Hipertensi Pada Diabetes

Hipertensi Pada Diabetes

Hipertensi Pada Diabetes

Hipertensi Pada Diabetes – Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, merupakan kondisi yang sering mempengaruhi orang-orang dengan penyakit diabetes melitus tipe 1 dan 2. Tidak diketahui secara pasti, mengapa diabetes menyebabkan tekanan darah tinggi. Tetapi secara umum, obesitas, tinggi lemak, tinggi sodium, dan minimnya aktifitas fisik telah diasumsikan sebagai penyebab hipertensi.

Gula darah tinggi yang berulang dapat merusak serabut saraf halus, menyebabkan neuropati diabetes (kerusakan saraf). Meski penyebab tidak sepenuhnya jelas, namun kombinasi dari faktor hiperglikemik mungkin memainkan peran, termasuk kerusakan kompleks antara saraf dan pembuluh darah. Gula darah tinggi mengganggu kemampuan saraf untuk mengirimkan sinyal yg melemahkan dinding pembuluh darah kapiler untukmemasok saraf dengan oksigen dan nutrisi.

Salah satu alasan penting, kenapa hipertensi pada diabetes bisa terjadi adalah karena mereka menderita komplikasi neuropati otonom, atau kerusakan saraf otonom. Sistem saraf otonom ini berperan mengontrol hati, kandung kemih, paru-paru, lambung, usus, jantung dan mata. Hipertensi pada diabetes dapat mempengaruhi saraf otonom yg menyebabkan peningkatan denyut jantung meskipun ketika Anda beristirahat

 

Peningkatan kadar lipid darah atau kolesterol juga dikaitkan dengan hipertensi pada diabetes. Kelainan ini mempengaruhi pembuluh di seluruh tubuh dan sering menghasilkan gejala lain dari penyakit pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

Hipertensi pada diabetes juga mempengaruhi aliran darah. Tanpa aliran darah yang baik, diperlukan waktu lebih lama untuk penyembuhan luka diabetes. Aliran darah yang buruk disebabkan kerusakan pembuluh darah perifer. Penyakit pembuluh darah perifer adalah gangguan sirkulasi yang mempengaruhi pembuluh darah dari jantung dan mempengaruhi tekanan darah menjadi tinggi.

 

Memahami Pembacaan Angka Tekanan Darah

Sebuah riset pada tahun 2008, sekitar 67% penderita diabetes berusia 20 dan di atasnya dilaporkan memiliki tingkat tekanan darah lebih dari 140/90. Jika pada orang yang sehat, pembacaan tekanan darah 140/90 dianggap normal, tetapi untuk penderita diabetes tipe 2, mereka harus menjaga tekanan darah tidak boleh lebih 135/80. Bagaimana cara memahami angka pada ukuran tekanan darah ? berikut caranya :

  1. Angka pertama (135) disebut tekanan sistolik

Angka ini menunjkkan tekanan darah dalam arteri saat jantung berdetak dan mengisi arteri dengan darah.

  1. Kedua, atau angka bawah (80), disebut “tekanan diastolik”

Angka ini menunjukkan tekanan darah dalam arteri saat jeda di antara detak jantung. Saat ini, jantung mengisi diri sendiri dengan darah untuk mempersiapkan kontraksi berikutnya, yaitu mengisi arteri dengan darah.

 

Dampak Dan Bahaya Hipertensi Pada Diabetes

Meskipun tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah umum dan belum tentu berbahaya. Namun, hipertensi pada diabetes merupakan penyebab utama dari aterosklerosis, yaitu penyumbatan arteri yang mengarah ke serangan jantung dan stroke.

Tekanan darah tinggi biasanya tidak memiliki gejala, meskipun itu sangat tinggi. Jika Anda menderita hipertensi pada diabetes yang tidak terkontrol, Anda akan berisiko ateriosklerosis. Plak ateriosklerosis ini sangat berbahaya.

Ada juga bukti yang signifikan bahwa hipertensi pada diabetes tahap kronis dapat mempercepat gangguan kognitif yang terkait dengan penuaan, seperti penyakit Alzheimer atau demensia yang disebabkan pembuluh darah yang memasok otak tersumbat oleh deposito lemak.

 

Penyebab Hipertensi Pada Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol bukan satu-satunya faktor penyebab risiko tekanan darah tinggi. Namun, ada beberapa kemungkinan Anda mempunyai tekanan darah tinggi yang mengarah ke serangan jantung atau stroke jika Anda memiliki lebih dari satu faktor risiko berikut:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
  • Anda menyukai makanan tinggi lemak dan tinggi sodium (garam)
  • Gaya hidup buruk dan malas aktifitas fisik
  • Usia lanjut
  • Kegemukan
  • Anda merokok aktif
  • Anda kekurangan kalium atau vitamin D
  • Anda seorang peminum alk0hol
  • Mempunyai riwayat penyakit kronis seperti penyakit ginjal, atau sleep apnea

 

Mengobati Hipertensi Pada Diabetes tipe 1

Sementara, beberapa orang yang memiliki hipertensi pada diabetes mengendalikannya dengan perubahan gaya hidup, namun sebagian besar memerlukan pengobatan medis. Pengobatan hipertensi pada diabetes tergantung pada tingkat kesehatan mereka secara keseluruhan, beberapa orang mungkin membutuhkan lebih dari satu obat untuk mengurangi risiko. Obat tekanan darah tinggi terbagi menjadi lima kategori yang berbeda, yaitu : ACE inhibitor, ARB, beta-blockers, calcium channel blockers, dan diuretik. Beberapa obat mungkin menghasilkan efek samping, sehingga Anda harus mendiskusikan dengan dokter.

 

 

Hipertensi Pada Diabetes

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*