Diagnosis Diabetes Insipidus

Diagnosis Diabetes Insipidus

 

Diagnosis Diabetes InsipidusDiagnosis Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Gejala utama dari diabetes insipidus adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air. Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes insipidus tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala pada anak yang menderita dengan diabetes insipidus adalah:

  • Mengompol pada waktu tidur.
  • Mudah terusik atau marah.
  • Menangis secara berlebihan.
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan selera makan.
  • Merasa kelelahan dan keletihan.
  • Pertumbuhan lebih lambat.

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

 

Diagnosis Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus memiliki gejala yang mirip dengan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, seperti haus dan sering buang air kecil. Dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda alami dan mungkin melakukan beberapa tes untuk memastikan Anda menderita kondisi yang mana.

Rujukan menemui dokter spesialis gangguan hormon mungkin akan diberikan untuk melakukan Diagnosis Diabetes Insipidus ini:

  • Tes deprivasi air

Dalam Diagnosis Diabetes Insipidus ini Anda diharuskan untuk tidak mengonsumsi cairan selama beberapa jam untuk melihat reaksi tubuh Anda. Jika kondisi Anda normal, Anda hanya akan buang air kecil sedikit dan dengan konsentrasi yang lebih pekat. Tapi jika Anda menderita diabetes insipidus, Anda akan membuang air kecil dalam jumlah yang banyak.

  • Tes darah dan tes urine

Diagnosis Diabetes Insipidus dengan tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar hormon antidiuretik di dalam darah. Selain darah, pemeriksaan urine juga akan dilakukan untuk mengetahui beberapa unsur lain, seperti glukosa, kalsium, dan potasium. Urine dari penderita diabetes insipidus akan sangat encer. Jika kadar glukosa tinggi, maka yang diderita adalah diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.

  • Tes hormon antidiuretik

Diagnosis Diabetes Insipidus ini akan menunjukkan reaksi tubuh Anda terhadap hormon antidiuretik yang diberikan melalui suntikan untuk mengetahui diabetes insipidus jenis apa yang diderita. Prosedur ini dilakukan setelah tes deprivasi air, jika hormon yang diberikan membantu Anda berhenti memproduksi urine, berarti Anda menderita diabetes insipidus kranial akibat kekurangan hormon antidiuretik. Tapi jika Anda tetap memproduksi banyak urine, berarti Anda mengalami gangguan ginjal atau diabetes insipidus nefrogenik.

  • MRI

Jika dokter spesialis penyakit hormon menduga Anda menderita diabetes insipidus kranial karena kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, Diagnosis Diabetes Insipidus dengan MRI dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut. Dokter akan melihat ketidaknormalan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, misalnya apakah terdapat tumor.

 

 

 

Diagnosis Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan Diabetes Insipidus bergantung kepada jenis yang diderita. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi jumlah urine yang dihasilkan oleh tubuh dan mengendalikan gejala yang muncul. Berikut ini beberapa Pengobatan Diabetes Insipidus sesua dengan jenisnya, diantaranya :

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Central

Penggantian hormon dengan sintesis dapat membantu menghentikan buang air kecil yang berlebihan. Pengobatan Diabetes Insipidus ini dapat diberikan memalui semprot hidung atau obat minum, operasi juga juga terkadang diperlukan apabila terdapat tumor pada hipofisis.

 

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Gestational

Pengobatan Diabetes Insipidus gestational sering dapat diobati dengan hormon sintetis, desmopresin. Jika kondisi ini terkait dengan mekanisme rasa haus selama kehamilan, hormon tidak akan diresepkan.

 

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Kranial

Jika Anda menghasilkan urine sebanyak 3-4 liter dalam satu hari (24 jam), kondisi ini dianggap sebagai diabetes insipidus kranial ringan. Kondisi ini tidak memerlukan Pengobatan Diabetes Insipidus khusus. Anda bisa meredakan gejala yang muncul dengan meningkatkan konsumsi air putih Anda untuk menghindari dehidrasi. Dokter akan menyarankan setidaknya mengonsumsi 2,5 liter dalam satu hari.

Jika kondisi yang Anda alami cukup parah dan disebabkan oleh rendahnya produksi hormon antidiuretik, maka mengonsumsi banyak air belum cukup untuk meredakan gejala yang muncul. Berikut ini beberapa obat yang mungkin digunakan untuk mengatasi kondisi yang dialami:

  • Desmopressin

Obat ini berfungsi seperti hormon antidiuretik. Obat ini akan menghentikan produksi urine. Desmopressin adalah hormon antidiuretik buatan dan memiliki fungsi lebih kuat dari hormon aslinya. Pengobatan Diabetes Insipidus ini bisa berbentuk obat semprot hidung atau tablet. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, sakit perut, mual, mimisan, atau hidung berair atau tersumbat. Untuk tahu lebih banyak tentang obat ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

  • Thiazide diuretik

Pengobatan Diabetes InsipidusObat ini berfungsi membuat urine menjadi lebih pekat dengan cara mengurangi kadar airnya. Efek samping yang mungkin terjadi akibat obat ini adalah pusing ketika berdiri, gangguan pencernaan, kulit menjadi lebih sensitif, dan bagi pria akan mengalami disfungsi ereksi.

  • Obat Anti-inflamasi Non-steroid

Jika kelompok obat ini dikombinasikan dengan thiazide diuretik, obat ini bisa menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

 

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jika kondisi yang Anda alami disebabkan oleh obat seperti lithium dan tetracycline, dokter spesialis penyakit hormon akan meminta Anda berhenti mengonsumsinya dan mencari obat penggantinya. Jika tidak disarankan oleh dokter, jangan berhenti mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

Jika organ ginjal mengalami gangguan dan tidak bisa merespons hormon antidiuretik sehingga menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik, maka Anda akan disarankan untuk meminum banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi. Obat desmopressin tidak bisa mengatasi kondisi ini.

Mengurangi asupan garam juga akan membantu ginjal dalam menyimpan air dan mengurangi volume urine. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan Anda. Untuk mengurangi jumlah produksi urine dari organ ginjal, kombinasi thiazide diuretik dan obat antiinflamasi non-steroid akan diresepkan pada diabetes insipidus nefrogenik yang parah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda terus-menerus haus dan buang air kecil berlebihan dibanding biasanya, maka sebaiknya periksalah ke dokter. Sebagai patokan, buang air kecil normal sekitar 4 sampai 7 kali sehari. Sementara anak-anak mungkin buang air kecil lebih sering karena kandung kemih yang kecil, mereka biasanya buang air kecil sekitar 10 kali sehari.

 

 

Pengobatan Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis Diabetes Insipidus

Jenis Diabetes Insipidus

Jenis Diabetes Insipidus

Jenis Diabetes Insipidus – Sebenarnya apakah diabetes insipidus itu? Apakah diabetes insipidus lebih berbahaya daripada diabetes melitus? Apakah diabetes insipidus dapat disembuhkan? Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin seringkali dilontarkan oleh orang awam pada umumnya.

Mungkin banyak orang yang mengira bahwa penyakit diabetes insipidus hampir sama dengan diabetes melitus. Mereka mengira bahwa kedua penyakit tersebut masih satu keluarga karena sama-sama menggunakan kata “diabetes” didepannya. Padahal sebenarnya diabetes insipidus tidaklah sama dengan diabetes melitus (diabetes gula).

Diabetes insipidus adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mempertahankan air yang cukup. Gejala penyakit diabetes insipidus tidaklah sama dengan diabetes melitus, hanya saja kedua jenis penyakit diabetes ini memiliki gejala yang mirip yaitu meningkatnya frekuensi buang air kecil dan adanya rasa haus yang berlebihan. Namun jika dilihat dari faktor penyebab dan cara pengobatan kedua jenis penyakit diabetes ini benar-benar berbeda.   – Jenis Diabetes Insipidus

Kadang ada dokter yang menamakan diabetes insipidus sebagai diabetes air, sedangkan diabetes mellitus disebut penyakit gula. Jika ditinjau dari segi ilmiah diabetes insipidus merupakan kelainan pada lobus posterior dari kelenjar hipofisis akibat defisiensi vasopresin, hormon antidiuretik (ADH).   – Jenis Diabetes Insipidus

 

Diabetes Insipidus Ditandai Oleh Gejala Polidipsia Dan Poliuria

Polidipsia yaitu rasa sangat kehausan yang sangat luar biasa, penderita biasanya minum 4 sampai 40 liter cairan setiap hari, terutama sangat membutuhkan air yang dingin. Sedangkan poliuria yaitu haluaran urine dalam jumlah yang sangat banyak dengan kondisi urine yang sangat encer.

Ada 3 Jenis Diabetes Insipidus yaitu neurogenic diabetes insipidus, nephrogenic diabetes insipidus, dan gestational diabetes insipidus. Berikut ini penjelasan masing-masing ketiga jenis diabetes insipidus tersebut :

 

  1. Neurogenic Diabetes Insipidus

Penyebab : tubuh kekurangan vasopressin (hormon yang bertugas mengurangi produksi urine dan meningkatkan konsentrasi urine),  dan kekurangan ADH (antidiuretric hormone).

Disebut juga diabetes insipidus hipofisis karena neurogenic diabetes insipidus dapat juga disebabkan oleh kerusakan bagian belakang dari kelenjar hipofisis dimana vasopressin biasanya diproduksi. Hipofisis posterior dapat dihancurkan oleh berbagai penyakit yang mendasarinya termasuk tumor, infeksi, cedera kepala, infiltrasi, dan berbagai cacat diwariskan. Jenis Diabetes Insipidus ini tidak dapat disembuhkan, namun gejala-gejalanya dapat dihilangkan dengan cara pengobatan berbagai obat-obatan termasuk dimodifikasi dari vasopressin yang dikenal sebagai desmopressin atau DDAVP.

 

  1. Nephrogenic Diabetes Insipidus

Penyebab : ketidakpekaan ginjal terhadap ADH. Maksudnya ginjal tidak mampu lagi untuk merespon efek antidiuretik vasopressin dalam jumlah normal.

Dapat juga disebabkan cacat genetik bawaan penyakit ginjal. Jenis Diabetes Insipidus nephrogenic diabetes insipidus ini tidak dapat diobati dengan DDAVP. Jika penyakit yang diderita sifatnya bawaan lahir maka akan berdampak seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan untuk saat ini. Namun ada perawatan yang sebagian dapat meringankan gejala nephrogenic diabetes insipidus.

 

  1. Gestational Diabetes Insipidus

Penyebab : hancurnya hormon vasopressin akibat rusaknya pituitari dan plasenta yang terjadi selama kehamilan.

Jenis Diabetes Insipidus ini dapat disembuhkan dengan terapi DDAVP. Pada waktu 4 sampai 6 minggu setelah melahirkan gejala diabetes insipidus biasanya berkurang sehingga perlakuan terapi DDAVP dapat dihentikan. Namun penderita akan mengalami gejala kambuh diabetes insipidus pada kehamilan berikutnya.

 

Berdasarkan penjelasan Jenis Diabetes Insipidus di atas, telah terjawab sudah pertanyaan “Apakah diabetes insipidus”.  Dapat disimpulkan bahwa diabetes insipidus berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes insipidus lebih disebabkan karena kelainan pada kelenjar hipofisis akibat defisiensi vasopressin dan hormon antidiuretik (ADH).

Namun kedua penyakit tersebut sama-sama penyakit berbahaya jika tidak segera untuk disembuhkan. Jenis Diabetes Insipidus sebenarnya dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang sehat dan bergizi serta dengan gaya hidup yang sehat seperti rajin berolahraga dan istirahat yang cukup.

 

Jenis Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja – Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Penyakit diabetes mellitus yang dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas. Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel.

Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan berbagai komplikasi. Bagi penderita Diabetes Melitus yang sudah bertahun-tahun minum obat modern seringkali mengalami efek yang negatif untuk organ tubuh lain.

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang membunuh manusia secara perlahan. Diabetes tidak hanya menyerang usia lanjut tapi juga usia remaja. Berikut fakta tentang diabetes yang harus anda ketahui yang menyerang usia remaja :

  1. Obesitas

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja yang pertama yaitu diabetes tidak menyebabkan obesitas. Tapi jika Anda memiliki gejala diabetes dan Anda memiliki tubuh yang gemuk serta mengalami stress. Menjadi seorang pasien diabetes Anda mungkin merasa lemah, lesu dan lelah jika Anda tidak berolahraga secara teratur.

  1. Gagal Ginjal

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja kedua yaitu pada usia remaja juga lebih rentan terhadap gagal ginjal. Jika Anda penderita diabetes maka dapat menghambat aktifitas penyaringan ginjal dan menyebabkan kerusakan ginjal, maka Anda harus sangat berhati-hati dan mewaspadainya. – Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

  1. Heart Failure

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja yang berikutnya yaitu deposisi gula darah sangat tinggi pada arteri yang menyebabkan penyumbatan jantung anda dan membuat dinding menebal. Oleh karena itu menyebabkan tubuh menjadi kesulitan untuk memompa darah ke jantung Anda dan sehingga menyebabkan gagal jantung. Sudah pasti salah satu risiko penting dari diabetes pada usia remaja.

  1. Visi Masalah

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja selanjutnya yaitu visi/penglihatan bermasalah. Saat berbicara tentang bahaya diabetes pada remaja, Anda tidak dapat menghindari masalah ini. Karena penyakit diabetes bisa mempengaruhi pembuluh darah pada retina mata Anda yang memicu katarak dan glaukoma.

  1. Depresi

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja lainnya pada saat usia remaja dan menderita diabetes tak heran para remaja menjadi depresi. Ketika seorang remaja mengalami diabetes maka tatkala ia melihat orang lain menjalani hidup normal serta bahagia sedangkan mereka harus menghabiskan hari-hari mereka dengan bergantung pada obat-obatan dan suntikan, itu sangat membuat mereka menjadi depresi. Oleh Karena itu orang tua harus berhati-hati dan memberikan perhatian lebih serta berkonsultasi konselor pada secara rutin.  – Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

  1. Tidak Suka Simpati Berlebihan

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja terakhir yaitu tidak suka simpati berlebihan itu cukup normal. Jika orang tua menunjukkan sikap simpati yang berlebihan kepadanya, mereka akan merasa kesal dan akhirnya itu akan berubah menjadi frustrasi. Karena mereka beranggapan mereka hanya menjadi beban bagi orang lain. Jelas itu adalah salah satu bahaya diabetes pada usia remaja dan sudah menjadi tugas orang tua untuk menjaga anak-anak mereka agar bisa bahagia. – Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

 

Ingat, diabetes melitus ini hanya penyakit dan dapat dikontrol jika anda mengikuti gaya dan pola hidup sehat yang tepat. Semoga bermanfaat…

 

 

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Cara Mencegah Diabetes Insipidus – Penyakit diabetes insipidus sebenarnya sama dengan penyakit diabetes melitus tipe 2. Kesamaan ini bisa kita lihat dari penyebabnya. Penyakit diabetes insipidus disebabkan karena hormon keturunan atau genetik. Jika orang tuanya mengalami penyakit kencing manis insipidus maka secara otomatis anak mereka nantinya akan beresiko 6x lebih besar daripada orang normal.

Namun ketika masih kecil gejala diabetes insipidus tidaklah nampak, malah tidak ada. Akan tetapi pada usia 35 tahun keatas diabetes insipidus akan sangat terlihat, sehingga penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang dewasa.

Jika orang tua Anda mengalami penyakit diabetes insipidus, janganlah Anda berputus asa, walaupun penyakit ini merupakan penyakit keturunan, namun ada jalam pencegahan yang dapat Anda lakukan mulai sedini mungkin. Berikut ini saya akan berbagi tips Cara Mencegah Diabetes Insipidus mudah dan efektif :

  1. Olahraga secara teratur

yang pertama adalah olahraga secara teratur, olahraga sebenarnya sangat bermanfaat Cara Mencegah Diabetes Insipidus untuk mencegah penyakit lain bukan hanya penyakit diabetes insipidus saja. Olahraga akan membantu Anda dalam membakar sisa kalori ataupun glukosa dalam aliran darah, sehingga glukosa tersubut tidak mengendap dalam darah dan menimbulkan gangguan, agar aliran tersebut lancar lakukan olahraga secara rutin, olahraga tidak perlu yang berat-berat, cukup dengan Anda melakukan jogging setiap hari pagi ataupun sore hari itupun sudah sangat cukup untuk membakar glukosa atau gula dalam tubuh. – Cara Mencegah Diabetes Insipidus

  1. Hindari stress dan istirahat cukup

Keadaan fisik yang kurang fit bisa menyebabkan kadar gula dalam darah tidak bisa diolah oleh pankreas dengan baik, nah untuk Cara Mencegah Diabetes Insipidusmenghindari hal ini Anda harus memenuhi kebutuhan istirahat harian, istirahat terbaik adalah dengan tidur. Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang terbaik untuk Anda yaitu cukup dengan mencukupi istirahat tersebut dengan tidur sehari selama 8 jam, hal ini berfungsi agar sistem kekebalan tubuh terjaga sehingga metabolisme yang berada dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Selain istirahat secara teratur, Cara Mencegah Diabetes Insipidus lain yang Anda juga harus lakukan yaitu menghindari stress yang berlebih, karena jika Anda terlalu banyak memikirkan masalah atau stress maka akan menyebabkan hormon insulin menurun, sehingga kadar gula menjadi naik.

  1. Kurangi makanan manis

Walaupun Anda bukan keturunan dari keluarga yang menderita penyakit diabetes insipidus, akan tetapi apabila Anda sampai saat ini masih banyak mengonsumsi gula atau makanan manis, bisa jadi penyakit kencing manis ini akan menghampiri Anda. Terlebih bagi Anda yang mempunyai riwayat keluarga berpenyakit diabetes ini maka akan lebih berisiko lagi apabila Anda memperbanyak konsumsi gula atau makanan manis. Oleh sebab itu jika tidak ingin terkena diabetes melitus tipe 2 yaitu Cara Mencegah Diabetes Insipidus untuk hal yang satu ini adalah dengan tidak mengonsumsi makanan manis berlebih.

  1. Pola makan sehat (sayur&buah)

Makanan secara alami akan diserap oleh tubuh jika makanan tersebut bersifat negatif maka akan menimbulkan dampak negatif pula bagi seseorang tersebut. Maka dari itu apabila Anda ingin terhindar dari penyakit diabetes insipidus ini maka Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang baik yaitu mulai sekarang konsumsilah makanan-makanan sehat. Makanan sehat tidak perlu mahal, Anda bisa memperbanyak konsumsi buah ataupun sayur setiap hatinya.  – Cara Mencegah Diabetes Insipidus

  1. Hindari obesitas

Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang terakhir adalah mengindari obesitas atau kegemukan. Obesitas ini merupakan faktor terbesar yang akan menimbulkan gula darah type insipidus, karena seseorang yang mengalami obesitas atau kelebihan lemak, mereka akan memiliki kadar kolesterol yang tinggi dan dari kolesterol inilah diabetes melitus tipe 2 mulai muncul. Anda dapat menghindari obesitas atau kegemukan dengan olahraga, hindari konsumsi lemak dan melakukan diet sehat.

 

Itulah beberapa Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang sangat mudah untuk Anda lakukan sendiri di rumah, semoga bermanfaat…

 

 

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia

 

Cara Mengurangi Resiko Diabetes HiperglikemiaGula darah yang tinggi, juga dikenal sebagai hiperglikemia, terjadi ketika tingkat tinggi glukosa (gula) dalam darah Anda tidak dapat disampaikan dengan baik ke organ Anda. Hal ini terjadi karena tubuh Anda kekurangan tingkat insulin atau tidak menggunakan insulin dengan benar. Ada beberapa Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia dengan mengonsumsi makanan yang kaya manfaat dan bisa Anda lakukan sendiri di rumah terlebih jika Anda yang juga menderita diabetes hiperglikemia ini, diantaranya :

 

  1. Mengonsumsi Bawang Putih

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia yang pertama yaitu dengan mengonsumsi bawang putih. Ada fakta lain yang cukup mengejutkan, yaitu manfaatnya sebagai penurun gula darah tinggi terlepas efek samping bawang putih yang mungkin cukup mengkhawatirkan. Ekstrak bawang putih telah diteliti dan bahkan dibuktikan mampu menurunkan gula darah karena jumlah insulin yang tersedia juga mampu meningkat oleh karena ekstrak bawang putih ini. Bahkan telah ditunjukkan pula oleh penelitian serupa bahwa bawang putih juga bisa berefek positif dalam menjaga kestabilan gula darah Anda. Meski menjadi penyebab dari terjadinya bau mulut, tetap saja tanpa bawang putih masakan pun menjadi lebih hambar dan yang lebih penting manfaatnya yang besar untuk kolesterol tinggi dan diabetes.

  1. Memanfaatkan Lidah Buaya

Mungkin banyak orang mengetahui akan khasiat lidah buaya untuk kulit, namun sebenarnya lidah buaya punya segudang manfaat lainnya, termasuk menjadi salah satu Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia. Untuk kadar glukosa yang tinggi, gel aloe vera adalah solusi yang baik karena mengandung pitosterol di mana bersifat anti-hiperglikemia yang pas untuk penderita diabetes tipe 2.

  1. Mengonsumsi Jamun / Indian Blackberry

Cara Mengurangi Resiko Diabetes HiperglikemiaCara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia berikutnya yaitu dengan mengonsumsi jamun atau indian blackberry. Mungkin Anda sudah pernah dengar tentang Indian blackberry atau yang disebut juga dengan jamun. Di dalam biji blackberry India ini ada kandungan glikosida yang berperan sebagai pencegah konversi pati menjadi gula sehingga bisa membantu menurunkan tingkat gula darah tinggi serta menanggulangi lonjakan insulin.

  1. Mengonsumsi Biji Rami

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia yang berikutnya mengonsumsi biji rami. Serat di dalam biji rami termasuk tinggi sehingga pencernaan manusia yang memakan biji rami jelas akan menjadi lebih lancar. Bagusnya lagi, biji rami ini adalah bahan makanan yang mampu menolong proses penyerapan gula dan lemak secara sempurna. Tingkat gula postprandial diabetes pun mampu menjadi lebih berkurang sebanyak 28%.

  1. Menggunakan Daun Kemangi

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia yang jarang diketahui yaitu dengan mengonsumsi daun kemangi. Daun yang biasa dinikmati sebagai lalapan ini mengandung kaya akan antioksidan serta minyak esensial yang mampu memproduksi eugenol, caryophyllene, dan metil eugenol. Fungsi dari sel-sel beta pankreas akan dibantu bekerja secara lebih baik dengan senyawa tersebut sehingga akan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin juga.

  1. Makan Alpukat

Kandungan asam lemak tak jenuh tunggal di dalam buah ini adalah salah satu yang terbaik untuk membuat gula darah kadarnya tetap normal, stabil dan sehat. Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia lainnya yaitu dengan mengonsumsi alpukat. Telah ditunjukkan oleh sebuah studi bahwa diet tinggi asam lemak tak jenuh tunggal dan diet karbohidrat tinggi mampu membuat glukosa darah terjaga kadarnya.

  1. Menggunakan Ketan Hitam

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia lainnya juga bisa dengan mengonsumsi beras ketan hitam. Beras ketan hitam adalah salah satu bahan alami yang bisa digunakan untuk menurunkan gula darah. Karena di dalamnya terkandung antioksidan tinggi serta bersifat anti-inflamasi, maka tak hanya diabetes saja yang mampu dicegah, tapi juga kerusakan sel hati, anemia, alzheimer, tumor, kanker, serta penuaan dini.

  1. Memanfaatkan Pare

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia selanjutnya yaitu dengan mengonsumsi pare. Pare yang kaya akan vitamin B kompleks, flavonoid, vitamin C, serta asam folat ini sangat baik untuk diandalkan sebagai penurun kadar gula darah. Kandungan charntin-nya pun cukup tinggi dan memiliki kemampuan dalam mengobati diabetes. Lonjakan penurunan insulin dapat dicegah secara alami sehingga Anda tak akan menyesal setelah mencobanya.

  1. Buah Merah

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia yang terakhir yaitu Cara Mengurangi Resiko Diabetes HiperglikemiaAnda bisa memanfaatkan buah merah. Buah yang dikenal sebagai buah khas dari Papua ini juga memiliki nama lain, yakni kuansu. Manfaat utama yang diketahui dari buah ini adalah sebagau sumber minyak karotenoid atau minyak nabati. Masyarakat yang tinggal di area pesisir dan pegununganlah yang biasanya memanfaatkan buah merah dan ternyata buah ini juga dapat diandalkan dalam memperbaiki fungsi pankreas agar produksi insulin berjalan baik.

 

 

Cara Mengurangi Resiko Diabetes Hiperglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia – Gula darah tinggi menandakan bahwa Anda punya bakat untuk memiliki diabetes. Kadar glukosa selalu sulit untuk dikontrol oleh mereka yang menderita diabetes karena ini merupakan tanda bahwa tubuh penderita tak lagi mampu secara normal menghasilkan insulin secara cukup. Akhirnya, gula darah pun berubah menjadi racun yang kemudian dapat memicu kerusakan organ pada tubuh.

Baik gaya hidup maupun faktor hormon, keduanya memiliki kemungkinan besar dalam meningkatkan gula darah hingga menjadi terlalu tinggi. Padahal glukosa sendiri sangat diperlukan supaya kebutuhan energi tubuh bisa terpenuhi dengan baik. Lalu, apakah ada cara menurunkan gula darah apabila gula darah sudah telanjur begitu tinggi? Ada sejumlah rekomendasi Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia yang Anda dapat pertimbangkan, diantaranya :

 

  1. Minum Air Putih

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia yang paling sederhana dan dianjurkan di sini adalah meminum air putih demi dapat menurunkan kadar gula darah tinggi. Bahaya akibat kurang minum air putih tak hanya memicu dehidrasi saja, tapi juga bisa saja mendukung proses kenaikan gula darah dalam tubuh. Air mineral atau air putih selain bisa menurunkan glukosa darah tinggi pun juga dapat diandalkan sebagai penyehat kulit, pengusir bakteri dan kuman, serta peningkat daya tahan tubuh. Meminumnya 8 gelas per hari atau setara dengan 2 liter adalah keputusan terbaik untuk membuat kesehatan lebih baik.    – Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia

  1. Mengurangi Makanan Manis

Karena gula darah sudah cukup tinggi atau bahkan terlalu tinggi, Anda perlu juga mengurangi makanan-makanan manis. Memang makanan manis tampaknya menjadi kegemaran hampir oleh setiap orang, namun ketika gula darah sudah naik banyak, tak ada salahnya Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia berikutnya yaitu mulai mengurangi konsumsi makanan tersebut. Selain dapat merusak gigi, makanan-makanan manis pun mampu meningkatkan gula darah dalam tubuh secara mudah dan cepat. Batasi asupan makanan manis dan gula supaya tubuh Anda peningkatan gula darah tak naik begitu drastis. Agar dapat mengendalikan asupan gula dan segala yang manis-manis, minum air putih banyak merupakan salah satu cara terbaik untuk menetralisir dan membuat kadarnya stabil.    – Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia

  1. Melakukan Olahraga

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia berikutnya yaitu melakukan oahraga. Siapapun yang menjalankan olahraga teratur tentu akan dapat menjaga kadar glukosa darah untuk tetap pada tingkat yang normal. Kurang olahraga akibatnya bisa kurang mengenakkan, karena ada banyak penyakit serius yang mengincar tubuh saat tubuh kurang kegiatan fisik. Jogging atau lari setiap hari adalah kegiatan minimal untuk menyehatkan tubuh, namun bila hanya ingin seminggu sekali pun juga bisa Anda coba lakukan kalau memang kegiatan begitu padat dan kurang bisa mengatur waktu.

  1. Tidur Cukup

Kurang tidur ternyata membawa dampak buruk bagi kesehatan, termasuk juga kadar gula darah yang juga dengan mudah meningkat. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh sejumlah penelitian, sehingga sangat dianjurkan bagi penderita gula darah tinggi untuk mendapatkan tidur cukup. Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia yang baik yaitu istirahat dan tidur yang cukup tentunya mencakup 8 jam dalam sehari setiap malamnya.

  1. Tidak Melewatkan Jam Makan

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia yang terakhir yaitu dengan tidak melewatkan jam makan. Melewatkan jam makan kerap diidentikkan dengan masalah penyakit lambung dan gangguan pencernaan, namun ternyata kadar glukosa dalam darah juga bisa naik gara-gara hal ini. Melewatkan jam makan merupakan suatu hal yang dianggap biasa oleh beberapa orang, terutama yang memiliki aktivitas padat. Namun hal tersebut rupanya adalah kebiasaan buruk yang tak hanya bisa memicu kegemukan, tapi juga menyebabkan kadar gula darah terdorong naik. Di saat Anda merasa lapar, glukosa di dalam tubuh yang dilepas dari organ hati bakal menjadi bahan bakarnya. Lama-kelamaan karena hal ini gula darah pun melonjak.    – Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia

 

Demikianlah Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia paling efektif yang boleh Anda coba. Cek lebih dulu kadar gula darah Anda sebelum mengonsumsi, lalu setelah beberapa waktu penggunaan pun harus tetap mengeceknya kembali supaya gula darah tak terlalu rendah nantinya.

 

 

Cara Menurunkan Diabetes Hiperglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes

Komplikasi Diabetes

Komplikasi Diabetes

Komplikasi Diabetes – Upaya pencegahan dan penanganan penyakit diabetes melitus perlu mendapat perhatian serius dan menjadi skala prioritas, mengapa demikian? Jika dampak penyakit tersebut akan membawa komplikasi berbagai penyakit lain yang lebih serius seperti impotensi, penyakit jantung, stroke (risiko 2-4 kali lebih tinggi), hipertensi, gagal ginjal, dan kerusakan sistem saraf. Komplikasi Diabetes akut memerlukan tindakan pertolongan yang cepat. Sementara itu, Komplikasi Diabetes kronis atau bersifat menahun timbul setelah penderita mengidap diabetes selama 5 – 10 tahun lebih. Berikut ini beberapa Komplikasi Diabetes melitus yang perlu Anda ketahui lebih cermat, diantaranya:

 

  • Komplikasi Diabetes Akut

Koma biasanya dapat terjadi pada kondisi komplikasi yang bersifat akut, koma umumnya disebabkan oleh kondisi ketoasidosis diabetika (DKA), koma hiperglikemia, dan koma karena hipokalemia. Pada DKA dan koma hiperglikemia, pasien biasanya mengalami kadar gula yang melebihi normal. Pada keduanya terdapat kenaikan kadar gula darah yang kadang-kadang dapat mencapai 400 mg/dl, dehidrasi, dan perasaan seperti berputar atau drowsiness sampai kondisi koma. Keduanya memerlukan terapi insulin untuk menurunkan gula darah dengan cepat. Sementara itu, hipoglikemia adalah keadaan gula darah yang mengalami penurunan hingga kurang dari 50 mg/dl. Keadaan ini  biasanya timbul akibat pemberian insulin yang berlebihan (over insulin).

Gejala akut timbul akibat kurangnya asupan cairan yang dapat dipercepat dengan adanya infeksi, stroke, infark jantung, atau gangguan pencernaan. Dengan adanya kekurangan cairan, akan mengakibatkan gangguan kesadaran pada penderita.

 

  • Komplikasi Diabetes Kronis

Komplikasi Diabetes kronis atau atau dikenal juga dengan komplikasi yang bersifat menahun, dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu komplikasi mikrovaskuler dan komlikasi makrovaskuler.

Komplikasi mikrovaskuler yang merupakan Komplikasi Diabetes yang disebabkan oleh kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol, sedangkan komplikasi makrovaskuler umunya disebabkan oleh kelainan kadar lemak darah. Komplikasimakrovaskuler pada penderita diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan kadar trigliserida darah menjadi tinggi atau hipertrigliserida dan perubahan kadar kolesterol darah secara kulaitatif.

 

  • Komplikasi Diabetes Mikrovaskuler

Komplikasi Diabetes mikrovaskuler adalah komplikasi yang mengenai pembuluh rambut sehingga menjadi kaku atau menyempit dan akhirnya organ kekurangan suplai darah. Organ-organ yang biasanya terkena, seperti ginjal, mata, dan saraf-saraf perifer. Komplikasi Diabetes ini terjadi pada mata akan terjadi retinopati, komplikasi pada ginjal (nefropati), dan komplikasi pada saraf-saraf tepi (neuropati).

Nefropati diabetika yang merupakan salah satu Komplikasi Diabetes mikrovskuler merupakan jenis gangguan ginjal yang diakibatkan penderita mengidap diabetes dalam waktu yang cukup lama. Gangguan ini tidak menyerang semua penderita diabetes, tetapi sekitar 50% penderita diabetes tipe 1 yang telah sakit selama 15-20 tahun.

Ginjal tidak menunjukkan gejala ataupun keluhan pada stadium awal. Tanda-tanda yang mungkin dapat ditemui pertama kali adalah adanya protein di dalam urin atau albuminuria. Stadium selanjutnya dapat berupa adanya kenaikan tekanan darah yang dapat diikuti dengan pembengkakan kaki karen penimbunan cairan. Pada stadium akhir dapat terjadi gagal ginjal.

 

  • Komplikasi Diabetes Makrovaskuler

Komplikasi Diabetes makrovaskuler merupakan komplikasi yang mengenai pambuluh darah arteri yang lebih besar. Akibatnya adalah terjadinya atherosclerosis. Walaupun atherosklerosis dapat terjadi pada seseorang yang bukan pengidap diabetes. Adanya diabetes mempercepat terjadinya atherosklerosis. Akibat atherosklerosis ini, antara lain penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, dan gangrene pada kaki.

Pengidap diabetes sangat rentan mendapatkan gangrene pada kakinya karena beberapa hal. Pertama, pengidap diabetes mudah mendapatkan infeksi. Penyebabnya adalah terjadi penurunan reaksi sel-sel limfosit, kadar gula yang tinggi (media yang baik untuk berkembangnya mikroorganisme), dan gangguan pada vaskuler. Kedua, adanya atherosklerosis mengakibatkan aliran darah, terutama pada tempat-tempat yang jauh dari jantung misalnya, ujung kaki menjadi terganggu. Ketiga, adanya neuropati mengakibatkan fungsi sensorik (alat perasa/peraba) menjadi menurun fungsinya.

 

 

Komplikasi Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Penyakit Diabetes

Bahaya Penyakit Diabetes

 

Bahaya Penyakit DiabetesBahaya Penyakit Diabetes – Diabetes adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena tingginya tingkat kadar gula dalam darah. Gula dalam tubuh diperoleh dari berbagai jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi secara rutin. Sebenarnya tubuh bisa menjalankan sistem yang akan membuat tubuh bisa mengatur kadar gula dalam darah. Sistem ini tidak lepas dari insulin sebagai sebuah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas.

Namun beberapa orang memiliki ketidakmampuan menghasilkan insulin sehingga tingkat kadar gula dalam darah terus meningkat. Salah satu langkah yang paling penting dilakukan oleh penderita diabetes adalah menjaga agar kadar gula dalam darah normal.

Penyakit diabetes bisa menyebabkan pengaruh yang sangat besar untuk tubuh. Hal ini ditandai dengan berbagai penyakit lain yang timbul pada penderita diabetes yang tidak mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Akibatnya maka tubuh bisa mengalami komplikasi karena gangguan yang terjadi pada beberapa organ penting tubuh. Kadar gula yang berlebihan dalam darah bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dan sulit untuk melakukan berbagai aktivitas secara normal. – Bahaya Penyakit Diabetes

Apakah diabetes berbahaya untuk hidup? Ya, efek Bahaya Penyakit Diabetes yang tidak terkontrol bisa menyebabkan darah tinggi dan kolesterol tinggi dalam tubuh. Bahaya Penyakit Diabetes bisa sampai menyebabkan kerusakan jangka panjang dalam hidup sehingga banyak penderita diabetes yang merasa frustasi. Berikut ini adalah beberapa macam bahaya diabetes dari berbagai penyakit komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita diabetes :

 

  1. Penyakit jantung

Jika kadar gula dalam darah tidak terkontrol dengan baik maka ancaman penyakit jantung akan selalu mengincar penderita diabetes. Bahaya Penyakit Diabetes ini akan menjadi penyebab dada sakit yang biasanya memang dirasakan oleh penderita diabetes. Beberapa jenis penyakit jantung yang sering terjadi adalah penyempitan pembuluh darah, stroke, serangan jantung, penyakit arteri dan kondisi lain. Stroke dan serangan jantung menjadi kasus yang paling sering terjadi.

  1. Kerusakan sistem syaraf

Bahaya Penyakit DiabetesBahaya Penyakit Diabetes lainnya yaitu akibat tingginya kadar gula dalam darah maka dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah yang berfungsi untuk menyehatkan saraf tubuh terutama untuk bagian kaki. Jika kondisi kerusakan sudah terjadi maka biasanya penderita akan sering merasa kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, dan sakit pada bagian ujung jari kaki. Gangguan kerusakan saraf akan ditandai dengan diare, muntah, mual, sembelit dan gangguan disfungsi ereksi pada pria.

  1. Kerusakan mata

Kebutaan menjadi salah satu Bahaya Penyakit Diabetes yang paling sering terjadi pada penderita diabetes. Hal ini disebabkan kadar gula darah yang terlalu tinggi telah mengganggu sistem saraf pusat. Bahkan kadar gula darah yang tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan pada kornea dan lensa mata. Penyakit yang paling sering terjadi adalah glaukoma dan katarak.

  1. Kerusakan ginjal

Ginjal dalam manusia memiliki fungsi yang sangat penting. Ginjal mengandung jutaan pembuluh darah yang akan menyaring darah dalam tubuh manusia. Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi maka bisa menyebabkan kerusakan jaringan yang berfungsi sebagai saringan kecil. Jika Bahaya Penyakit Diabetes sudah parah maka bisa menjadi penyebab gagal ginjal yang membutuhkan transplantasi atau cuci darah secara berkala.

  1. Cacat kaki

Kerusakan saraf akibat diabetes yang terjadi pada kaki akan menyebabkan Bahaya Penyakit Diabetes kerusakan pada bagian kaki. Bahkan pada kondisi tertentu banyak penderita diabetes yang harus melakukan amputasi untuk menyematkan jaringan lainnya. Jadi kerusakan kaki menjadi akibat yang sangat umum dari Bahaya Penyakit Diabetes.

  1. Infeksi kulit

Infeksi kulit menjadi Bahaya Penyakit Diabetes yang paling sering terjadi pada penderita diabetes. Infeksi ini disebabkan oleh jamur, parasit atau virus yang hidup pada luka di kaki. Penderita diabetes akan mudah terkena luka dan luka tersebut sulit untuk disembuhkan dengan cepat, sehingga terkadang infeksi menjadi ancaman yang sangat serius.

  1. Gangguan pendengaran

Penderita diabetes memang sering mengalami gangguan pendengaran. Tingkat kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi telah menyebabkan kerusakan sistem pendengaran. Hal ini membuktikan bahwa Bahaya Penyakit Diabetes memang sangat mempengaruhi sistem kerja anggota tubuh terutama indra penting untuk tubuh.

  1. Pikun

Penyebab diabetes terutama diabetes tipe 2 juga memiliki ancaman serius terkena penyakit yang menganggu sistem memori. Hingga saat ini hubungan antara kadar gula dalam darah dan sistem memori masih dikembangkan.

 

Jadi, penyakit diabetes memang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang. Namun penderita diabetes bisa mengatasi hal ini dengan mengatur kadar gula dalam darah dan menjaga pola makan.

 

Bahaya Penyakit Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Hiperglikemia

Komplikasi Diabetes Hiperglikemia

 

Komplikasi Diabetes HiperglikemiaKomplikasi Diabetes Hiperglikemia – Gula darah yang tinggi, juga dikenal sebagai hiperglikemia, terjadi ketika tingkat tinggi glukosa (gula) dalam darah Anda tidak dapat disampaikan dengan baik ke organ Anda. Hal ini terjadi karena tubuh Anda kekurangan tingkat insulin atau tidak menggunakan insulin dengan benar.

Pada kondisi diabetes, kadar glukosa darah Anda mungkin menjadi tidak terkendali ketika tidak diobati, dosis obat yang dilewati, atau ketika Anda tidak mengikuti diet dan rencana olahraga.

Jika tidak diobati, Komplikasi Diabetes Hiperglikemia yang terus terjadi dapat menyebabkan komplikasi dari beberapa bagian tubuh. Kadar glukosa darah tinggi yang terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan Komplikasi Diabetes Hiperglikemia yang lebih parah yang mungkin Anda alami. Namun, jika Anda memiliki diabetes dalam jangka waktu yang lama, Anda mungkin tidak menunjukkan gejala meskipun glukosa darah Anda tinggi.

 

Bagaimana cara mengetahui Komplikasi Diabetes Hiperglikemia?

Anda harus memeriksa kadar glukosa darah Anda secara sering jika Anda didiagnosis dengan diabetes. Ini supaya, Anda dapat melihat dengan segera jika glukosa darah Anda lebih tinggi dari keadaan normal.

Selain itu, mengetahui tanda-tanda Komplikasi Diabetes Hiperglikemia juga dapat membantu. Komplikasi Diabetes Hiperglikemia tidak menunjukkan gejala sampai nilai glukosa darah terasa meningkat, yang lebih tinggi dari 200 miligram per desiliter (mg / dL), atau 11 milimol per liter (mmol / L). Tanda-tanda yang mungkin Anda miliki atau mungkin tidak Anda miliki adalah:

  • Sering buang air kecil
  • Rasa haus meningkat
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut

Anda harus memeriksa ke dokter sesegera mungkin jika Anda:

  • Mengalami diare atau muntah terus menerus, tetapi Anda dapat makan beberapa makanan atau minuman.
  • Mengalami demam yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Memiliki glukosa darah lebih dari 240 mg / dl (13 mmol / l) meskipun Anda telah menggunakan obat diabetes Anda
  • Memiliki kesulitan menjaga glukosa darah Anda dalam rentang yang diinginkan

Carilah bantuan darurat segera jika Anda merasa sakit dan tidak mampu menjaga makanan atau cairan yang Anda makan.

 

Penyebab Komplikasi Diabetes Hiperglikemia

Kadar glukosa darah Anda dapat meningkat karena hal-hal sebagai berikut:

  • Tidak menggunakan cukup insulin atau obat oral diabetes
  • Tidak menyuntikkan insulin dengan benar atau menggunakan insulin kedaluwarsa
  • Tidak mengikuti rencana makan diabetes Anda
  • Tidak aktif
  • Memiliki penyakit atau infeksi
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti steroid
  • Mengalami luka atau menjalani operasi
  • Mengalami stress emosional, seperti konflik keluarga atau tantangan kerja

Penyakit atau stres dapat memicu Komplikasi Diabetes Hiperglikemia karena hormon yang diproduksi untuk melawan penyakit atau stress juga dapat menyebabkan gula darah meningkat.

 

Apa Komplikasi Diabetes Hiperglikemia yang tidak diobati?

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi kronis yang termasuk:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal
  • Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik), yang berpotensi menyebabkan kebutaan
  • Lensa mata menjadi keruh/kabur (katarak)
  • Masalah kaki yang disebabkan oleh saraf yang rusak atau aliran darah yang buruk yang dapat menyebabkan infeksi serius dan dalam beberapa kasus yang parah, memerlukan amputasi
  • Masalah tulang dan masalah sendi
  • Masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan luka yang susah sembuh
  • Infeksi gigi dan infeksi gusi

 

Apa yang lakukan untuk mencegah Komplikasi Diabetes Hiperglikemia?

Ketika mendiagnosis bahwa Anda memiliki diabetes, dokter akan menginstruksikan Anda bagaimana untuk mengubah pola makan, olahraga dan obat-obatan yang digunakan untuk menjaga tingkat gula darah Anda agar tidak meningkat.

Secara khusus, dokter Anda akan membantu Anda untuk mengelola gula darah Anda dengan:

  • Menetapkan tingkat gula darah Anda untuk waktu yang berbeda dalam sehari
  • Penjadwalan saat memeriksa gula darah Anda di rumah

 

Jika gula darah Anda lebih tinggi dari tingkat yang diinginkan Anda selama 3 hari dan Anda tidak tahu mengapa hal tersebut terjadi, periksa urine Anda untuk adanya kandungan keton dan kemudian hubungi dokter atau perawat Anda segera.

 

 

Komplikasi Diabetes Hiperglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment