Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Sayuran Untuk Penderita Diabetes – Diabetes merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh bisa menyebabkan kebutuhan insulin yang dihasilkan oleh pankreas juga akan mengalami kenaikan. Namun pankreas memiliki tugas yang terbatas untuk menghasilkan insulin sehingga jika kadar gula terlalu tinggi maka insulin tidak akan cukup. Seseorang bisa menderita diabetes karena beberapa faktor penyebab diabates tipe 1 dan 2 yang berbeda. Berbagai bahaya diabates bagi tubuh harus diatasi sejak awal karena bisa membuat kesehatan terus menurun. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Pengaruh makanan sangat penting untuk nilai kadar gula dalam darah yang berhubungan dengan nilai glikemik indeks. Beberapa pengaruh yang besar terhadap nilai glikemik indeks sebuah makanan adalah seperti kandungan serat, kadar asam, cara memasak, tingkat kematangan masakan, dan lama waktu memasak.– Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Berikut ini beberapa jenis Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang mampu mengelola kadar gula dalam darah.

 

  1. Brokoli

Brokoli bisa menjadi Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang paling baik. Brokoli mengandung sulforaphane yang bisa bekerja untuk mengendalikan kadar gula dalam tubuh. Selain itu senyawa ini bisa membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan yang biasanya sering memicu penyakit jantung untuk penderita diabetes. Bahkan senyawa ini juga akan membantu tubuh dalam mencegah kanker atau semua jenis radikal bebas pembentuk kanker dan tumor. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : tumis brokoli dalam waktu yang sangat singkat atau jus bersama sayuran lain seperti kale dan mentimun.

  1. Bayam

Bayam menjadi Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang tidak boleh dilupakan. Mengapa bayam? Karena bayam mengandung beberapa nutrisi yang sangat penting seperti serat, zat besi, vitamin K, magnesium, fosfor, folat, kalium dan seng. Bahkan bayam juga mengandung asam oksalat yang bisa mencegah hambatan penyerapan kalsium untuk tubuh. Bayam akan mengendalikan kadar gula dalam tubuh karena kandungan nutrisi lengkap tersebut. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : rebus bayam dalam waktu yang singkat kurang dari tiga menit untuk mendapatkan semua nutrisi dan gunakan jenis bayam organik yang tidak mengandung pupuk kimia. Makan saat masih hangat dan jangan menyimpan bayam yang sudah dimasak.

  1. Sawi Hijau

Sawi hijau juga bisa menjadi Sayuran Untuk Penderita Diabetes sehari-hari. Hal ini disebabkan karena kandungan vitamin C yang tinggi dalam sawi hijau bisa membantu menurunkan kadar kortisol dalam tubuh dan mengurangi komplikasi peradangan karena kadar gula yang tinggi. Selain itu sawi hijau juga mengandung alfa lipoic acid yang bisa membantu tubuh dalam mengatasi depresi dan stress. Depresi dan stress juga bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Bahkan kandungan alfa lipoic acid juga bisa menurunkan kadar gula dalam tubuh dan membantu syaraf menjadi lebih kuat. Kerusakan syaraf karena diabetes menjadi salah satu komplikasi yang cukup berat bagi penderita.

Cara konsumsi : rebus sebentar saja sawi hijau dan segera konsumsi saat masih hangat.  Hindari merebus lama karena akan menghilangkan nutrisi dan vitamin di dalamnya.

  1. KaleSayuran Untuk Penderita Diabetes

Kale menjadi salah satu Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang sangat digemari di Indonesia. Kale mengandung kalori yang cukup rendah, kaya serat, magnesium, folat, vitamin C, kaempferol, quercetin dan beta karoten. Kale bisa melawan radikal bebas dalam tubuh dengan kemampuan yang lebih stabil dibandingkan sayuran lain. Kale akan membantu penderita diabetes karena kemampuan antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari komplikasi karena diabetes seperti stroke, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Cara konsumsi : kale bisa di jadikan lalapan, di buat sayur atau di buat jus dengan campuran wortel dan brokoli.

  1. Selada

Selada mengandung kalori yang sangat rendah sehingga bisa membantu menurunkan berat badan untuk penderita diabetes. Selada juga mengandung selulosa dan serat yang bisa meningkatkan proses pencernaan dan membuat efek mengenyangkan dalam waktu yang lebih lama. Kadar glikemik indeks yang rendah akan membuat penderita diabetes bisa mengkonsumsi selada tanpa khawatir kadar gula darah akan naik. Bahkan selada juga tidak mengandung gula sehingga salada adalah Sayuran Untuk Penderita Diabetes sangat aman. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : pilih selada organik tanpa pupuk kimia dan konsumsi bersama dengan salad atau lalapan segar.

  1. Arugula

Arugula adalah sayuran khas Mediteranian yang sangat terkenal. Masyarat Mediteranian percaya bahwa arugula menjadi sayuran yang menyehatkan karena mengandung kalori yang sangat rendah. Arugula memiliki tekstur rasa yang sedikit pedas dan menyenangkan untuk dimakan mentah maupun ditumis sebentar. Arugula Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang sangat bagus karena akan membantu menurunkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan respon alami terhadap insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Bahkan arugula juga akan membantu mengendalikan kadar kolesterol buruk yang tinggi dalam tubuh. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : makan sebagai lalapan seperti salad atau tumis sebentar saja untuk menjaga nutrisinya.

  1. Asparagus

AsparSayuran Untuk Penderita Diabetesagus terkenal karena menjadi Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang bisa membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Asparagus juga bisa meningkatkan kerja pankreas dalam menghasilkan insulin dan membantu tubuh dalam menyerap insulin untuk mengatasi kadar gula dalam darah. Asparagus bisa dikonsumsi secara rutin untuk penderita diabetes tipe I dan II. Konsumsi asparagus bisa menurunkan kadar gula darah yang tinggi bahkan telah dibuktikan di University of Karachi, Pakistan. Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa asparagus bisa menjadi sayuran anti diabetes yang aman dan mampu mengendalikan penyakit komplikasi akibat diabetes. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : makan asparagus sebagai lalapan atau tumis sebentar saja untuk mempertahankan nutrisi dan tekstur asparagus.

  1. Kubis

Kubis menjadi Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang memiliki kadar glikemik indeks yang rendah serta kandungan natrium yang lebih sedikit dibandingkan sayuran lain. Semua jenis kubis seperti kubis merah atau kubis hijau sangat baik untuk penderita diabetes. Selain itu kubis juga akan mencukupi beberapa kebutuhan nutrisi lain seperti vitamin, mineral dan asam amino. Kubis juga menawarkan antioksidan yang cukup tinggi dan melindungi tubuh dari kanker. Kandungan vitamin K dalam kubis bisa membantu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu proses pembekuan darah dalam tubuh. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : rebus sebentar saja atau makan mentah dan campur dengan jenis sayuran lain seperti salad.

  1. Wortel

Wortel selama ini terkenal sebagai sayuran yang sangat baik untuk membantu tubuh memelihara kesehatan mata. Namun ternyata wortel juga menjadi Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang sangat diminati di Indonesia. Beberapa jenis wortel seperti wortel kuning, ungu dan putih sangat baik untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Selain itu dalam satu buah wortel juga memiliki nutrisi yang sangat lengkap seperti vitamin A, vitamin C, mangan, vitamin B komplek, kalium, folat, vitamin E, dan fosfor. Wortel sebenarnya memiliki nilai glikemik indeks yang lebih tinggi dibandingkan sayuran lain tapi serat dalam wortel membantu menurunkan gula darah dalam tubuh. Selain itu kandungan gula alami dalam wortel akan membantu mengganti kebutuhan gula untuk tubuh. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi: jadikan wortel mentah sebagai camilan, campuran salad atau masak sebentar atau hingga setengah matang saja.

  1. Kembang Kol

Kembang kol menjadi pilihan Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang sangat tepat. Biasanya penderita diabetes memang dilarang untuk mengkonsumsi sayuran yang mengandung tepung. Namun kembang kol bisa menjadi salah satu pengecualian karena kandungan fitokimia, mineral, serat dan vitamin yang sangat lengkap. Kembang kol mengandung sulfur, nitrogen dan senyawa glukosinates yang bisa meningkatkan peran sulforaphane yang terkandung di dalamnya. Tapi penderita diabetes yang juga komplikasi dengan asam urat yang tinggi sebaiknya mengkonsumsi kembang kol dalam jumlah yang terbatas. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : campurkan kembang kol dalam masakan seperti sop atau rebus sebentar saja.

  1. Seledri

Seledri tidak hanya untuk menurunkan kadar gula dalam tubuh tapi juga bisa Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang sangat bermanfaat. Mengkonsumsi seledri juga sangat mudah, Anda bisa mengunyahnya mentah atau mengolahnya menjadi jus hijau yang lezat. Manfaat seledri untuk menurunkan kadar gula darah adalah karena mengandung vitamin K yang bisa mengurangi peradangan akibat kadar gula yang tinggi dan meningkatkan produksi insulin. Proses ini juga bisa meningkatkan proses metabolisme sehingga proses penyerapan gula menjadi sumber tenaga juga akan lebih cepat. Diabates tipe 2 sangat disarankan untuk sering mengkonsumsi seledri. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : makan seledri mentah sebagai lalapan atau jus seledri dengan campuran kale dan brokoli.

  1. Mentimun

Mentimun juga termasuk Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang sangat disarankan untuk penderita diabetes tipe 1 dan 2. Mentimun bisa mendorong sel beta yang bekerja untuk mendukung sistem kerja pankreas sehingga produksi insulin tidak terhambat. Bahkan manfaat mentimun menjadi lebih besar karena memiliki nilai glikemik indeks yang sangat rendah atau hampir tidak ada. Mentimun akan membantu mengendalikan kadar gula darah karena kadar glikemik rendah, karbohidrat yang sangat rendah dan serat yang tinggi. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : cuci bersih mentimun , bersihkan kulitnya dan makan sebagai lalapan atau campuran salad.

  1. Lobak

Biasanya kadar gula darah yang tinggi disebabkan karena kebiasaan konsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Lobak menjadi sayuran yang tidak mengandung karbohidrat, serat yang tinggi, kalium, asam folat dan kalsium. Konsumsi lobak sangat baik untuk menurunkan kadar gula darah dan menjaga tubuh dari berbagai penyakit peradangan yang disebabkan karena komplikasi diabetes. Karena itu lobak menjadi salah satu Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang juga sangat bagus untuk menurunkan kadar gula pada penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Cara konsumsi : iris lobak tipis kemudian jadikan campuran salad bersama dengan jenis sayuran lain.

 

Sumber Makanan Lain Pengendali Diabetes

Selain berbagai jenis sayuran diatas maka Anda juga bisa mengendalikan kadar gula dalam darah dengan berbagai jenis makanan berikut ini. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes

  • Apel dan tomat. Mengandung kadar quercetin yang bisa mengendalikan kadar gula dalam tubuh dan mencegah penyakit peradangan. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes
  • Kayu manis. Kayu manis yang dijadikan campuran untuk masakan atau minuman akan membantu meningkatkan sel –sel aktif yang bekerja dengan insulin sehingga bisa merubah kadar gula dalam tubuh menjadi sumber tenaga.
  • Jeruk. Jeruk bisa menjadi sumber vitamin C yang alami dalam tubuh karena biasanya penderita diabetes kekurangan vitamin C yang bisa memicu penyakit akibat serangan radikal bebas.
  • Ikan sarden dan ikan salmon. Penderita diabetes sering dihadapkan dengan gangguan jantung akibat pola makan yang salah, namun bisa diatasi dengan konsumsi ikan sarden dan ikan salmon yang mengandung omega 3 sehingga baik untuk memelihara jantung. – Sayuran Untuk Penderita Diabetes
  • Kacang-kacangan. Semua jenis kacang-kacangan seperti buncis, kacang merah, kacang pinto dan kacang hitam sangat baik untuk penderita diabetes karena memiliki kalori yang rendah, serat dan protein yang tinggi. Serat dan protein akan membantu menghambat kenaikan kadar gula dalam darah.
  • Teh hijau. Teh hijau akan meningkatkan penyerapan kadar gula dalam darah menjadi sumber energi sehingga kadar gula dalam darah yang ada di tubuh tidak akan tinggi. Selain itu kandungan flavonoid akan membantu tubuh dalam meningkatkan penolakan terhadap penyakit peradangan pada penderita diabetes.– Sayuran Untuk Penderita Diabetes

 

Jadi pengendalian tingkat kadar gula dalam tubuh bagi penderita diabetes sangat penting untuk dilakukan. Selain itu cara pengolahan sayuran juga harus diperhatikan karena kesalahan pengolahan bisa menyebabkan kerusakan nutrisi dalam sayuran. Jadi, mulai sekarang penderita diabetes tidak perlu khawatir dan bisa mencoba untuk melakukan diet sehat dengan cara mengonsumsi Sayuran Untuk Penderita Diabetes yang dipercaya mampu menguragi kadar gula dalam darah.

 

 

Sayuran Untuk Penderita Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus – Ada sejumlah cara diagnosis diabetes insipidus. Misalnya, tes kekurangan cairan dapat membantu membedakan antara jenis diabetes insipidus, termasuk cacat produksi ADH (diabetes insipidus sentral), cacat dalam respon ginjal ADH (diabetes insipidus nefrogenik), atau asupan cairan yang berlebihan (polidipsia primer) . Tes akan mengukur perubahan dalam output urin dan komposisi urin ketika cairan yang ditahan. Kadang-kadang tingkat ADH darah juga diukur selama uji kekurangan cairan. – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus juga kadang-kadang ditentukan ketika urine kurang terkonsentrasi dalam tes urine. Sebuah membayangkan resonansi magnetik (MRI) otak juga dianggap sebagai tes non-invasif yang dapat membantu mendeteksi kelainan kelenjar pituitari yang berhubungan dengan diabetes insipidus sentral. Skrining genetik juga dapat menyarankan pada mereka dengan riwayat keluarga diabetes insipidus.

Tanpa diabetes insipidus pengobatan, kondisi dapat menyebabkan kelelahan, penurunan berat badan, peningkatan denyut jantung, suhu tubuh rendah, dehidrasi kronis, sakit kepala yang konsisten, tekanan darah rendah, kerusakan otak, dan kerusakan ginjal.

 

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus yang paling umum akan tergantung pada jenis diabetes insipidus, diantaranya:

  • Diabetes Insipidus Sentral

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus Sentral ini biasanya menggunakan pengobatan desmopresin-pengganti sintetis untuk vasopressin yang mengurangi produksi urin. Orang-orang hanya harus mengambil desmopresin yang diperlukan sejak mengambil desmopresin berlebihan dapat mengakibatkan kadar natrium yang rendah dalam darah dan dalam jumlah besar retensi air. Gejala natrium rendah termasuk mual, kebingungan, kelesuan, dan mungkin kejang. – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

  • Nefrogenik Diabetes Insipidus

Desmopressin bukanlah pilihan Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus Nefrogenik sejak ginjal tidak berfungsi dengan baik dari ADH. Pilihan pengobatan utama termasuk asupan air untuk menghindari dehidrasi, diet rendah garam untuk menurunkan urin yang dibuat oleh ginjal, dan diet rendah protein. Jika gejala tidak berhenti, obat-obatan yang sering diberikan untuk mengurangi pengeluaran urin, termasuk diuretik thiazide, amilorid, dan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID).

  • Gestational Diabetes Insipidus

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus Gestasional menggunakan desmopressin juga untuk mengobati diabetes insipidus kehamilan. Efek samping karena Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus Gestasional yang tercatat karena menggunakan desmopressin termasuk mual, nyeri perut, sakit kepala, muntah, kemerahan wajah tiba-tiba dan sedikit peningkatan tekanan darah. Dalam kasus yang jarang terjadi diabetes gestasional insipidus disebabkan oleh mekanisme kelainan haus, dan dalam kasus ini desmopresin tidak diresepkan. – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

  • Polidipsia Primer

Metode Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus utama melibatkan mengurangi asupan cairan Anda. Namun, ketika penyakit mental menyebabkan polidipsia primer, mengobati penyakit mental dapat meringankan gejala polidipsia primer.

  • Pengobatan Alami Untuk Diabetes Insipidus

Ada pengobatan alami yang tersedia untuk diabetes insipidus, terutama ketika datang ke perubahan diet. Pendekatan alami terbaik untuk diabetes insipidus Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus harus untuk mengatasi gejala sering buang air kecil dan haus yang berlebihan. – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

 

Berikut ini adalah beberapa perubahan diet alami yang dapat pergi jauh:

  • Diabetes Insipidus Diet – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Ini adalah diet rendah garam dan rendah protein diet. Diperkirakan bahwa makan makanan asin akan meningkatkan rasa haus yang terkait dengan diabetes insipidus. Asupan garam yang berlebihan menciptakan rasa haus instan yang menyebabkan Anda minum lebih dari yang diperlukan. Semua makanan ringan asin dan makanan harus dihilangkan dari diet seperti pretzel, kacang, keripik kentang, dan bumbu. Karena orang dengan diabetes insipidus dapat buang air kecil lebih sering, menghindari makanan asin membantu mencegah masalah dari semakin buruk.

Meskipun diet rendah protein juga dianjurkan, diyakini bahwa hal itu dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Secara keseluruhan, diet harus mengandung makanan utuh sebagian besar nutrisi-padat dengan banyak buah-buahan dan sayuran air-berat. Makanan berbasis air terbaik untuk dimasukkan sebagai bagian dari diet diabetes insipidus termasuk mentimun, zucchini, lobak, blueberry, stroberi, paprika manis, kubis merah, dan sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan kangkung.

  • Mengisi Dengan Cairan Yang Memadai – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Hal ini penting bagi mereka dengan diabetes insipidus nefrogenik untuk meningkatkan konsumsi air mereka. Namun, asupan air kronis dapat menjadi masalah dengan polidipsia dan kerusakan ginjal. Hal ini penting bagi pasien diabetes insipidus minum cairan yang cukup untuk menggantikan kerugian urine mereka dan untuk menghilangkan rasa haus yang berlebihan. Disarankan bahwa penggantian cairan tidak melebihi 500 ml 750 ml per jam. Ini adalah ide yang baik untuk membawa sebotol air dengan Anda untuk mencegah dehidrasi berhubungan dengan diabetes insipidus.

  • Suplemen Vitamin D – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Dalam studi kasus yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Diseases in Childhood, pasien dengan diabetes insipidus nefrogenik juga menampilkan rendahnya tingkat vitamin D3 (cholecalciferol). Masuk akal kemudian bahwa suplementasi vitamin D3 akan membantu menyeimbangkan kekurangan pada mereka dengan diabetes insipidus nefrogenik.

  • Obat Herbal – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Perawatan alami diabetes insipidus juga mencakup obat herbal. Di pisang tertentu, catechu, dan biji wijen hitam dianggap efektif untuk buang air kecil yang berlebihan. Obat herbal yang sering digunakan untuk haus berlebihan termasuk biji quince buah, barberry India, kupas kapulaga hijau, biji ketumbar, jus lemon, asam pulp, pohon mangga tunas muda, daun nimba, biji mentimun, cengkeh, pala, cendana, kunyit, suci kemangi, biji adas, dan daun mint.

  • Obat Homeopati – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Ada juga beberapa obat homeopati yang dapat membantu meringankan diabetes insipidus alami. Misalnya, obat uranium nitrat dapat membantu mengobati rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil terkait dengan diabetes insipidus. Asam fosfat juga dianggap ketika orang dengan diabetes insipidus mengalami gejala kegelisahan, kecemasan, khawatir, dan kesedihan. Obat homeopati lain yang sesuai untuk diabetes insipidus termasuk causticum, silicea, strophanthus, fosfor, asam laktat, dan bryonia.

 

 

Perubahan gaya hidup untuk Diabetes insipidus

Ada perubahan gaya hidup kunci yang dapat membantu pasien diabetes insipidus, termasuk:

  • Menghindari makanan olahan: Menghindari makanan olahan mengurangi asupan natrium, dan bahan kimia dan pengawet yang berhubungan dengan item makanan kemasan.
  • Menghapus kafein dari diet: Coba hapus kafein dari diet, terutama kopi dan minuman ringan berkarbonasi. Kafein juga dapat ditemukan dalam coklat, teh hitam, minuman energi, dan over-the-counter obat-obatan seperti aspirin.

 

Final Thoughts on Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Meskipun diabetes insipidus nefrogenik dan diabetes insipidus sentral bisa sulit untuk mengobati, ada pilihan yang berhasil mengatasi kondisi tersebut. Untuk rekap, pilihan makanan termasuk rendah garam dan diet rendah protein. Hal ini juga penting untuk mengkonsumsi makanan padat gizi yang tinggi sayur dan buah. Ini adalah ide yang baik untuk minum lebih banyak air dalam pengobatan diabetes insipidus, terutama dengan diabetes insipidus sentral. – Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

 

Perawatan Konvensional Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Diabetes Insipidus

Penyebab Diabetes Insipidus

 

Penyebab Diabetes Insipidus – Ketika Anda berpikir tentang diabetes kata, apa yang terlintas dalam pikiran? Mungkin Anda memikirkan suntikan insulin, diabetes tipe 1 sejak terjadi sebagai akibat dari tubuh tidak mampu untuk membuat insulin. Atau mungkin Anda berpikir mengendalikan gula darah tinggi melalui diet indeks glikemik rendah?

Penyebab Diabetes Insipidus

Apa itu Diabetes insipidus?

Secara umum, diabetes adalah istilah yang menyebabkan tubuh untuk menghasilkan sejumlah besar urin. Berlebihan buang air kecil adalah gejala yang sangat khas dari semua jenis diabetes, terutama diabetes insipidus. Ini adalah gangguan endokrin kronis yang khas intens haus dikenal sebagai polidipsia. Dengan kata lain, bentuk diabetes sama sekali tidak ada hubungannya dengan gula darah atau insulin.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Penyebab Diabetes Insipidus. Ada dua jenis utama diabetes insipidus nefrogenik dan diabetes insipidus sentral (diabetes insipidus neurogenik).

 

  1. Diabetes Insipidus Sentral

Penyebab Diabetes Insipidus Sentral karena kurangnya hormon antidiuretik (ADH) -juga disebut vasopressin-itu pada dasarnya hormon yang mempromosikan retensi air oleh ginjal. Hal ini dapat ditandai dengan kerusakan kelenjar hipofisis yang salah satu Penyebab Diabetes Insipidus karena adanya peradangan, operasi, tumor, cedera kepala, atau penyakit seperti meningitis. Penyebab Diabetes Insipidus biasanya genetik dengan anak-anak. Juga, dalam beberapa kasus Penyebab Diabetes Insipidus Sentral tidak diketahui.

 

  1. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Di sisi lain, tubuh Anda akan sering membuat cukup vasopressin dengan diabetes insipidus nefrogenik; Namun, ginjal tidak akan merespon ADH karena tubulus ginjal cacat. Penyebab Diabetes Insipidus Nefrogenik mungkin karena gangguan ginjal kronis atau gangguan genetik yang diturunkan dari sifat terkait-X yang akan mempengaruhi vasopressin arginine (AVP) reseptor 2 gen Penyebab Diabetes Insipidus Nefrogenik juga mempengaruhi laki-laki lebih dari perempuan; Namun, wanita bisa lewat gen yang menjadi Penyebab Diabetes Insipidus Nefrogenik turunan penyakit untuk anak-anak mereka.

 

Obat-obatan tertentu dapat menjadi Penyebab Diabetes Insipidus Nefrogenik, termasuk lithium dan antibiotik tetrasiklin disebut demeclocycline. Gangguan lain juga dapat membuat ginjal sensitif terhadap ADH seperti penyakit autosomal dominan ginjal polikistik, nefropati sel sabit, hiperkalsemia (kadar kalsium tinggi), kadar kalium yang rendah, amiloidosis, sindrom Sjogren, pielonefritis, sindrom Bardet-Biedl, nefropati hipokalemia kronis, rilis menghalangi fibrosis periureteral, dan nephronophthisis dan medula kompleks penyakit ginjal kistik, dan kanker tertentu seperti sarkoma dan myeloma.

 

  1. Diabetes Insipidus Gestational

Gestational diabetes insipidus adalah jenis diabetes insipidus yang terjadi selama kehamilan. Hal ini juga terjadi ketika enzim yang dibuat oleh plasenta menghancurkan vasopressin sebelum bayi lahir. Polidipsia primer adalah kondisi lain juga disebut polidipsia psikogenik atau diabetes insipidus dipsogenic. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah besar urin encer. Bentuk Penyebab Diabetes Insipidus ini adalah oleh asupan yang berlebihan dari cairan daripada masalah dengan kerusakan atau vasopresin produksi. Asupan air yang berlebihan berkepanjangan dapat menekan ADH dan menyebabkan kerusakan ginjal, dan karena tubuh tidak dapat berkonsentrasi urin. Penyebab Diabetes Insipidus Gestasional lain atau polidipsia primer meliputi penyakit mental dan haus yang abnormal.

 

Gejala Diabetes insipidus

Seperti disebutkan, rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil adalah gejala utama diabetes insipidus.

Gejala lain yang berkaitan dengan diabetes insipidus meliputi:

  • Pembasahan
  • Urin berwarna kuning pucat
  • Sembelit
  • Keinginan sering bangun sepanjang malam untuk buang air kecil

Anak-anak dan bayi juga akan mengalami luar biasa:

  • Popok basah
  • Pertumbuhan tertunda
  • Berat badan
  • Kulit kering dengan ekstremitas dingin
  • Tangisan atau dijelaskan kerewelan
  • Muntah
  • Diare
  • Demam

Orang lain juga akan mengalami dehidrasi, dan jika orang tersebut kehilangan terlalu banyak air, mereka juga dapat menunjukkan tanda-tanda lekas marah, nyeri otot, lesu, dan lemah dijelaskan.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Ketoasidosis

Gejala Diabetes Ketoasidosis

Gejala Diabetes Ketoasidosis

Gejala Diabetes Ketoasidosis – Diabetes Ketoasidosis terjadi karena ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan jumlah insulin yang cukup. Dalam keadaan seperti itu, tubuh membakar lemak untuk mendapat energi. Keton adalah senyawa organik yang dihasilkan dalam proses ini. Ketoasidosis mengacu pada tingkat keton yang tinggi dalam darah dan urin. Jika pasien mengalami kelelahan fisik dan dehidrasi bersama dengan hiperglikemia parah, dapat menyebabkan diabetes ketoasidosis berkembang. Jika tidak diobati, pasien mungkin menjadi koma. Kondisi ini dapat ditangani jika pengobatan diberikan segera.

Kondisi ini pada umumnya muncul pada pada mereka yang menderita diabetes tipe 1, meskipun bisa ditemui pula pada penderita diabetes tipe 2. Diabetes Ketoasidosis terjadi ketika terdapat sedikit atau tidak ada sama sekali insulin untuk digunakan oleh tubuh.Hal ini akan memicu hiperglikemia atau kondisi dimana kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi hingga ke level yang membahayakan.

Diabetes ketoasidosis dipicu ketika tubuh tidak menerima cukup energi dari sel karena pembatasan produksi glukosa oleh tubuh. Hal ini pada gilirannya membuat tubuh memecah lemak, termasuk dari otot untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan. Ketika ini terjadi, keton (asam lemak) memasuki aliran darah sehingga menyebabkan diabetes ketoasidosis.

 

Gejala Diabetes Ketoasidosis

Berikut adalah tanda Diabetes Ketoasidosis :

  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Rasa mual
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Napas menjadi cepat
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Merasa sulit bernapas
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Napas berbau seperti buah
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Nyeri pada perut
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Merasa bingung
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Koma, pada kasus yang parah
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Mengantuk dan lesu
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Merasa haus
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Penglihatan kabur
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Kehilangan nafsu makan
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Kesulitan bangun dari tidur
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Kulit kering
  • Gejala Diabetes Ketoasidosis Demam (diatas 38,3 derajat Celcius)

 

Cara Mencegah Diabetes Ketoasidosis

Terdapat beberapa cara mencegah Diabetes Ketoasidosis. Berikut adalah diantaranya:

  • Ketika jatuh sakit, periksa kadar gula darah setiap 2 – 4 jam.
  • Periksa keton dalam urin jika gula darah terlalu tinggi (diatas 250 mg/dl).
  • Jangan sampai terlewat meminum obat insulin, bahkan jika perut sedang kosong.
  • Minum jus bebas gula dan minuman tanpa kafein.
  • Menyimpan nomor kontak dokter untuk dihubungi dalam keadaan darurat.
  • Menjaga agar tubuh tetap terhidrasi
  • Hindari makanan dan minuman tinggi karbohidrat ketika kadar gula di atas 250 mg/dl.

 

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis akan mencakup hal berikut:

  • Insulin diberikan melalui infus (intravena) yang merupakan langkah penting pertama dalam mengobati pasien dengan ketoasidosis diabetikum.
  • Hal ini akan membantu menyeimbangkan elektrolit, menghilangkan dehidrasi, menurunkan kadar asam darah dan memulihkan kadar gula normal.
  • Insulin harus diberikan dalam dosis kecil dan secara bertahap untuk membantu menstabilkan fungsi jaringan dengan mengganti kehilangan kalium dalam sel.
  • Pasien yang mengalamia asidosis ringan, dengan hanya sedikit kehilangan elektrolit dan cairan tubuh dapat minum cairan dan berobat jalan.
  • Pasien dengan ketoasidosis diabetikum parah, mungkin harus dirawat di ICU dan diawasi secara ketat.
  • Hipoglikemia dapat terjadi, sehingga insulin harus selalu diberikan.

 

Tips untuk penderita diabetes

Konsultasikan dengan dokter Anda secara teratur, dan mengikuti saran dari dokter Anda tentang obat-obatan dan perubahan yang berhubungan dengan gaya hidup.

  • Jaga kadar gula darah.
  • Jika kadar gula darah Anda rendah, anda dapat mengonsumsi tablet glukosa, atau makanan kaya karbohidrat yang cepat dicerna. Ini dapat membantu memulihkan tingkat gula darah menjadi normal.
  • Lakukan olahraga, tetapi jangan lakukan olahraga yang berat jika Anda menderita hipoglikemia.

 

Studi menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah orang yang terkena diabetes di seluruh dunia. Karena diabetes membuat penderita memiliki risiko mengembangkan kondisi medis yang serius, langkah-langkah harus diambil untuk menjaga kadar gula darah. Penderita diabetes harus mematuhi pedoman tentang obat-obatan dan perubahan gaya hidup, anggota keluarga mereka juga harus diajarkan tentang langkah-langkah yang harus diambil untuk menghindari komplikasi yang mengancam jiwa yang terkait dengan diabetes.

 

 

Gejala Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Ketoasidosis

Diabetes Ketoasidosis

Diabetes Ketoasidosis

Diabetes Ketoasidosis  Sebuah komplikasi diabetes mematikan yang disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh seseorang biasa dikenal dengan nama ketoasidosis diabetik. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak bisa mengolah gula darah (glukosa) karena tidak cukupnya insulin dalam tubuh.

Sebagai pengganti glukosa, tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar pengganti. Hasil proses tersebut adalah senyawa bersifat asam dengan jumlah cukup banyak bernama ketone, yang berbahaya bagi tubuh.

Kondisi ini sangat umum dijumpai pada pengidap diabetes tipe 1, namun cukup jarang ditemui pada penderita diabetes tipe 2. Kadang Diabetes Ketoasidosis bisa muncul pada orang yang tidak menyadari jika dirinya mengidap diabetes. Khususnya anak-anak dan remaja.

 

Gejala Diabetes Ketoasidosis  

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala utama fase awalnya adalah:

  • Napas pendek atau sesak napas.
  • Volume urin meningkat.
  • Merasa haus terus menerus.
  • Kelelahan
  • Peningkatan kadar gula darah dan/atau ketone.
  • Sakit Perut.

Jika tidak ditangani, penderita akan mengalami gejala-gejala:

  • Detak jantung lebih cepat (takikaardia).
  • Napas lebih cepat.
  • Muntah
  • Pusing dan kebingungan atau linglung.
  • Napas berbau seperti obat tetes anak-anak atau pembersih kutek.
  • Mudah mengantuk.
  • Koma.

Jika merasakan beberapa gejala di atas, segera berkonsultasi dengan dokter.  Sebab Diabetes Ketoasidosis yang tidak ditangani bisa berakibat fatal. Berikut beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh ketoasidosis diabetik :

  • Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia).
  • Rendahnya kadar kalium (hipokalemia).
  • Pembengkakan otak (edema serebral).
  • Sindrom gangguan pernapasan akut.
  • Gagal ginjal akut.

 

Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Gula merupakan sumber energi utama bagi sel-sel otot dan jaringan tubuh yang lainnya. Saat kekurangan insulin, tubuh tidak mampu mengolah glukosa sehingga lemak tubuh akan diambil sebagai bahan bakar. Proses pengolahan lemak ini akan menghasilkan zat bernama ketone yang berbahaya bagi tubuh.

Karena tidak bisa diolah tubuh, kadar glukosa dalam darah akan tinggi. Kombinasi antara tingginya kadar glukosa dan ketone bisa menimbulkan gejala-gejala Diabetes Ketoasidosis.

Beberapa hal yang biasanya memicu munculnya Diabetes Ketoasidosis adalah:

  • Trauma fisik atau emosional.
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.
  • Sakit atau infeksi lain, dan akibatnya membuat tubuh memproduksi beberapa hormon yang memiliki efek berlawanan dengan insulin.
  • Serangan jantung.
  • Masalah saat terapi insulin. Kurangnya terapi insulin bisa menyebabkan menurunnya jumlah insulin dalam sistem tubuh.
  • Beberapa pengobatan, misalnya kartikosteroid dan diuretik.
  • Diabetes yang tidak terdiagnosis.

 

Diagnosis Diabetes Ketoasidosis

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien.

Untuk mendiagnosis Diabetes Ketoasidosis, dokter akan menjalankan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah, untuk mengetahui kadar gula darah, kadar keton, dan tingkat keasaman darah.
  • Pencitraan sinar X bagian dada untuk melihat komplikasi yang mungkin muncul.
  • Tes urine.
  • Tes elektrolit darah.
  • Tes elektrokardiogram, untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung.

 

Pengobatan dan Pencegahan Diabetes Ketoasidosis

Untuk mengobati Diabetes Ketoasidosis biasanya dokter akan menilai separah apa gejala yang dirasakan penderita. Biasanya penderita akan ditangain dengan kombinasi dari tiga jenis perawatan di bawah ini:

  • Penggantian mineral tubuh, yang hilang saat penderita mengalami dehidrasi. Contohnya kalium.
  • Terapi insulin. Pemompaan insulin langsung ke pembuluh darah penderita.
  • Penggantian cairan tubuh. Cairan akan dipompa langsung ke pembuluh darah untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

 

Para penderita diabetes sebaiknya mengikuti rekomendasi pengobatan dokter untuk menghindari Diabetes Ketoasidosis. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah Diabetes Ketoasidosis adalah:

  • Selalu menjaga dan memonitor kadar gula darah. Mengonsumsi makanan sehat, rutin melakukan olah raga dan selalu mengecek kadar gula darah.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh.
  • Menyesuaikan dosis insulin dengan yang dibutuhkan tubuh. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menyesuaikan dosis insulin.
  • Mengecek kadar ketone. Terutama bila kadar gula darah Anda juga tinggi.

 

 

Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Pada Anak

Gejala Diabetes Pada Anak

 

Gejala Diabetes Pada Anak

Gejala Diabetes Pada Anak – Diabetes melitus merupakan penyakit keempat sebagai pemyakit mematikan setelah kanker, jantung dan stroke. Kunci utama untuk menghindari penyakit ini adalah menjaga pola makan dan olahraga secara teratur.

Istilah diabetes melitus diperoleh dari bahasa latin yang beradal dari kata Yunani, yaitu diabetes yang berarti pancuran dan melitus yang berarti madu. Jika diterjemahkan, diabetes melitus adalah pancuran madu. Istilah pancuran madu berkaitan dengan kondisi penderita yang mengeluarkan sejumlah besar urine dengan kadar gula yang tinggi.

Selanjutnya, di Indonesia dikenal dengan anam penyakit kencing gula/kencing manis karena urine (kencing) penderita sering dikerumuni semut karena tingginya kadar gula dalam urine.

Hiperglikemia terjadi ketika terlalu banyak gula dan kurang insulin di dalam aliran darah. Kadar gula darah yang terus tinggi akan mengganggu peredaran darah, merusak pembyluh darah dan alat-alat tubuh dan membuat anak peka terhadap infeksi.

Hiperglikemia terjadi pada anak yang diabetesnya tidak terdiagnosis. Ia juga bisa terjadi pada anak yang telah di diagnosis diabetes, jika terjadi ini menunjukkan adanya penyakit diabetes itu sendiri atau perlunya penyesuaian kembali dosis insulin atau pasokan makanan. Ditinjau dari sudut pertolongan pertama, hiperglikemia bukanlah keadaan medis darurat. Diperlukan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mengenali tanda dan gejalanya.

Saat ini jumlah penderita diabetes meningkat secara drastis. Bahkan anak-anak pun dapat terserang penyakit ini. Sebagian besar anak-anak menderita diabetes tipe 1 yang dapat berubah menjadi diabetes tipe 2 apabila tidak terdeteksi gejalanya secara dini.

Kadang-kadang anak yang tidak diabetes bisa menunjukkan satu atau dua gejala ini. Namun, anak yang sedang terkena diabetes atau sudah didiagnosis diabetes, tetapi kurang baik penglihatannya akan terus menerus menunjukkan beberapa gejala ini.

 

Berikut adalah Gejala Diabetes Pada Anak :

  • Mudah haus

Salah satu Gejala Diabetes Pada Anak yang umum dari penyakit diabetes pada anak adalah rasa haus yang meningkat. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan kadar gula darah. Mereka juga akan lebih suka mengonsumsi minuman dingin yang manis.

  • Sering buang air kecil

Karena mereka sering minum, maka Gejala Diabetes Pada Anak berikutnya akan sering buang air kecil.

  • Selalu lapar

Selain sering haus, anak-anak juga akan mudah lapar. Gejala Diabetes Pada Anak ini disebabkan tidak adanya insulin untuk mentransfer gula di dalam tubuh sehingga proses ini akan menghabiskan energi mereka dan membuat cepat lapar.

  • Penurunan berat badan yang tidak sehat

Meskipun sering makan, namun anak-anak yang tekena Gejala Diabetes Pada Anak akan cenderung kehilangan berat badan secara drastis.

  • Selalu lelah

Gejala Diabetes Pada Anak juga ditandai dengan mudah lelah sebab energi mereka terpakai untuk mentransfer gula ke sel tubuh.

  • Masalah penglihatan

Karena kadar gula darah cukup tinggi, maka cairan di dalam tubuh pun akan meningkat. Termasuk cairan di dalam mata mereka. Gejala Diabetes Pada Anak inilah yang kemudian dapat menyebabkan masalah penglihatan.

  • Infeksi ragi

Gejala Diabetes Pada Anak juga dapat menyebabkan infeksi ragi organ vital anak-anak terutama anak perempuan. Gejala Diabetes Pada Anak ini pulalah yang akan menyebabkan ruam popok.

  • Masalah perilaku

Gejala Diabetes Pada Anak mampu mempengaruhi perilaku anak. Mereka jadi mudah labil dan mudah merasa jengkel. Gejala Diabetes Pada Anak ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah yang tinggi.

Apakah Anda menemukan  Gejala Diabetes Pada Anak tersebut di dalam tubuh buah hati Anda? Jika Anda menemukannya, sebaiknya segera berkonsultasilah pada dokter.

 

 

Gejala Diabetes Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus – penyakit ini sendiri adalah penyakit yang berhubungan dengan hormon Anti-diretik hormon atau disingkat ADH ataupun reseptornya. Hormon ADH berperan di ginjal untuk memekatkan urin sehingga tubuh bisa mengalami keseimbangan air dan elektrolit. Jika terjadi gangguan pada produksi hormon ADH dan reseptornya maka ginjal tidak akan bekerja dengan baik sehingga produksi urinpun jadi berlebihan. Oleh karena itu, pada penderita Diabetes Insipidus sering merasa haus berlebihan (polidipsi) dan akhirnya menyebabkan pengeluaran air berupa air kemih dalam jumlah besar dan encer (poliuri).

Diabetes Insipidus jauh berbeda dengan penyakit Diabetes Melitus dan tidak memiliki hubungan apa-apa. Pada penderita Diabetes Insipidus tidak terdapat kelebihan glukosa, meski memang sama-sama memiliki gejala produksi urin yang berlebihan. Gejala Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat mengatur bagaimana menangani cairan. Biasanya, ginjal mengeluarkan cairan tubuh berlebih dari aliran darah Anda. Limbah cairan ini disimpan sementara di dalam kandung kemih Anda sebagai urin, sebelum Anda buang air kecil. Ketika sistem regulasi cairan Anda bekerja dengan benar, ginjal memproduksi sedikit urin ketika air tubuh Anda menurun, seperti melalui keringat, untuk menghemat cairan. Gejala Diabetes Insipidus

Kecuali untuk polidipsia primer, yang menyebabkan Anda untuk mempertahankan terlalu banyak air, diabetes insipidus dapat menyebabkan tubuh Anda menahan air terlalu sedikit untuk berfungsi dengan baik, dan Anda bisa mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan:

  • Mulut kering
  • Kelemahan otot
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Natrium darah (hipernatremia)
  • Penampilan cekung ke mata Anda
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Denyut jantung cepat
  • Berat badan turun

 

Terdapat dua jenis Diabetes Insipidus, yakni sebagai berikut:

  1. Diabetes Insipidus Sentral yang disebabkan oleh kekurangan produksi hormon ADH.
  2. Diabetes Insipidus Nefrogenis yang disebabkan ginjal tidak memberi respon terhadap hormon ADH sehingga hormon menjadi sangat encer dan keluar dalam jumlah banyak.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Berikut penyebab Diabetes Insipidus yang perlu Anda ketahui agar bisa lebih waspada terhadap penyakit yang sering menyebabkan rasa haus ini:

  • Terjadi kelainan fungsi pada hipotalamus sehingga menghasilkan terlalu sedikit hormon ADH.
  • Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon ADH ke dalam aliran darah.
  • Kerusakan pada hipotalamus ataupun kelenjar hipofisa karena pembedahan.
  • Terjadi cedera otak, khususnya pada bagian dasar tengkorak yang mengalami patah tulang.
  • Sarkoidos atau tuberkulosis.
  • Tumor
  • Terjadi penyumbatan arteri menuju otak atau sering disebut aneurisma.
  • Beberapa bentuk meningitis.

 

Gejala Diabetes Insipidus

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami Gejala Diabetes Insipidus atau tidak, Anda bisa melihat beberapa Gejala Diabetes Insipidus terlebih dahulu:

  • Gejala Diabetes Insipidus yang ditandai dengan rasa haus dan berkemih secara berlebihan.
  • Gejala Diabetes Insipidus penderita Diabetes Insipidus bisa mengonsumsi cairan hingga 3,8 Liter per harinya.
  • Jika penderita tidak mengonsumsi cairan sebanyak itu maka akan terjadi dehidrasi, tekanan darah rendah dan juga syok. Gejala Diabetes Insipidus
  • Berkemih berlebihan terutama pada malam hari. Gejala Diabetes Insipidus
  • Demam, kulit kering dan mengalami penurunan berat badan. Gejala Diabetes Insipidus

 

Namun tentu saja melihat Gejala Diabetes Insipidus yang disebutkan di atas tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang benar-benar mengidapnya atau tidak. Anda perlu melakukan diagnosis dengan pemeriksaan lab, antara lain:

  • Urinalisis
  • Pemeriksaan level ADH plasma
  • Pemeriksaan kadar glukosa darah untuk mendeteksi apakah kemungkinan terjadi diabetes melitus.
  • Pemeriksaan kadar elektrolit darah
  • Output urin

 

Jika sudah melihat Gejala Diabetes Insipidus di atas sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter agar segera didiagnosis dan ditangani. Dengan begitu, biasannya penyakit Diabetes Insipidus akan lebih mudah ditangani. Pengobatan Diabetes Insipidus sendiri dilakukan dengan melihat apa penyebabnya, dengan begitu Anda bisa melakukan penanganan yang lebih cepat.

 

 

Gejala Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Diabetes pada Anak

Penyakit Diabetes pada Anak

 

Penyakit Diabetes Pada Anak

Setiap orang tua dipastikan selalu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya termasuk dalam hal kesehatannya. Terlebih seorang ibu, akan melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik pada setiap anaknya.

Oleh sebab itu, salah satu Penyakit Diabetes pada Anak wajib menjadi perhatian setiap orang tua supaya anaknya tidak mengidap Penyakit Diabetes pada Anak.

Pertanyaannya, apakah diabetes juga menyerang pada anak-anak? Selama ini, penyakit diabetes memang identik dengan penyakit para lanjut usia (lansia). Ada banyak faktor yang menjadi pemicu timbulnya diabetes pada seseorang seperti gaya hidup dan juga pola makan yang tidak sehat.

Namun, dewasa ini, diabetes ternyata juga rentan menyerang anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa tren Penyakit Diabetes pada Anak mengalami peningkatan.

Adapun yang menyebabkan Penyakit Diabetes pada Anak multi-faktor yang terutama dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan yang buruk, adanya riwayat diabetes dari keluarga, obesitas, dan lainnya.

Tingginya asupan gula pada makanan anak-anak disinyalir menjadi penyebab signifikan terjadinya Penyakit Diabetes pada Anak. Lembaga kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan supaya gula yang diberikan kepada anak tidak lebih dari 10 persen dari total energi yang dikonsumsi.

Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2004, anak usia 3-5 tahun seharusnya hanya mengonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan per harinya atau setara dengan 5 sendok teh. Sedangkan pada usia 4-6 tahun jumlahnya tidak melebihi 38 gram atau 8 sendok teh.  

Tanda dan Gejala

Pada dasarnya gejala diabetes sering disebut dengan 3P yaitu Polifagi atau banyak makan, Polidipsi atau banyak minum, dan juga Poliuri atau banyak kencing. Bagi orang tua yang melihat tanda-tanda tersebut pada anak-anaknya maka jangan dianggap wajar, namun patut diwaspadai. Dan berikut merupakan tanda dan gejala Penyakit Diabetes pada Anak.

  • Sering merasa lapar
    Penyakit Diabetes pada Anak bisa ditandai dengan keadaan seringnya lapar pada anak disebabkan oleh tidak-adanya jumlah insulin yang cukup sehingga gula yang masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, organ akan mengalami kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang berlebih.
  • Penyakit Diabetes pada Anak ditandai Adanya peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil
    Kondisi demikian terjadi karena kelebihan gula dalam aliran darah anak yang membuat cairan ditarik ke jaringan. Hal tersebut kemungkinan besar akan membuat anak sering merasakan haus. Akibatnya, anak akan banyak minum dan bisa berimplikasi pada intensitas buang kecil yang lebih sering.
  • Mudah lelah dan lesu
    Hal tersebut terjadi karena sel-sel pada anak sangat minim asupan gula.
  • Penglihatannya kabur
    Penyakit Diabetes pada Anak kalau gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga akan menyebabkan kemampuan anak untuk bisa fokus menurun drastis.

Hal yang terpenting untuk menjauhkan Penyakit Diabetes pada Anak ialah pencegahan dan pengendalian. Pada dasarnya, ada banyak cara untuk menjaga supaya buah hati kesayangan Anda itu tidak terjangkit Penyakit Diabetes pada Anak yakni:

  • Berusaha mempertahankan berat badan anak yang sehat dan dianjurkan untuk tidak terlalu gemuk.
  • Dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur atau anak diberikan pengertian untuk aktif secara fisik.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin untuk mendiagnosa lebih dini kalau anak mengidap suatu penyakit tertentu, termasuk diabetes.
  • Memberikan makanan yang sehat, rendah lemak, dan rendah gula.
  • Memberikan konsumsi buah dan sayur yang cukup karena didalamnya terkandung banyak nutrisi dan antioksidan.
  • Mengurangi makanan yang manis-manis seperti gula dan permen.
  • Memperbanyak memberikan susu rendah lemak dan juga makanan berserat.
  • Memonitor tekanan darah dan gula darah pada anak secara berkala.

Tips-tips pencegahan di atas harus Anda lakukan untuk menjamin Penyakit Diabetes pada Anak tidak terjadi. Memberikan pengawasan dan pengarahan kepada anak secara konsisten memang bukanlah pekerjaan mudah karena selalu ada saja ruang dimana sang anak luput dari perhatian kedua orangtuanya, ketika main misalnya. Namun, hal tersebut perlu terus dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan Penyakit Diabetes pada Anak.

 

Penyakit Diabetes pada Anak

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

 

Selain wanita, pria juga memiliki resiko yang sama terkena diabetes. Pria juga banyak yang terkena penyakit berbahaya ini. Pada umumnya pria yang suka merokok dan minum-minuman beralkohol cenderung mudah terserang gejala Diabetes pada pria. Jika kita melihat gejala diabetes pada wanita ternyata memiliki kemiripan dengan gejala diabetes pada laki-laki. Adapun gejala Diabetes pada pria yang harus diwaspadai., antara lain rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan, penurunan berat badan yang tidak biasa, penglihatan kabur, peningkatan nafsu makan, disfungsi ereksi, penyembuhan dari luka menjadi lambat, dan kerusakan syaraf.

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

Beberapa gejala Diabetes pada pria ini seringkali dialami oleh sebagian besar pria di Indonesia. Namun karena keterbatasan pengetahuan yang dimilikinya seringkali mereka membiarkan gejala tersebut sehingga semakin bertambah parah. Padahal jika mereka memeriksakan gejala Diabetes pada pria ini sedini mungkin, maka besar kemungkinan dapat disembuhkan. Oleh karena itu Anda simak dibawah ini tentang gejala Diabetes pada pria yang harus diwaspadai.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara gejala diabetes pada wanita atau Diabetes pada pria. Namun paling tidak diketahui ada 7 gejala Diabetes pada pria yang patut Anda waspadai. Berikut ini penjelasan masing-masing gejala tersebut.

 

  1. Rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan

Pada umumnya penderita Diabetes pada pria mengalami buang air kecil secara berlebihan karena kadar gula dalam darah jumlahnya berlebih. Karena berlebih, kemudian tubuh dirangsang untuk mengeluarkan kelebihan kadar gula tersebut melalui ginjal bersama air kencing.

Biasanya penderita Diabetes pada pria buang air kecil secara berlebihan ini terjadi pada malam hari terutama sewaktu tidur malam sehingga mengurangi kualitas tidur. Hal ini disebabkan karena kadar gula dalam darah pada malam hari relatif tinggi dibandingkan siang hari.

Sedangkan gejala rasa haus yang berlebihan merupakan dampak tubuh terlalu banyak mengeluarkan urine. Namun sebenarnya hal ini merupakan usaha tubuh untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi).

Selama kadar gula dalam darah belum terkontrol baik, maka akan timbul keinginan terus-menerus minum. Sebaliknya dengan minum yang banyak akan menimbulkan hasrat untuk buang air kecil.

 

  1. Penurunan berat badan yang tidak biasa

Tanpa disadari penderita diabetes akan mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebab yang jelas.

Penderita Diabetes pada pria, turunnya berat badan disebabkan karena dibuangnya sebagian gula dalam darah ke sistem ginjal melalui urine. Padahal gula dalam darah merupakan hasil pencernaan pada makanan di dalam lambung. Akibatnya berapapun jumlah makanan yang dimakan akan sisa-sia selama insulin tidak mampu menyalurkan gula sebagai sumber energi bagi tubuh.

 

  1. Penglihatan kabur

Gangguan penglihatan kabur ini sering disebut katarak dan biasanya dialami penderita Diabetes pada pria yang sudah akut.

Katarak dapat timbul karena gula membentuk suatu lapisan yang menutupi lensa mata. Hal inilah yang menyebabkan lensa mata menjadi buram, sehingga menghambat masuknya cahaya ke bola mata dan akibatnya mengganggu penglihatan.

Gangguan ini dapat diatasi dengan cara melakukan operasi mata melalui menggantikan lensa mata yang rusak dengan lensa plastik.

 

  1. Peningkatan nafsu makan

Pada umumnya penderita Diabetes pada pria mempunyai nafsu makan yang besar, namun berat badannya tidak naik.

Adanya peningkatan nafsu makan dipicu oleh berkurangnya cadangan gula dalam tubuh meskipun kadar gula dalam darah tinggi, sehingga membuat tubuh merasa lemas seperti kurang tenaga dan akhirnya timbul keinginan untuk makan. Padahal jika diperiksa, kandungan gula dalam darahnya sudah cukup tinggi.

 

  1. Disfungsi Ereksi

Dalam jangka waktu yang lama, penderita Diabetes pada pria juga dapat mengalami resiko disfungsi ereksi, yaitu berkurangnya jumlah sperma yang dihasilkan oleh hormon testosteron. Pada kondisi akut, dapat menyebabkan impotensi.

Disfungsi ereksi ini disebabkan karena terjadinya kerusakan sel syaraf akibat diabetes. Diabetes pada pria dapat mengakibatkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel syaraf seperti pada ginjal dan alat kelamin. Jika tidak segera ditangani, maka dapat mengganggu hubungan keharmonisan rumah tangga.

 

  1. Penyembuhan dari Luka menjadi lambat

Apabila terjadi luka, seringkali penyembuhan atas luka tersebut sangat lama. Hal ini disebabkan karena berkurangnya suplai darah akibat menyempitnya pembuluh darah.

Untuk pencegahan, disarankan agar penderita Diabetes pada pria selalu menjaga dan merawat kulitnya meskipun tidak terjadi luka.

 

  1. Kerusakan Syaraf

Penderita Diabetes pada pria juga mengalami kerusakan syaraf, karena diabetes dapat merusak sistem syaraf. Rusaknya sistem syaraf mengakibatkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel syaraf seperti halnya pada mata dan ginjal. Kerusakan sel syaraf akibat diabetes disebut juga neuropati.

 

Ada tiga jenis syaraf yang dirusak oleh diabetes, yaitu kerusakan pada syaraf motorik, sensorik dan otonom.

Selain gejala Diabetes pada pria di atas, ada juga beberapa gejala yang dapat diamati secara individual seperti kelelahan, mulut kering dan sakit kepala. Hal ini disebabkan karena tubuh kekurangan oksigen untuk membakar gula menjadi energi. Berkurangnya jumlah oksigen di dalam darah disebabkan oleh menumpuknya gula di pembuluh darah sehingga alirannya melambat. Pada akhirnya jantung akan bekerja lebih keras (berdebar-debar), sakit kepala, mulut kering dan mudah merasa lelah.

Pada dasarnya gejala Diabetes pada pria di atas dapat dicegah dengan pola makan yang sehat, mengurangi makanan yang manis, menghindari rokok dan alkohol serta rajin berolahraga. Kemudian jika Anda mengalami kegemukan, segeralah diet dengan mengurangi makanan berkalori, berlemak dan manis. Dengan begitu Anda akan terhindar dari resiko terkena diabetes.

Jika Anda merasa Anda atau teman Anda memiliki gejala-gejala tersebut maka cara terbaik adalah segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan memeriksakan ke dokter, penyakit diabetes yang Anda derita dapat segera tertangani dan tidak akan bertambah parah

 

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Terjadinya diabetes ini dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ sendiri berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Yang menyebabkan terjadinya diabetes ini adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

 

Diabetes Insipidus sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Diabetes insipidus kranial. diabetes jenis ini yang paling umum terjadi. Disebabkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.
  • Diabetes Insipidus nefrogenik. diabetes jenis ini muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga bisa menyebabkan diabetes insipidus jenis ini.

 

Jika Anda mengalami gejala diabetes ini, seperti selalu merasa haus dan buang air kecil melebihi dari biasanya, sebaiknya segera temui dokter. Mungkin yang Anda alami bukan diabetes insipidus, tapi akan lebih baik untuk mengetahui penyebabnya.

Orang dewasa buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, sedangkan anak kecil melakukannya hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pastinya dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

 

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada diabetes insipidus kranial, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan pada kasus yang ringan. Untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, Anda perlu mengonsumsi air lebih banyak. Terdapat obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin. Jika memang diperlukan, Anda bisa mengonsumsi obat ini.

Sedangkan pada diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasinya adalah thiazide diuretik. Obat ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

 

Komplikasi Diabetes insipidus

Rendahnya jumlah air atau cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Jika dehidrasi yang terjadi cukup ringan, Anda bisa minum oralit untuk mengatasinya. Tapi penanganan di rumah sakit akan diperlukan jika dehidrasi yang dialami cukup parah.

 

Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment