadi perbedaan diabetes ketoasidosis ringan yang disebut sebagai ketosis kelaparan. Meskipun demikian, subyek sehat dapat beradaptasi terhadap puasa berkepanjangan dengan meningkatkan bersihan badan keton pada jaringan perifer (otak dan otot) dan juga dengan meningkatkan kemampuan ginjal dalam mengekresikan amonium sebagai kompensasi peningkatan produksi asam ketoasid. Sehingga pasien dengan ketosis kelaparan jarang datang dengan kadar konsentrasi bikarbonat <18 mEq/L dan tidak juga menunjukkan tanda hiperglikemia.

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Asidosis Metabolik Lainnya

Perbedaan diabetes ketoasidosis juga dilihat dari penyebab-penyebab lain asidosis metabolik gap   anion tinggi, termasuk asidosis laktat, gagal ginjal kronik stadium lanjut, dan keracunan obat-obatan  seperti salisilat, metanol, etilen glikol dan paraldehid. Pengukuran kadar laktat darah dapat dengan mudah menentukan diagnosis asidosis laktat  (>5  mmol/L) oleh karena pasien KAD jarang sekali  menunjukkan kadar laktat setinggi ini. Meskipun demikian, status redoks yang terganggu dapat mengaburkan ketoasidosis pada pasien dengan asidosis laktat.

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Intoksikasi Akut

Overdosis salisilat dicurigai dengan adanya kelainan asam basa campuran (alkalosis respiratorik primer dan asidosis metabolik gap anion meningkat) tanpa disertai dengan peningkatan kadar  keton. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan kadar salisilat serum >80-100mg/dL. Keracunan metanol menyebabkan asidosis sebagai akibat dari akumulasi asam formiat dan asam laktat. Intoksikasi metanol berkembang dalam waktu 24 jam setelah asupan, dan pasien biasanya datang dengan nyeri  abdominal sekunder dari gastritis atau pankreatitis serta disertai dengan gangguan penglihatan yang  bervariasi mulai dari kekaburan sampai kebutaan (neuritis optik). Perbedaan diabetes ketoasidosis ditegakkan dengan adanya peningkatan kadar metanol.Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Intoksikasi etilen glikol menyebabkan peningkatan drastis produksi asam glikolat. Diagnosis etilen glikol dapat dicurigai dengan adanya peningkatan osmolalitas serum dan asidosis gap anion tinggi tanpa adanya ketonemia. Perbedaan diabetes ketoasidosis ini juga disertai dengan abnormalitas neurologis dan kardiovaskular (kejang dan kolaps vaskular) serta dengan adanya kristal kalsium oksalat dan hipurat di dalam urin. Metanol dan etilen glikol merupakan alkohol dengan berat molekular rendah, sehingga keadaan mereka di dalam darah dapat diindikasikan dengan peningkatan gap osmolar plasma (> mOsm/kg). Gap osmolar plasma didefinisikan sebagai perbedaan diabetes ketoasidosis antara osmolalitas plasma terukur dengan osmolalitas plasma hitung. Intoksikasi dengan paraldehid diindikasikan dengan bau napas kuat yang khas.

 

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*