Gejala Diabetes Pada Anak

Gejala Diabetes Pada Anak

 

Gejala Diabetes Pada Anak

Gejala Diabetes Pada Anak – Diabetes melitus merupakan penyakit keempat sebagai pemyakit mematikan setelah kanker, jantung dan stroke. Kunci utama untuk menghindari penyakit ini adalah menjaga pola makan dan olahraga secara teratur.

Istilah diabetes melitus diperoleh dari bahasa latin yang beradal dari kata Yunani, yaitu diabetes yang berarti pancuran dan melitus yang berarti madu. Jika diterjemahkan, diabetes melitus adalah pancuran madu. Istilah pancuran madu berkaitan dengan kondisi penderita yang mengeluarkan sejumlah besar urine dengan kadar gula yang tinggi.

Selanjutnya, di Indonesia dikenal dengan anam penyakit kencing gula/kencing manis karena urine (kencing) penderita sering dikerumuni semut karena tingginya kadar gula dalam urine.

Hiperglikemia terjadi ketika terlalu banyak gula dan kurang insulin di dalam aliran darah. Kadar gula darah yang terus tinggi akan mengganggu peredaran darah, merusak pembyluh darah dan alat-alat tubuh dan membuat anak peka terhadap infeksi.

Hiperglikemia terjadi pada anak yang diabetesnya tidak terdiagnosis. Ia juga bisa terjadi pada anak yang telah di diagnosis diabetes, jika terjadi ini menunjukkan adanya penyakit diabetes itu sendiri atau perlunya penyesuaian kembali dosis insulin atau pasokan makanan. Ditinjau dari sudut pertolongan pertama, hiperglikemia bukanlah keadaan medis darurat. Diperlukan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mengenali tanda dan gejalanya.

Saat ini jumlah penderita diabetes meningkat secara drastis. Bahkan anak-anak pun dapat terserang penyakit ini. Sebagian besar anak-anak menderita diabetes tipe 1 yang dapat berubah menjadi diabetes tipe 2 apabila tidak terdeteksi gejalanya secara dini.

Kadang-kadang anak yang tidak diabetes bisa menunjukkan satu atau dua gejala ini. Namun, anak yang sedang terkena diabetes atau sudah didiagnosis diabetes, tetapi kurang baik penglihatannya akan terus menerus menunjukkan beberapa gejala ini.

 

Berikut adalah Gejala Diabetes Pada Anak :

  • Mudah haus

Salah satu Gejala Diabetes Pada Anak yang umum dari penyakit diabetes pada anak adalah rasa haus yang meningkat. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan kadar gula darah. Mereka juga akan lebih suka mengonsumsi minuman dingin yang manis.

  • Sering buang air kecil

Karena mereka sering minum, maka Gejala Diabetes Pada Anak berikutnya akan sering buang air kecil.

  • Selalu lapar

Selain sering haus, anak-anak juga akan mudah lapar. Gejala Diabetes Pada Anak ini disebabkan tidak adanya insulin untuk mentransfer gula di dalam tubuh sehingga proses ini akan menghabiskan energi mereka dan membuat cepat lapar.

  • Penurunan berat badan yang tidak sehat

Meskipun sering makan, namun anak-anak yang tekena Gejala Diabetes Pada Anak akan cenderung kehilangan berat badan secara drastis.

  • Selalu lelah

Gejala Diabetes Pada Anak juga ditandai dengan mudah lelah sebab energi mereka terpakai untuk mentransfer gula ke sel tubuh.

  • Masalah penglihatan

Karena kadar gula darah cukup tinggi, maka cairan di dalam tubuh pun akan meningkat. Termasuk cairan di dalam mata mereka. Gejala Diabetes Pada Anak inilah yang kemudian dapat menyebabkan masalah penglihatan.

  • Infeksi ragi

Gejala Diabetes Pada Anak juga dapat menyebabkan infeksi ragi organ vital anak-anak terutama anak perempuan. Gejala Diabetes Pada Anak ini pulalah yang akan menyebabkan ruam popok.

  • Masalah perilaku

Gejala Diabetes Pada Anak mampu mempengaruhi perilaku anak. Mereka jadi mudah labil dan mudah merasa jengkel. Gejala Diabetes Pada Anak ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah yang tinggi.

Apakah Anda menemukan  Gejala Diabetes Pada Anak tersebut di dalam tubuh buah hati Anda? Jika Anda menemukannya, sebaiknya segera berkonsultasilah pada dokter.

 

 

Gejala Diabetes Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus – penyakit ini sendiri adalah penyakit yang berhubungan dengan hormon Anti-diretik hormon atau disingkat ADH ataupun reseptornya. Hormon ADH berperan di ginjal untuk memekatkan urin sehingga tubuh bisa mengalami keseimbangan air dan elektrolit. Jika terjadi gangguan pada produksi hormon ADH dan reseptornya maka ginjal tidak akan bekerja dengan baik sehingga produksi urinpun jadi berlebihan. Oleh karena itu, pada penderita Diabetes Insipidus sering merasa haus berlebihan (polidipsi) dan akhirnya menyebabkan pengeluaran air berupa air kemih dalam jumlah besar dan encer (poliuri).

Diabetes Insipidus jauh berbeda dengan penyakit Diabetes Melitus dan tidak memiliki hubungan apa-apa. Pada penderita Diabetes Insipidus tidak terdapat kelebihan glukosa, meski memang sama-sama memiliki gejala produksi urin yang berlebihan. Gejala Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat mengatur bagaimana menangani cairan. Biasanya, ginjal mengeluarkan cairan tubuh berlebih dari aliran darah Anda. Limbah cairan ini disimpan sementara di dalam kandung kemih Anda sebagai urin, sebelum Anda buang air kecil. Ketika sistem regulasi cairan Anda bekerja dengan benar, ginjal memproduksi sedikit urin ketika air tubuh Anda menurun, seperti melalui keringat, untuk menghemat cairan. Gejala Diabetes Insipidus

Kecuali untuk polidipsia primer, yang menyebabkan Anda untuk mempertahankan terlalu banyak air, diabetes insipidus dapat menyebabkan tubuh Anda menahan air terlalu sedikit untuk berfungsi dengan baik, dan Anda bisa mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan:

  • Mulut kering
  • Kelemahan otot
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Natrium darah (hipernatremia)
  • Penampilan cekung ke mata Anda
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Denyut jantung cepat
  • Berat badan turun

 

Terdapat dua jenis Diabetes Insipidus, yakni sebagai berikut:

  1. Diabetes Insipidus Sentral yang disebabkan oleh kekurangan produksi hormon ADH.
  2. Diabetes Insipidus Nefrogenis yang disebabkan ginjal tidak memberi respon terhadap hormon ADH sehingga hormon menjadi sangat encer dan keluar dalam jumlah banyak.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Berikut penyebab Diabetes Insipidus yang perlu Anda ketahui agar bisa lebih waspada terhadap penyakit yang sering menyebabkan rasa haus ini:

  • Terjadi kelainan fungsi pada hipotalamus sehingga menghasilkan terlalu sedikit hormon ADH.
  • Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon ADH ke dalam aliran darah.
  • Kerusakan pada hipotalamus ataupun kelenjar hipofisa karena pembedahan.
  • Terjadi cedera otak, khususnya pada bagian dasar tengkorak yang mengalami patah tulang.
  • Sarkoidos atau tuberkulosis.
  • Tumor
  • Terjadi penyumbatan arteri menuju otak atau sering disebut aneurisma.
  • Beberapa bentuk meningitis.

 

Gejala Diabetes Insipidus

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami Gejala Diabetes Insipidus atau tidak, Anda bisa melihat beberapa Gejala Diabetes Insipidus terlebih dahulu:

  • Gejala Diabetes Insipidus yang ditandai dengan rasa haus dan berkemih secara berlebihan.
  • Gejala Diabetes Insipidus penderita Diabetes Insipidus bisa mengonsumsi cairan hingga 3,8 Liter per harinya.
  • Jika penderita tidak mengonsumsi cairan sebanyak itu maka akan terjadi dehidrasi, tekanan darah rendah dan juga syok. Gejala Diabetes Insipidus
  • Berkemih berlebihan terutama pada malam hari. Gejala Diabetes Insipidus
  • Demam, kulit kering dan mengalami penurunan berat badan. Gejala Diabetes Insipidus

 

Namun tentu saja melihat Gejala Diabetes Insipidus yang disebutkan di atas tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang benar-benar mengidapnya atau tidak. Anda perlu melakukan diagnosis dengan pemeriksaan lab, antara lain:

  • Urinalisis
  • Pemeriksaan level ADH plasma
  • Pemeriksaan kadar glukosa darah untuk mendeteksi apakah kemungkinan terjadi diabetes melitus.
  • Pemeriksaan kadar elektrolit darah
  • Output urin

 

Jika sudah melihat Gejala Diabetes Insipidus di atas sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter agar segera didiagnosis dan ditangani. Dengan begitu, biasannya penyakit Diabetes Insipidus akan lebih mudah ditangani. Pengobatan Diabetes Insipidus sendiri dilakukan dengan melihat apa penyebabnya, dengan begitu Anda bisa melakukan penanganan yang lebih cepat.

 

 

Gejala Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Diabetes pada Anak

Penyakit Diabetes pada Anak

 

Penyakit Diabetes Pada Anak

Setiap orang tua dipastikan selalu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya termasuk dalam hal kesehatannya. Terlebih seorang ibu, akan melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik pada setiap anaknya.

Oleh sebab itu, salah satu Penyakit Diabetes pada Anak wajib menjadi perhatian setiap orang tua supaya anaknya tidak mengidap Penyakit Diabetes pada Anak.

Pertanyaannya, apakah diabetes juga menyerang pada anak-anak? Selama ini, penyakit diabetes memang identik dengan penyakit para lanjut usia (lansia). Ada banyak faktor yang menjadi pemicu timbulnya diabetes pada seseorang seperti gaya hidup dan juga pola makan yang tidak sehat.

Namun, dewasa ini, diabetes ternyata juga rentan menyerang anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa tren Penyakit Diabetes pada Anak mengalami peningkatan.

Adapun yang menyebabkan Penyakit Diabetes pada Anak multi-faktor yang terutama dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan yang buruk, adanya riwayat diabetes dari keluarga, obesitas, dan lainnya.

Tingginya asupan gula pada makanan anak-anak disinyalir menjadi penyebab signifikan terjadinya Penyakit Diabetes pada Anak. Lembaga kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan supaya gula yang diberikan kepada anak tidak lebih dari 10 persen dari total energi yang dikonsumsi.

Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2004, anak usia 3-5 tahun seharusnya hanya mengonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan per harinya atau setara dengan 5 sendok teh. Sedangkan pada usia 4-6 tahun jumlahnya tidak melebihi 38 gram atau 8 sendok teh.  

Tanda dan Gejala

Pada dasarnya gejala diabetes sering disebut dengan 3P yaitu Polifagi atau banyak makan, Polidipsi atau banyak minum, dan juga Poliuri atau banyak kencing. Bagi orang tua yang melihat tanda-tanda tersebut pada anak-anaknya maka jangan dianggap wajar, namun patut diwaspadai. Dan berikut merupakan tanda dan gejala Penyakit Diabetes pada Anak.

  • Sering merasa lapar
    Penyakit Diabetes pada Anak bisa ditandai dengan keadaan seringnya lapar pada anak disebabkan oleh tidak-adanya jumlah insulin yang cukup sehingga gula yang masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, organ akan mengalami kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang berlebih.
  • Penyakit Diabetes pada Anak ditandai Adanya peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil
    Kondisi demikian terjadi karena kelebihan gula dalam aliran darah anak yang membuat cairan ditarik ke jaringan. Hal tersebut kemungkinan besar akan membuat anak sering merasakan haus. Akibatnya, anak akan banyak minum dan bisa berimplikasi pada intensitas buang kecil yang lebih sering.
  • Mudah lelah dan lesu
    Hal tersebut terjadi karena sel-sel pada anak sangat minim asupan gula.
  • Penglihatannya kabur
    Penyakit Diabetes pada Anak kalau gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga akan menyebabkan kemampuan anak untuk bisa fokus menurun drastis.

Hal yang terpenting untuk menjauhkan Penyakit Diabetes pada Anak ialah pencegahan dan pengendalian. Pada dasarnya, ada banyak cara untuk menjaga supaya buah hati kesayangan Anda itu tidak terjangkit Penyakit Diabetes pada Anak yakni:

  • Berusaha mempertahankan berat badan anak yang sehat dan dianjurkan untuk tidak terlalu gemuk.
  • Dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur atau anak diberikan pengertian untuk aktif secara fisik.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin untuk mendiagnosa lebih dini kalau anak mengidap suatu penyakit tertentu, termasuk diabetes.
  • Memberikan makanan yang sehat, rendah lemak, dan rendah gula.
  • Memberikan konsumsi buah dan sayur yang cukup karena didalamnya terkandung banyak nutrisi dan antioksidan.
  • Mengurangi makanan yang manis-manis seperti gula dan permen.
  • Memperbanyak memberikan susu rendah lemak dan juga makanan berserat.
  • Memonitor tekanan darah dan gula darah pada anak secara berkala.

Tips-tips pencegahan di atas harus Anda lakukan untuk menjamin Penyakit Diabetes pada Anak tidak terjadi. Memberikan pengawasan dan pengarahan kepada anak secara konsisten memang bukanlah pekerjaan mudah karena selalu ada saja ruang dimana sang anak luput dari perhatian kedua orangtuanya, ketika main misalnya. Namun, hal tersebut perlu terus dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan Penyakit Diabetes pada Anak.

 

Penyakit Diabetes pada Anak

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

 

Selain wanita, pria juga memiliki resiko yang sama terkena diabetes. Pria juga banyak yang terkena penyakit berbahaya ini. Pada umumnya pria yang suka merokok dan minum-minuman beralkohol cenderung mudah terserang gejala Diabetes pada pria. Jika kita melihat gejala diabetes pada wanita ternyata memiliki kemiripan dengan gejala diabetes pada laki-laki. Adapun gejala Diabetes pada pria yang harus diwaspadai., antara lain rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan, penurunan berat badan yang tidak biasa, penglihatan kabur, peningkatan nafsu makan, disfungsi ereksi, penyembuhan dari luka menjadi lambat, dan kerusakan syaraf.

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

Beberapa gejala Diabetes pada pria ini seringkali dialami oleh sebagian besar pria di Indonesia. Namun karena keterbatasan pengetahuan yang dimilikinya seringkali mereka membiarkan gejala tersebut sehingga semakin bertambah parah. Padahal jika mereka memeriksakan gejala Diabetes pada pria ini sedini mungkin, maka besar kemungkinan dapat disembuhkan. Oleh karena itu Anda simak dibawah ini tentang gejala Diabetes pada pria yang harus diwaspadai.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara gejala diabetes pada wanita atau Diabetes pada pria. Namun paling tidak diketahui ada 7 gejala Diabetes pada pria yang patut Anda waspadai. Berikut ini penjelasan masing-masing gejala tersebut.

 

  1. Rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan

Pada umumnya penderita Diabetes pada pria mengalami buang air kecil secara berlebihan karena kadar gula dalam darah jumlahnya berlebih. Karena berlebih, kemudian tubuh dirangsang untuk mengeluarkan kelebihan kadar gula tersebut melalui ginjal bersama air kencing.

Biasanya penderita Diabetes pada pria buang air kecil secara berlebihan ini terjadi pada malam hari terutama sewaktu tidur malam sehingga mengurangi kualitas tidur. Hal ini disebabkan karena kadar gula dalam darah pada malam hari relatif tinggi dibandingkan siang hari.

Sedangkan gejala rasa haus yang berlebihan merupakan dampak tubuh terlalu banyak mengeluarkan urine. Namun sebenarnya hal ini merupakan usaha tubuh untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi).

Selama kadar gula dalam darah belum terkontrol baik, maka akan timbul keinginan terus-menerus minum. Sebaliknya dengan minum yang banyak akan menimbulkan hasrat untuk buang air kecil.

 

  1. Penurunan berat badan yang tidak biasa

Tanpa disadari penderita diabetes akan mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebab yang jelas.

Penderita Diabetes pada pria, turunnya berat badan disebabkan karena dibuangnya sebagian gula dalam darah ke sistem ginjal melalui urine. Padahal gula dalam darah merupakan hasil pencernaan pada makanan di dalam lambung. Akibatnya berapapun jumlah makanan yang dimakan akan sisa-sia selama insulin tidak mampu menyalurkan gula sebagai sumber energi bagi tubuh.

 

  1. Penglihatan kabur

Gangguan penglihatan kabur ini sering disebut katarak dan biasanya dialami penderita Diabetes pada pria yang sudah akut.

Katarak dapat timbul karena gula membentuk suatu lapisan yang menutupi lensa mata. Hal inilah yang menyebabkan lensa mata menjadi buram, sehingga menghambat masuknya cahaya ke bola mata dan akibatnya mengganggu penglihatan.

Gangguan ini dapat diatasi dengan cara melakukan operasi mata melalui menggantikan lensa mata yang rusak dengan lensa plastik.

 

  1. Peningkatan nafsu makan

Pada umumnya penderita Diabetes pada pria mempunyai nafsu makan yang besar, namun berat badannya tidak naik.

Adanya peningkatan nafsu makan dipicu oleh berkurangnya cadangan gula dalam tubuh meskipun kadar gula dalam darah tinggi, sehingga membuat tubuh merasa lemas seperti kurang tenaga dan akhirnya timbul keinginan untuk makan. Padahal jika diperiksa, kandungan gula dalam darahnya sudah cukup tinggi.

 

  1. Disfungsi Ereksi

Dalam jangka waktu yang lama, penderita Diabetes pada pria juga dapat mengalami resiko disfungsi ereksi, yaitu berkurangnya jumlah sperma yang dihasilkan oleh hormon testosteron. Pada kondisi akut, dapat menyebabkan impotensi.

Disfungsi ereksi ini disebabkan karena terjadinya kerusakan sel syaraf akibat diabetes. Diabetes pada pria dapat mengakibatkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel syaraf seperti pada ginjal dan alat kelamin. Jika tidak segera ditangani, maka dapat mengganggu hubungan keharmonisan rumah tangga.

 

  1. Penyembuhan dari Luka menjadi lambat

Apabila terjadi luka, seringkali penyembuhan atas luka tersebut sangat lama. Hal ini disebabkan karena berkurangnya suplai darah akibat menyempitnya pembuluh darah.

Untuk pencegahan, disarankan agar penderita Diabetes pada pria selalu menjaga dan merawat kulitnya meskipun tidak terjadi luka.

 

  1. Kerusakan Syaraf

Penderita Diabetes pada pria juga mengalami kerusakan syaraf, karena diabetes dapat merusak sistem syaraf. Rusaknya sistem syaraf mengakibatkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel syaraf seperti halnya pada mata dan ginjal. Kerusakan sel syaraf akibat diabetes disebut juga neuropati.

 

Ada tiga jenis syaraf yang dirusak oleh diabetes, yaitu kerusakan pada syaraf motorik, sensorik dan otonom.

Selain gejala Diabetes pada pria di atas, ada juga beberapa gejala yang dapat diamati secara individual seperti kelelahan, mulut kering dan sakit kepala. Hal ini disebabkan karena tubuh kekurangan oksigen untuk membakar gula menjadi energi. Berkurangnya jumlah oksigen di dalam darah disebabkan oleh menumpuknya gula di pembuluh darah sehingga alirannya melambat. Pada akhirnya jantung akan bekerja lebih keras (berdebar-debar), sakit kepala, mulut kering dan mudah merasa lelah.

Pada dasarnya gejala Diabetes pada pria di atas dapat dicegah dengan pola makan yang sehat, mengurangi makanan yang manis, menghindari rokok dan alkohol serta rajin berolahraga. Kemudian jika Anda mengalami kegemukan, segeralah diet dengan mengurangi makanan berkalori, berlemak dan manis. Dengan begitu Anda akan terhindar dari resiko terkena diabetes.

Jika Anda merasa Anda atau teman Anda memiliki gejala-gejala tersebut maka cara terbaik adalah segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan memeriksakan ke dokter, penyakit diabetes yang Anda derita dapat segera tertangani dan tidak akan bertambah parah

 

Diabetes pada pria yang harus diwaspadai

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Terjadinya diabetes ini dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ sendiri berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Yang menyebabkan terjadinya diabetes ini adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

 

Diabetes Insipidus sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Diabetes insipidus kranial. diabetes jenis ini yang paling umum terjadi. Disebabkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.
  • Diabetes Insipidus nefrogenik. diabetes jenis ini muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga bisa menyebabkan diabetes insipidus jenis ini.

 

Jika Anda mengalami gejala diabetes ini, seperti selalu merasa haus dan buang air kecil melebihi dari biasanya, sebaiknya segera temui dokter. Mungkin yang Anda alami bukan diabetes insipidus, tapi akan lebih baik untuk mengetahui penyebabnya.

Orang dewasa buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, sedangkan anak kecil melakukannya hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pastinya dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

 

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada diabetes insipidus kranial, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan pada kasus yang ringan. Untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, Anda perlu mengonsumsi air lebih banyak. Terdapat obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin. Jika memang diperlukan, Anda bisa mengonsumsi obat ini.

Sedangkan pada diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasinya adalah thiazide diuretik. Obat ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

 

Komplikasi Diabetes insipidus

Rendahnya jumlah air atau cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Jika dehidrasi yang terjadi cukup ringan, Anda bisa minum oralit untuk mengatasinya. Tapi penanganan di rumah sakit akan diperlukan jika dehidrasi yang dialami cukup parah.

 

Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah Diabetes

Mencegah Diabetes

Mencegah Diabetes

Gejala Penyakit Diabetes

Mencegah Diabetes | Gejala awal dari penyakit diabetes ditandai dengan meningkatnya kadar gula di dalam darah akibatnya terjadinya gangguan sistem metabolisme di dalam tubuh. Adapun gejala lainnya yang sering muncul adalah:

  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar
  • Sering kencing
  • Berat badan menurun
  • Penglihatan kabur
  • Luka lama sembuh
  • Mudah terjadi infeksi pada kuit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
  • Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
  • Badan terasa lemah
  • Mudah mengantuk

 

Mencegah Diabetes Gejala-gejala diatas seing dijumpai, tapi pada sebagian orang tidak jumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan cara Mencegah Diabetes dengan pemeriksaan darah di laboratorium.

 

Mencegah Diabetes | Seringkali orang yang menderita diabetes sama sekali tidak menyadari jika terkena penyakit ini. Hampir semua gejala yang sering dirasakan terlalu diremehkan sehingga diabetes tidak bisa dicegah. Pada dasarnya diabetes bisa dicegah sejak awal jika memang disadari oleh penderita. Untuk Mencegah  Diabetes agar tidak diabetes sebaiknya orang yang termasuk dalam resiko tinggi juga harus waspada. Berikut ini adalah beberapa resiko tinggi terkena diabetes.

  • Orang yang memiliki berat badan berlebih atau masuk dalam katergori obesitas.
  • Orang yang memiliki keturunan atau riwayat diabetes dalam keluarga.
  • Orang yang menderita beberapa penyakit seperti darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung.
  • Orang dewasa yang sudah berusia lebih dari 45 tahun dan memiliki riwayat tinggi kolesterol dan hipertensi.
  • Orang yang sudah pernah menjalani tes gula darah dan termasuk dalam kategori pra diabetes atau dengan gejala diabetes.
  • Orang yang menderita penyakit resistensi insulin atau ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan insulin.

 

Diabates biasanya terjadi setelah melalui beberapa tahapan termasuk ketika penderita masuk dalam tahap pre diabetes. Mencegah Diabetes dengan cara Pemeriksaan kadar gula darah secara teratur bisa menjadi usaha pencegahan yang sangat baik. Kadar gula darah yang normal adalah sekitar 70 – 100 mg/dl (dengan pemeriksaan setelah puasa selama 8 jam) dan < 140 mg/dl (pemeriksaan dua jam setelah makan). Dibawah ini adalah beberapa tips penting untuk Mencegah Diabetes (bagi orang yang memiliki kadar gula darah normal dan pra diabetes). Berikut adalah cara Mencegah Diabetes

 

  • Berhenti Merokok.

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok maka sebaiknya berhenti mulai sekarang. Bahaya merokok selain menjadi penyebab diabetes juga dapat menimbulkan ratusan penyakit paling mematikan di dunia lainnya.

 

  • Berhenti Minum Alkohol.

Alkohol adalah salah satu pemicu beberapa jenis penyakit dalam tubuh seperti jantung, stroke, kanker hati dan beberapa jenis penyakit lain. Karena itulah bahaya alkohol bisa meningkatkan potensi diabetes. Cara Mencegah Diabetes.

 

  • Hindari Terlalu Sering Konsumsi Minuman Manis

Minuman manis yang mengandung gula dan bahan pemanis lain telah meningkatkan resiko diabetes. Minuman manis memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber tenaga tapi dalam jumlah yang kecil..

 

  • Konsumsi Lemak Tak Jenuh Ganda

Lemak ini dapat membantu tubuh dalam mencegah diabetes. Sementara jenis minyak trans seperti minyak sawit dan margarin akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan meningkatkan resiko diabetes.

 

  • Konsumsi Makanan Berserat

Makanan yang mengandung serat akan membuat sistem metabolisme dalam tubuh berjalan lebih lancar. Organ pencernaan bisa bekerja secara maksimal dan zat-zat penting yang berasal dari makanan bisa digunakan oleh tubuh dengan cepat. Makanan berserat juga bisa menurunkan resiko penyakit jantung dan menjaga organ pencernaan. Dengan cara ini maka resiko diabetes akan menjadi lebih rendah. beberapa makanan berserat antara lain adalah sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, dan biji-bijian.

 

  • Berolahraga secara rutin

Ada banyak olahraga yang membakar kalori super banyak yang dapat anda manfaatkan untuk mencegah terjadinya diabetes dan  memperkecil risiko tersebut.

 

Mencegah Diabetes | Diabetes masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan bagi semua orang. Diabetes bisa meningkatkan beberapa resiko penyakit lain sehingga terkadang penderita merasa sangat depresi. Hidup sehat dengan menghindari semua resiko diabetes akan memberikan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Selain itu penting bagi semua orang untuk memeriksa kadar gula darah secara berkala.

 

 

Mencegah Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil

Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil

 

Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil atau disebut juga dengan Diabetes Gestational adalah suatu bentuk diabetes yang terjadi untuk pertama kalinya ketika seorang wanita hamil. Jenis diabetes ini disebabkan oleh perubahan dalam cara tubuh wanita merespon hormon insulin selama kehamilannya. Hasil Perubahan kadar gula darah, juga dikenal sebagai glukosa darah.

Diabetes MelitusPada Ibu Hamil

Diabetes MelitusPada Ibu Hamil

Diabetes melitus pada ibu hamil mempengaruhi sekitar 18 persen wanita selama kehamilan. Hal ini penting untuk mendiagnosa dan mengobati kehamilan diabetes untuk menghindari komplikasi kesehatan untuk Anda dan bayi Anda. diabetes gestasional sangat penting untuk kesehatan Anda dan kesehatan bayi Anda.

Risiko diabetes melitus pada ibu hamil memang cukup tinggi. Kenali gejalanya sedini mungkin agar dapat diatasi dengan tepat dan tidak meninggalkan risiko pada janin Anda. Diabetes melitus pada ibu hamil dapat didiagnosis dengan 2 pemeriksaan, yaitu gula darah puasa dan gula darah sewaktu (2 jam setelah makan). Batasan gula darah puasa 100 mg/dl, dan batasan gula darah sewaktu 140 mg/dl. Lebih dari itu digolongkan diabetes.

Diabetes melitus pada ibu hamil muncul akibat dari kehamilan itu sendiri. Insulin yang diproduksi oleh tubuh ibu hamil harus dibagi dengan si calon bayi, sehingga jumlahnya tidak mencukupi untuk menetralkan kadar gula darah. Detailnya, perubahan hormonal yang terjadi pada kehamilan karena adanya peningkatan hormon yang dihasilkan oleh plasenta (laktogen plasental human, estrogen, progesteron, kortisol, dan prolaktin) akan menghambat kerja dari insulin. Padahal guna dari kerja insulin adalah untuk menurunkan kadar gula darah. Akibat tidak bekerjanya insulin, maka kadar gula darah akan meningkat sehingga terjadilah diabetes melitus pada ibu hamil.

Untungnya kadar gula darah ibu hamil biasanya akan kembali normal dengan sendirinya setelah bersalin. Meski pada sebagian ibu hamil, kondisi ini bisa menetap hingga setelah melahirkan. Di Indonesia, kasus diabetes pada ibu hamil terjadi pada sekitar 1,9-3,6 % wanita hamil. Sekitar 40-60 % wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional berlanjut menjadi diabetes melitus atau gangguan toleransi glukosa.

Gejala Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil

Kenali gejalanya sedini mungkin agar dapat diatasi dengan tepat dan tidak meninggalkan risiko pada janin Anda. Diabetes melitus pada ibu hamil dapat didiagnosis dengan 2 pemeriksaan, yaitu gula darah puasa dan gula darah sewaktu (2 jam setelah makan). Batasan gula darah puasa 100 mg/dl, dan batasan gula darah sewaktu 140 mg/dl. Lebih dari itu digolongkan diabetes.Kenali gejalanya sedini mungkin. Sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan. Karena diabetes melitus pada ibu hamil bisa berpengaruh terhadap janin.

Waspadai jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  • Banyak kencing (poliuria).
  • Banyak minum (polidipsia).
  • Banyak makan (polifagia).
  • Berat badan turun drastis.

Keluhan yang sering dihubungkan dengan diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, kesemutan. Jika gejala-gejala tersebut ternyata memang Anda rasakan saat hamil, segera periksakan ke dokter.Mungkin saja anda terkena diabetes melitus pada ibu hamil.

Ibu hamil penderita diabetes memang cukup berisiko dalam kehamilannya, sehingga harus benar-benar menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan tersebut harus rutin dilakukan untuk mengontrol stabilnya gula darah dalam tubuh selama kehamilan. Karena, pada ibu hamil yang menderita diabetes, biasanya gula darahnya akan sulit terkontrol. Jika gula darah pada ibu hamil tidak terkontrol, yakni gula darah tinggi maupun rendah, bisa berdampak buruk pada ibu maupun janin yang dikandungnya.

Diabetes melitus pada ibu hamil biasanya cenderung mengalami infeksi, yakni infeksi vaginal, infeksi saluran kemih, dan infeksi nifas. Dalam buku ini juga disebutkan bahwa kehamilan dengan diabetes cenderung lambat dalam penyembuhan luka, selanjutnya 25% kehamilan dengan diabetes akan mengalami pre-eklampsia.Di masa kehamilan pula, wanita hamil yang memiliki riwayat diabetes, namun memiliki kondisi yang baik dengan gula darah terkendali, bisa menjadi diabetes yang tidak terkendali di masa kehamilan. Begitu pula dengan diabetes gestasional yang dapat menjadi diabet berat dan sulit dikendalikan di masa kehamilan. Jaga kesehatan calon ibu dan anak Anda dengan menjaga pola hidup sehat. Semoga bermanfaat.

Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri Ciri Diabetes Usia Muda

Ciri Ciri Diabetes Usia Muda

 

Ciri Ciri Diabetes, Diabetes atau yang lebih dikenal orang dengan nama penyakit kencing manis atau penyakit gula merupakan penyakit yang disebabkan karena terjadinya kelainan pada proses metabolisme tubuh yang disebabkan karena banyak faktor. Penyakit ini muncul karena kadar glukosa yang berlebihan pada dalam darah sehingga menyebabkan insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan baik karena tidak mampu memecah glukosa.

Ciri Ciri Diabetes Usia Muda

Ciri Ciri Diabetes Usia Muda

Penyakit diabetes ini terdiri dari 2 tipe, yakni diabetes tipe 1 yang biasanya disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu menghasilkan insulin atau menggunakan glukosa yang disebabkan karena sel penghasil insulin hancur karena adanya virus dan diabetes tipe 2 yang pada umumnya masih mampu menghasilkan insulin di pankreas. Akan tetapi ada kalanya insulin tidak dapat bekerja seperti biasanya yang biasa dikenal dengan insulin Resistance. Untuk diabetes tipe 1 ini biasanya menyerang mereka yang umurnya di bawah 40 tahun khusunya anak-anak, sedangkan diabetes tipe 2 biasanya menyerang mereka yang berumur lebih dari 40 tahun.

Ciri Ciri Diabetes Melitus

Berikut adalah beberapa ciri ciri diabetes melitus di usia muda yang harus Anda ketahui dan waspadai, antara lain :

  1. Poliuri Atau Kerap Buang Air Kecil

Ciri ciri diabetes ini dapat jadi kerap bila terlampau banyak glukosa didalam darah. bila insulin tak ada atau sedikit maka ginjal tidak dapat menyaring glukosa untuk kembali ke darah. lantas ginjal dapat menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan glukosa. perihal ini yang menjadikan kandung kemih penuh serta orang lantas kerap sekali pipis.

  1. Polidipsi Atau Kerap Jadi Haus

Ciri ciri diabetes selanjutnya adalah Dikarenakan kerap buang air kecil, anda dapat jadi seringkali haus, dikarenakan sistem penghancuran glukosa yang sukar sekali maka air didalam darah tersedot untuk menghancurkannya. hingga seseorang butuh minum semakin banyak untuk menukar air yang hilang.

  1. Berat Badan Turun Cepat

Ciri ciri diabetes yaitu penurunan berat badan. Pankreas berhenti memproduksi insulin akibat serangan virus pada beberapa sel pankreas atau respons autoimun. mengakibatkan tubuh sukar melacak sumber daya dikarenakan beberapa sel tidak beroleh glukosa hingga memecah jaringan otot serta lemak untuk daya hingga berat badan terus berkurang. Pada pasien diabetes jenis 2 (faktor pergantian pola hidup), penurunan berat badan berlangsung dengan bertahap dengan peningkatan resistensi insulin hingga penurunan berat badan tidak demikian tampak.

  1. Polifagi Atau Sering Jadi Lemah Serta Gampang Kelelahan

Ciri ciri diabetes ini dikarenakan produksi glukosa terhalang hingga beberapa sel makanan dari glukosa yang perlunya didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk bikin daya lantas tidak jalan. dikarenakan sel daya tidak memperoleh konsumsi hingga orang dapat jadi akan cepat capek.

  1. Kerap Kesemutan Di Kaki Serta Tangan

Ciri ciri diabetes ini dimaksud neuropati. berlangsung dengan bertahap dikarenakan glukosa didalam darah tinggi serta mengakibatkan kerusakan sistem saraf. orang-orang kerap tidak mengerti bahwa itu di antara tandanya. situasi gula darah tinggi kemungkinan sudah berlangsung satu tahun lebih sebelum saat diagnosa. rusaknya saraf bisa menyebar tanpa diketahui.

  1. Warna Kulit Menjadi Gelap

Salah satu ciri ciri diabetes adalah muculnya bintik-bintik gelap pada kulit, biasanya bintik-bintik ini terjadi pada sekitar leher. Penggelapan ini terjadi akibat insulin yang direspon oleh tubuh sehingga banyak menghasilkan pigmen.

  1. Luka Pada Tubuh Yang Lama Sembuh

Salah satu cara yang mudah untuk mengenali ciri ciri diabetes seseorang adalah dengan melihat luka pada tubuh. Tentunya gejala sembuhnya luka dalam waktu yang lama disbanding biasanya, ini mengindikasikan bahwa mungkin saja seseorang terkena diabetes.

  1. Penglihatan Yang Semakin Lemah

Salah satu ciri ciri diabetes adalah penglihatan yang semakin melemah. Jika penglihatan seseorang semakin kabur, maka penglihatan akan menjadi tidak fokus. Penyebabnya terjadi karena tingkat glukosa dalam darah meningkat. Kemudian glukosa tersebut akan meningkat disekitar lensa yang pada akhirnya pengihatan akan sering tidak focus.

  1. Menurunnya Fungsi Saraf

Salah satu ciri ciri diabetes lainnya adalah menurunnya fungsi saraf yang akhirnya menimbulkan rasa sakit pada tungkai kaki, sering merasa kesemutan juga salah satunya. Tentunya kita harus waspada jika fungsi saraf menurun apalagi jika kaki tidak merasa sakit jika tertusuk jarum.

Lakukan pemeriksaan dini pada tubuh, tidak perlu menunggu hingga timbul ciri ciri diabetes melitus seperti diatas. Karena dengan dilakukan diagnosis dini, dokter dan pasien dapat menanggulangi diabetes melitus dengan baik agar kita mampu mencegah tersebut sebaik-baiknya. Lebih baik mencegah dari pada mengobati Diabetes.

Untuk mengobati dan mencegah ciri ciri diabetes melitus di usia muda, Anda bisa mencegah ciri ciri diabetes dan mengobati nya dengan mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Ciri Ciri Diabetes Usia Muda

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Diabetes Pada Pria

Penyakit Diabetes Pada Pria

 

Penyakit Diabetes Pada Pria, Penyakit diabetes merupakan penyakit yang berbahaya dan pastinya harus segera diobati dan ditangani dengan benar, jangan pernah menganggap remeh penyakit diabetes karena penyakit ini bisa membuat seseorang terkena stroke dan pastinya bisa menghilangkan nyawa seseorang.

Penyakit Diabetes Pada Pria

Penyakit Diabetes Pada Pria

Selain wanita, pria juga memiliki resiko yang sama terkena penyakit diabetes. Pria juga banyak yang terkena penyakit berbahaya ini. Pada umumnya pria yang suka merokok dan minum-minuman beralkohol cenderung mudah terserang gejala penyakit diabetes. Jika kita melihat gejala penyakit diabetes pada wanita ternyata memiliki kemiripan dengan gejala diabetes pada laki-laki. Adapun gejala penyakit diabetes pada laki-laki tersebut yang harus diwaspadai, antara lain rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan, penurunan berat badan yang tidak biasa, penglihatan kabur, peningkatan nafsu makan, disfungsi ereksi, penyembuhan dari luka menjadi lambat, dan kerusakan syaraf.

Penyakit diabetes terdiri dari dua kategori, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Pada penyakit diabetes tipe 1, tingkat insulin tidak diproduksi secara alami karena terjadinya kerusakan sel-sel pankreas dalam tubuh. Sementara dalam diabetes tipe 2, sel-sel tubuh tidak mampu merespon hormon anti-diuretik, ini juga dapat menurunkan insulin dalam tubuh.

Tipe 2 umumnya dianggap sangat berbahaya dan bias berakibat fatal bagi kesehatan Anda, sedangkan tipe 1 masih dapat disembuhkan. Karenanya sangat penting untuk mengenali gejala penyakit diabetes, khususnya pada pria. Karena dengan mengidentifikasi secara dini sehingga bisa mendapatkan pengobatan dini.

Berikut adalah gejala-gejala penyakit diabetes pada pria yang bisa berbeda dengan wanita, antara lain :

  1. Sering Haus Dan Tidak Bisa Menahan Untuk Buang Air Kecil

Ini adalah salah satu gejala yang paling umum dari penyakit diabetes pada pria. Mereka akan merasa haus sangat sering dan bahkan tidak bisa menahan untuk buang air kecil yang terlalu sering. Sering buang air kecil atau poliuria karena kadar glukosa meningkat dimana ginjal tidak dapat menyaringnya. Sementara frekuensi buang air kecil menyebabkan dehidrasi yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan atau polidipsia pada pria.

  1. Penyembuhan Dari Luka Menjadi Lambat

Apabila terjadi luka, seringkali penyembuhan atas luka tersebut sangat lama. Hal ini disebabkan karena berkurangnya suplai darah akibat menyempitnya pembuluh darah. Untuk pencegahan, disarankan agar penderita diabetes selalu menjaga dan merawat kulitnya meskipun tidak terjadi luka.

  1. Berat Badan Turun Berlebih Dan Sering Merasa Lelah

Gejala awal diabetes pada pria adalah penurunan berat badan yang berlebihan dengan rasa kelelahan yang terlalu sering. Alasan utama penurunan berat badan pada diabetes adalah ketidakmampuan untuk menyerap dan memanfaatkan kadar glukosa dalam tubuh Anda. Ketidakmampuan ini tidak hanya menyebabkan penurunan berat badan tetapi juga kelelahan pada tubuh yang berlebihan.

  1. Kerusakan Sistem Saraf

Kerusakan sistem saraf adalah salah satu gejala awal diabetes pada pria Peningkatan konsisten kadar glukosa dalam tubuh Anda menyebabkan kerusakan saraf, khususnya mereka yang termasuk sistem saraf perifer. Dengan kata lain, laki-laki menderita neuropati diabetes. Ini akan menghasilkan efek kesemutan di saraf bersama dengan mati rasa kaki dan organ tubuh lain yang terkait.

  1. Gangguan Penglihatan

Ini juga menjadi keluhan umum dari pria yang menderita diabetes. Dalam kondisi diabetes, kadar gula darah tinggi cenderung merusak retina dan penghlihatan.

  1. Peningkatan Nafsu Makan

Pada umumnya penderita diabetes mempunyai nafsu makan yang besar, namun berat badannya tidak naik. Adanya peningkatan nafsu makan dipicu oleh berkurangnya cadangan gula dalam tubuh meskipun kadar gula dalam darah tinggi, sehingga membuat tubuh merasa lemas seperti kurang tenaga dan akhirnya timbul keinginan untuk makan. Padahal jika diperiksa, kandungan gula dalam darahnya sudah cukup tinggi.

  1. Disfungsi Ereksi

Ini juga menjadi tanda hejala awal diabetes pada pria. Karena diabetes menyebabkan kerusakan saraf dekat daerah penis akibat tingginya glukosa yang cenderung menumpuk di bagian ini. Karenanya pria dapat mengalami disfungsi ereksi.

Untuk mencegah penyakit diabetes Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus / Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyakit Diabetes Pada Pria

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Diabetes

Faktor Risiko Diabetes

 

Faktor Risiko Diabetes, Diabetes adalah satu dari sekian banyak penyakit yang berbahaya, diabetes terkenal pula dengan sebutan kencing manis. Diabetes adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya, defisiensi transporter glukosa atau akibat dari seluruhnya.

Faktor Risiko Diabetes

Faktor Risiko Diabetes

Ada beberapa faktor resiko penyakit diabetes melitus yang harus mendapatkan perhatian serius untuk Anda bisa terhindar dari penyakit yang bisa dibilang sangat mematikan ini. Keberadan beberapa faktor resiko diabetes di bawah ini pada diri Anda, akan menjadikan Anda memiliki peluang yang sangat besar untuk Anda terserang penyakit ini.Segera lakukan perbaikan pada pola hidup Anda apabila ada salah satu faktor risiko diabetes di bawah ini :

  1. Riwayat Keluarga Faktor Risiko Diabetes

Faktor keturunan atau genetik punya kontribusi yang tidak bisa diremeh untuk seseorang terserang penyakit diabetes. Menghilangkan faktor genetik sangatlah sulit. Yang bisa dilakukan untuk seseorang bisa terhindar dari penyakit diabetes melitus karena sebab genetik adalah dengan memperbaiki pola hidup dan pola makan. Dengan memperbaiki pola makan dan pola hidup insya Allah Anda akan terhindar dari penyakit yang mengerikan ini.

  1. Obesitas Atau Kegemukan Faktor Risiko Diabetes

Kegemukan bisa menyebabkan tubuh seseorang mengalami resistensi terhadap hormon insulin, faktor risiko diabetes. Sel-sel tubuh bersaing ketat dengan jaringan lemak untuk menyerap insulin. Akibatnya organ pankreas akan dipacu untuk memproduksi insulin sebanyak-banyaknya sehingga menjadikan organ ini menjadi kelelahan dan akhirnya rusak. Segera hindari makan makanan yang tinggi kalori.

  1. Usia Yang Semakin Bertambah Faktor Risiko Diabetes

Usia dia atas 40 tahun banyak organ-organ vital melemah dan tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Bahkan pada wanita yang sudah mengalami monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin.

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik Faktor Risiko Diabetes

Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor cukup besar untuk seseorang mengalami kegemukan dan melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan juga pankreas. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

  1. Merokok Faktor Risiko Diabetes

Asam rokok ternyata menimbulkan efek negatis terhadap kesehatan dan sifatnya sangat komplek. Termasuk terhadap resiko seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus, faktor risiko diabetes. Jadilah orang yang berakal dan cerdas dengan tidak menimbun racun dalam tubuh kita walaupun rokok dianggab bisa memberikan kenikmatan. Kasihanilah tubuh Anda. Efek jangka panjang rokok sungguh sangat mengerikan. Maka sangat sesuai sekali kalau agama sangat membenci rokok karena memang lebih banyak kerusakannya ketimbang manfaatnya.

  1. Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi Faktor Risiko Diabetes

Manakan berkolesterol tinggi juga diyakini memberi kontribusi yang cukup tinggi untuk seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Batasi konsumsi kolestorol Anda tidak lebih dari 300mg per hari.

  1. Stres Dalam Jangka Waktu Lama Faktor Risiko Diabetes

Kondisi setres berat bisa mengganggu keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh termasuk produksi hormon insulin, faktor risiko diabetes. Disamping itu setres bisa memacu sel-sel tubuh bersifat liar yang berpotensi untuk seseorang terkena penyakit kanker juga memicu untuk sel-sel tubuh menjadi tidak peka atau resiten terhadap hormon insulin. Belajarlah untuk berpola hidup santai walau dalam keadaan serius. Banyak-banyaklah untuk selalu bertawakkal kepada Allah dalam setiap menghadapi masalah hidup. Bergantunglah hanya kepada Allah dalam setiap lika-liku kehidupan agar pikiran tenang dan beban terasa ringan.

  1. Hipertensi Atau Darah Tinggi Faktor Risiko Diabetes

Jagalah tekanan darah Anda tetap di bawah 140/90 mmHg. Jangan terlalu banyak konsumsi makanan yang asin-asin, faktor risiko diabetes. Garam yang berlebih memicu untuk seseorang teridap penyakit darah tinggi yang pada akhirnya berperan dalam meningkatkan resiko untuk Anda terserang penyakit diabetes melitus.

  1. Kehamilan Faktor Risiko Diabetes

Pada saat hamil, plasenta memproduksi hormon yang mengganggu keseimbangan hormon insulin dan pada kasus tertentu memicu untuk sel tubuh menjadi resisten terhadap hormon insuline. Kondisi ini biasanya kembali normal selah masa kehamilan atau pasca melahirkan. Namun demikian menjadi sangat beriso terhadap bayi yang dilahirkan untuk kedepan punya potensi diabetes melitus.

  1. Ras Faktor Risiko Diabetes

Ada beberapa ras manusia di dunia ini yang punya potensi tinggi untuk terserang diabetes melitus. Peningkatan penderita diabetes di wilawah Asia jauh lebih tinggi dibanding di benua lainnya. Bahkan diperkirakan lebih 60% penderita diabetes berasal dari Asia, faktor risiko diabetes.

S-Lutena Suplemen Kesehatan Terbaik Untuk Mengatasi Penyakit Diabetes

S.Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S.Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

Diabetes Melitus Dan Pengobatannya

S.Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S.Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S Lutena (Super Lutein) merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena (Super Lutein) juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Superrlutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Faktor Risiko Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment