Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

 

Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

 

Dilansir dari situs Universitas Gadjah Mada, WHO memperkirakan jumlah pengidap diabetes di Indonesia akan mengalami peningkatan besar hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang. Sampai pada tahun 2016 lalu, pengidap diabetes di Indonesia diketahui mencapai sekitar 10 juta penduduk. Masih banyak lagi orang Indonesia yang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya memiliki diabetes.

Diabetes merupakan penyakit “abadi” yang tidak dapat disembuhkan. Namun gejalanya dapat dikelola dengan gaya hidup sehat dan obat-obatan. Salah satunya dengan obat diabetes alami yang satu ini: brokoli. Ya, bagi pengidap diabetes yang juga obesitas, brokoli sebagai obat diabetes alami menjadi kunci untuk memperlambat perkembangan diabetes bahkan berpotensi membatalkan efeknya. Kenapa begitu?

 

Mengulik manfaat brokoli sebagai obat diabetes alami

Manfaat brokoli sebagai obat diabetes alami, dimana sayuran brokoli ini mengandung 5 gram serat/ setengah gelas dan mengandung 50 kalori sangatlah baik untuk membantu mencegah kerusakan yang disebabkan oleh diabetes pada pembuluh darah yang berdampak pada komplikasi diabetes. Dalam sebuah studi yang di pimpin Paul Thornalley yang diterbitkan dalam jurnal “Diabetes” tahun 2008 menemukan hal yang sangat menarik.

Para ilmuwan dari Universitas Gothenburg di Swedia melaporkan bahwa senyawa kimia alami yang ditemukan dalam brokoli, disebut Sulphoraphane, mengurangi kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Sulforaphane dalam brokoli dapat mengaktifkan enzim pelindung yang dapat membatasi kerusakan pada sel. Walaupun demikian penelitian ini masih harus di kaji menurut National Health Service, Inggris karena hubungannya dengan level diabetes penderitanya. Meskipun ada silang pendapat seperti di atas masih banyak pakar lainnya yang menjelaskan hubungan yang positif antara brokoli dengan diabetes.

 

Siapa sangka, sayuran hijau brokoli sebagai obat diabetes alami memiliki khasiat dalam mengelola kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Pada penelitian yang dilakukan pada tikus berpenyakit diabetes, Annika Axelsson peneliti utama mengatakan, senyawa Sulforaphane mengurangi kadar glukosa berlebihan dalam darah secara siginifikan.

Efek ini sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan pemberian metformin, obat yang diresepkan pada diabetesi. Tak hanya itu, brokoli sebagai obat diabetes alami juga mengandung kromium, dimana mendorong peningkatan sensitivitas insulin dalam tubuh yang pada gilirannya dapat mengendalikan lonjakan kadar gula darah.

Seperti diketahui diabetes tipe 2 diidap oleh 450 juta orang di dunia dan 15 persen pasien tidak dapat menggunakan obat Metformin lini pertama karena berisiko menimbulkan kerusakan ginjal. Oleh karena itu temuan ini memberi angin segar bagi diabetesi agar dapat menjadikan asupan brokoli untuk mengendalikan kadar gula darah mereka. Namun Anda harus memperhatikan cara pengolahan brokoli agar kandungan gizinya tidak rusak, yakni dengan cara dikukus, ditumis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

Untuk memastikan efektivitasnya, selama 12 minggu penulis utama studi Anders Rosengen dan tim membagi 97 orang partisipan yang memiliki diabetes dalam dua kelompok: kelompok pertama diberi pil ekstrak Sulphoraphane, sementara yang kedua diberi pil kosong plasebo. Partisipan harus rutin meminum obat ini selama 3 bulan penuh. Hasilnya? Kadar gula darah orang-orang yang mengonsumsi pil Sulphoraphane ditemukan berkurang hingga 10 persen. Jumlah ini bahkan sudah cukup untuk menekan risiko komplikasi diabetes pada mata, ginjal, dan darah.

Sebelumnya, penelitian terhadap efek Sulphoraphane terhadap penurunan kadar hiperglikemia (kelebihan gula darah) sudah lebih dulu diterapkan pada sel kultur dan tikus percobaan di lab. Oleh karena itu, tim peneliti menduga bahwa ekstrak Sulphoraphane dapat digunakan sebagai pengganti obat Metformin, obat diabetes lini pertama.

 

Sulphoraphane dalam brokoli lebih aman dari Metformin

Penelitian ini menunjukkan bahwa Metformin dan Sulphoraphane bekerja menurunkan glukosa darah dengan cara yang berbeda. Metformin membuat sel sensitif terhadap insulin sehingga lebih banyak glukosa yang keluar dari aliran darah, sementara Sulphoraphane membantu menekan produksi glukosa.

Tapi Rosengren percaya bahwa ekstrak itu bisa menggantikan Metformin bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi obat tersebut. Diketahui bahwa kurang 15 persen pengidap diabetes tipe 2 tidak dapat menoleransi efek pengobatan Metformin karena risikonya yang berkaitan dengan kerusakan ginjal.

Mengonsumsi Metformin, bagi orang-orang yang sensitif, dapat meningkatkan risiko asidosis laktat peningkatan asam laktat berbahaya akibat kerja ginjal yang menurun. Asidosis laktat dapat menyebabkan kram perut, napas pendek, kram/nyeri otot, dan kelelahan.

 

Seberapa sering makan brokoli untuk mencapai efek sebagai obat diabetes?

Penelitian di atas dilakukan dengan menggunakan kandungan Sulphoraphane yang sudah diekstrak menjadi pil. Konsentrasi Sulphoraphane dalam satu pil yang digunakan setara dengan makan sekitar 500 kilogram brokoli utuh setiap hari. Terlebih, ekstrak ini dilaporkan sangat efektif hanya di antara orang-orang obesitas yang kadar glukosa darahnya lebih tinggi pada awal penelitian tersebut. Bagi mereka yang tidak obesitas, sayangnya pil Sulforaphane tidak banyak berpengaruh.

Walau mustahil untuk makan 500 kilogram brokoli dalam sehari, bukan lantas Anda jadi mengabaikan pola makan sehat untuk mengelola diabetes Anda. Brokoli dan sayur-sayuran lain tetap menjadi pemain penting dalam menu makan Anda sehari-hari. Kandungan vitamin dan mineral dalam sayuran membantu Anda dalam mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Tak hanya itu, kandungan serat tinggi dalam sayuran dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda lebih mampu mengontrol nafsu makan dan gula darah.

 

 

 

Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*