Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis – Diabetes ketoasidosis atau ketoasidosis diabetikum (KAD) tidak memiliki suatu definisi yang disetujui secara universal dan beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dengan menggunakan kriteria kadar beta-hidroksibutirat plasma.

Keterbatasan dalam ketersediaan pemeriksaan kadar keton darah membuat American Diabetes Association menyarankan penggunaan pendekatan yang lebih pragmatis, yakni KAD dicirikan dengan asidosis  metabolik (pH <7,3), bikarbonat plasma <15 mmol/L, glukosa plasma >250 mg/dL dan hasil carik celup plasma (≥ +) atau urin (++).

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Ketoasidosis Alkohol

Tidak semua pasien dengan ketoasidosis mengalami KAD. Pasien dengan penyalahgunaan etanol  kronik dan baru saja mendapatkan intake alkohol eksesif (ie. Binge drinking) sehingga menyebabkan nausea vomitus dan kelaparan akut dapat menderita ketoasidosis alkohol (KAA). Pada semua  laporan KAA, peningkatan keton tubuh total (7-10  mmol/L) dapat diperbandingkan dengan pasien-pasien KAD. Meskipun demikian, pada studi in vitro perubahan status redoks KAA disebabkan oleh   peningkatan rasio NADH terhadap NAD sehingga menyebabkan penurunan piruvat dan oksaloasetat, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan glukoneogenesis.

Kadar malonil ko-A yang rendah juga membantu menstimulasi ketoasidosis dan peningkatan kadar  katekolamin, sehingga menurunkan sekresi insulin dan meninkatkan rasio glukagon terhadap insulin.  Kesemua keadaan ini menyebabkan terjadinya pergeseran keseimbangan reaksi ke arah produksi  beta-hidroksibutirat. Sehingga biasanya pasien dengan KAA datang dengan kadar glukosa normal atau rendah disertai dengan kadar beta-hidroksibutirat yang jauh lebih tinggi dibanding asetoasetat.

Rasio kadar beta-hidroksibutirat terhadap asetoasetat dapat mencapai 7-10:1, dibandingkan dengan KAD yang hanya 3:1. Perbedaan diabetes ketoasidosis dengan alkoholik adalah kadar glukosa darah. Ketoasidosis diabetikum dikarakteristikkan dengan hiperglikemia (glukosa  plasma >250  mg/dL) sedangkan ketoasidosis tanpa hiperglikemia secara khas merujuk kepada ketoasidosis alkohol. Sebagai tambahan, pasien KAA seringkali mengalami hipomagnesemia, hipokalemia dan hipofosfatemia serta hipokalsemia sebagai akibat penurunan hormon paratiroid yang diinduksi oleh hipomagnesemia.

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Ketosis Kelaparan

Pada beberapa pasien dengan penurunan intake makanan (<500 kkal/hari) selama beberapa hari,  dapat terjadi perbedaan diabetes ketoasidosis ringan yang disebut sebagai ketosis kelaparan. Meskipun demikian, subyek sehat dapat beradaptasi terhadap puasa berkepanjangan dengan meningkatkan bersihan badan keton pada jaringan perifer (otak dan otot) dan juga dengan meningkatkan kemampuan ginjal dalam mengekresikan amonium sebagai kompensasi peningkatan produksi asam ketoasid. Sehingga pasien dengan ketosis kelaparan jarang datang dengan kadar konsentrasi bikarbonat <18 mEq/L dan tidak juga menunjukkan tanda hiperglikemia.

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Asidosis Metabolik Lainnya

Perbedaan diabetes ketoasidosis juga dilihat dari penyebab-penyebab lain asidosis metabolik gap   anion tinggi, termasuk asidosis laktat, gagal ginjal kronik stadium lanjut, dan keracunan obat-obatan  seperti salisilat, metanol, etilen glikol dan paraldehid. Pengukuran kadar laktat darah dapat dengan mudah menentukan diagnosis asidosis laktat  (>5  mmol/L) oleh karena pasien KAD jarang sekali  menunjukkan kadar laktat setinggi ini. Meskipun demikian, status redoks yang terganggu dapat mengaburkan ketoasidosis pada pasien dengan asidosis laktat.

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis vs. Intoksikasi Akut

Overdosis salisilat dicurigai dengan adanya kelainan asam basa campuran (alkalosis respiratorik primer dan asidosis metabolik gap anion meningkat) tanpa disertai dengan peningkatan kadar  keton. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan kadar salisilat serum >80-100mg/dL. Keracunan metanol menyebabkan asidosis sebagai akibat dari akumulasi asam formiat dan asam laktat. Intoksikasi metanol berkembang dalam waktu 24 jam setelah asupan, dan pasien biasanya datang dengan nyeri  abdominal sekunder dari gastritis atau pankreatitis serta disertai dengan gangguan penglihatan yang  bervariasi mulai dari kekaburan sampai kebutaan (neuritis optik). Perbedaan diabetes ketoasidosis ditegakkan dengan adanya peningkatan kadar metanol.Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Intoksikasi etilen glikol menyebabkan peningkatan drastis produksi asam glikolat. Diagnosis etilen glikol dapat dicurigai dengan adanya peningkatan osmolalitas serum dan asidosis gap anion tinggi tanpa adanya ketonemia. Perbedaan diabetes ketoasidosis ini juga disertai dengan abnormalitas neurologis dan kardiovaskular (kejang dan kolaps vaskular) serta dengan adanya kristal kalsium oksalat dan hipurat di dalam urin. Metanol dan etilen glikol merupakan alkohol dengan berat molekular rendah, sehingga keadaan mereka di dalam darah dapat diindikasikan dengan peningkatan gap osmolar plasma (> mOsm/kg). Gap osmolar plasma didefinisikan sebagai perbedaan diabetes ketoasidosis antara osmolalitas plasma terukur dengan osmolalitas plasma hitung. Intoksikasi dengan paraldehid diindikasikan dengan bau napas kuat yang khas.

 

 

Perbedaan Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Golongan Diabetes Insipidus

Golongan Diabetes Insipidus

Golongan Diabetes Insipidus

Golongan Diabetes Insipidus – Kita biasa mendengar tentang penyakit diabetes. Apakah penyakit diabetes itu sama dengan diabetes Insipidus? Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah. Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari. Meskipun cukup langka terjadi tapi penyakit yang satu ini perlu dikenali lebih baik.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Hipotalamus, jaringan di otak yang mengendalikan suasana hati dan nafsu makan, adalah organ yang menghasilkan hormon antidiuretik. Hormon ini akan disimpan di dalam kelenjar pituitari sampai dibutuhkan. Kelenjar pituitari sendiri berada di bawah otak, dan berada di belakang batang hidung. Kelenjar ini akan melepaskan hormon antidiuretik saat kadar air tubuh menurun untuk menghentikan produksi urine di ginjal. Diabetes insipidus terjadi ketika hormon antidiuretik terganggu dalam mengatur kadar air tubuh. Akibatnya, tubuh memproduksi banyak urine dan membuang air dalam jumlah yang sangat banyak. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang kedua Golongan Diabetes Insipidus:

 

  1. Diabetes Insipidus Kranial

Golongan Diabetes Insipidus ini adalah kondisi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup banyak hormon antidiuretik dan mengakibatkan banyaknya air yang terbuang dalam urine. Di bawah ini adalah beberapa penyebab paling umum dari diabetes insipidus jenis ini, yaitu:

  • Sekitar 16% kasus Golongan Diabetes Insipidus kranial disebabkan karena cedera kepala parah yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.
  • Sekitar 20% kasus Golongan Diabetes Insipidus kranial disebabkan karena komplikasi akibat operasi otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.
  • Sekitar 25% kasus Golongan Diabetes Insipidus kranial disebabkan karena tumor otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.

Berikut ini beberapa penyebab diabetes insipidus kranial yang lebih jarang terjadi:

  • Kanker otak
  • Kekurangan oksigen pada otak misalnya akibat stroke
  • Terjadinya infeksi yang merusak otak, misalnya ensefalitis dan meningitis
  • Sindrom Wolfarm merupakan kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan kehilangan pandangan

 

  1. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Golongan Diabetes Insipidus ini adalah kondisi ketika hormon antidiuretik dihasilkan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi organ ginjal tidak sensitif atau tidak merespons terhadap hormon ini. Hormon antidiuretik normalnya akan mengirim sinyal pada jaringan nefron yang berada di dalam ginjal. Nefron adalah struktur kecil yang mengendalikan berapa banyak air yang diserap oleh tubuh dan berapa banyak air yang dikeluarkan dalam bentuk urine. Bagi orang yang menderita diabetes insipidus nefrogenik, proses pengiriman sinyal ini terganggu. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan selalu merasa haus karena urine terbuang dalam jumlah yang banyak. Golongan Diabetes Insipidus nefrogenik ini juga terbagi beberapa macam :

  • Congenital nephrogenic.

Penderita diabetes nefrogenik kongenital terlahir dengan kondisi demikian. Terdapat dua jenis mutasi atau perubahan genetika yang menyebabkan Golongan Diabetes Insipidus nefrogenik kongenital, yaitu AVPR2 dan AQP2. Mutasi genetika AVPR2 hanya bisa ditularkan dari ibu kepada putranya. Mutasi jenis ini terjadi pada 9 dari 10 penderita. Sedangkan mutasi genetika AQP2 terjadi pada 1 dari 10 kasus Golongan Diabetes Insipidus neprogenik kongenital dan bisa memengaruhi baik laki-laki maupun perempuan.

  • Acquired nephrogenic.

Penderita diabetes insipidus jenis ini tidak terlahir dengan kondisi ini. Faktor penyebab acquired nephrogenic diabetes insipidus yang paling umum adalah efek samping lithium. Lithium sendiri adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, sel-sel organ ginjal bisa rusak dan kemudian tidak lagi bisa merespons hormon antidiuretik. Hampir 50% orang akan mengalami Golongan Diabetes Insipidus nefrogenik ini jika mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan organ ginjal tiap tiga bulan sekali selama Anda mengonsumsi lithium. Penyebab lain dari Golongan Diabetes Insipidus ini selain lithium adalah:

  • Pielonefritis atau infeksi ginjal. Organ ginjal mengalami kerusakan karena infeksi.
  • Obstruksi saluran kemih. Terhambatnya satu atau kedua saluran kemih yang menghubungkan organ ginjal ke kandung kemih, seperti batu ginjal.
  • Jumlah kalsium berlebih dalam darah yang bisa merusak ginjal.
  • Jumlah potasium dalam darah sedikit, padahal semua sel dalam tubuh membutuhkan potasium untuk berfungsi dengan benar.

 

 

 

Golongan Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes – Brokoli adalah bagian dari keluarga Brassica. Mengandung konsentrasi tinggi sulforaphane, senyawa belerang yang sangat efektif dalam memerangi penyakit. Hal ini kaya vitamin, mineral, fitonutrien dan serat makanan dan paling bergizi jika dimakan mentah. Manfaat Brokoli Untuk Diabetes ini sangat baik dan kontrol, karena kualitas gizi yang sangat baik. Untuk memahami bagaimana manfaat kesehatan penderita diabetes, seseorang harus tahu sedikit tentang diabetes.

Kencing manis atau yang biasa dibilang penyakit diabetes adalah penyakit di mana tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari makanan mencerna. Orang dengan diabetes harus berhati-hati dengan diet mereka untuk menjaga kadar gula darah mereka dalam kisaran yang tepat. Meskipun perencanaan yang matang dapat membuatnya sehingga Anda bisa makan makanan apapun, setidaknya dalam dosis kecil, ada beberapa makanan yang sangat sehat untuk penderita diabetes. Manfaat Brokoli Untuk Diabetes adalah di antara mereka.

Prinsip-prinsip utama dari diet diabetes untuk mengkonsumsi banyak biji-bijian, sayuran dan buah-buahan dan membatasi kedua lemak dan kalori. Makanan tinggi serat, ikan dan lemak tak jenuh yang direkomendasikan, sementara lemak jenuh, sodium, kolesterol dan lemak trans harus dihindari sebisa mungkin, menurut American Heart Association. Makanan harus direncanakan untuk menjaga Anda dari mengalami lonjakan gula darah, karena hal ini dapat membawa kadar gula darah tinggi. Menghitung karbohidrat, menggunakan indeks glikemik atau menggunakan daftar pertukaran diabetes dapat membuat lebih mudah untuk menjaga gula darah Anda dan menurunkan gula darah tinggi Anda sepanjang hari.

 

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes karena brokoli mengandung 5 gram serat untuk 1/2-cup melayani dan hanya 50 kalori, tetapi juga dianjurkan karena bahan kimia tertentu dalam brokoli dapat membantu mencegah kerusakan yang disebabkan ke pembuluh darah dengan diabetes. Sebuah studi yang dipimpin oleh Paul Thornalley diterbitkan dalam jurnal “Diabetes” di tahun 2008 menemukan bahwa sulforaphanes dalam brokoli dapat mengaktifkan enzim pelindung yang membatasi jenis kerusakan sel. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan sulforaphane dan pembuluh darah dengan kerusakan dari tingkat tinggi gula darah, yang masih jauh dari membuktikan bahwa Manfaat Brokoli Untuk Diabetes akan mencegah jenis kerusakan, menurut National Health Service Inggris. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mendokumentasikan efek ini, termasuk percobaan manusia.

 

Manfaat Brokoli Untuk Penyakit Lainnya

Dalam brokoli, manfaat lainnya terbukti juga dapat menurunkan risiko untuk kanker. Mereka membantu untuk menghilangkan racun dari tubuh, menyingkirkan radikal bebas dan membantu menghentikan pembagian sel-sel kanker. Makan brokoli dapat memperlambat penyebaran sel-sel kanker di seluruh tubuh. Sebuah studi di 1 Mei 2010 isu “Clinical Cancer Research” menyatakan bahwa sulphurophanes dalam brokoli dapat membantu mencegah khusus pengembangan dan penyebaran kanker payudara.

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes harus menggunakan obat-obatan dan diet untuk mengontrol diabetes mereka, menurut National Health Service Inggris. Brokoli dapat menjadi bagian dari diet yang sehat, karena memberikan banyak nutrisi sementara rendah pada indeks glikemik sehingga tidak akan memiliki dampak yang besar pada kadar gula darah. Namun, makan brokoli tidak memungkinkan Anda untuk berhenti minum obat diabetes Anda dalam rencana mengobati penyakit kencing manis. Makan brokoli bisa membalikkan kerusakan yang ditimbulkan diabetes pada pembuluh darah jantung. Kuncinya adalah kemungkinan besar senyawa dalam sayuran yang disebut sulforaphane.

Sulforaphane mendorong produksi enzim yang melindungi pembuluh darah, dan mengurangi jumlah molekul yang menyebabkan kerusakan sel yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS) hingga 73 persen. Orang dengan diabetes hingga lima kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke  yang keduanya terkait dengan pembuluh darah yang rusak.

Maka dari itu bagi Anda yang mempunyai penyakit diabetes, Anda harus memperhatikan gaya hidup dan pola makan sehat Anda. Semoga ulasan mengenai Manfaat Brokoli Untuk Diabetes di atas bermanfaat untuk Anda terlebih bagi Anda yang menderita diabetes.

 

 

 

Manfaat Brokoli Untuk Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penanganan Diabetes Ketoasidosis

Penanganan Diabetes Ketoasidosis

Penanganan Diabetes Ketoasidosis

Penanganan Diabetes Ketoasidosis – Ketoasidosis adalah salah satu komplikasi akut Diabetes Melitus yang terjadi disebabkan karena kadar glukosa pada darah sangat tinggi. Keadaan tersebut merupakan keadaan serius yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ketoasidosis dapat terjadi kapan saja terutama pada penderita Diabetes Melitus tipe 1. Berbeda dengan Diabetes Melitus tipe 1, pada Diabetes Melitus tipe 2, ketoasidosis terjadi pada keadaan-keadaan tertentu. Hal ini karena biasanya penderita Diabetes Melitus tipe 2 lebih sering mengalami koma hiperosmolar non ketotik.

Setiap kali terjadinya ketoasidosis diawali dari tidak patuhnya diabetesein pada pola diet yang telah ditetapkan. Disamping itu, ketoasidosis sering juga terpicu oleh jarangnya para diabetesein untuk melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah serta kadar gula urin secara berkala.

 

Gejala-gejala yang pertama kali timbul sama seperti gejala-gejala Diabetes Melitus yang tidak diobati. Yakni, mulut kering, rasa haus, intensitas buang air kecil jadi lebih sering (poliuria). Gejala lainnya seperti mual, muntah, dan nyeri perut bisa juga terjadi. Gejala-gejala selanjutnya dapat berupa seperti kesulitan bernafas, rasa dehidrasi, rasa mengantuk dan yang paling berat keadaan koma

Penyebab terjadinya ketoasidosis dikaitkan dengan kadar hormon insulin pada darah yang rendah. Keadaaan kadar insulin pada darah yang rendah menyebabkan kadar glukosa pada darah menjadi tinggi. Hormon insulin diperlukan pada proses penyerapan nutrisi agar gula dapat masuk ke dalam sel guna didistribusikan ke seluruh tubuh untuk dijadikan sumber energi. Hormon insulin juga membantu menyimpan cadangan lemak di sel lemak dari hasil pencernaan makanan.   – Penanganan Diabetes Ketoasidosis

 

 

Penanganan Diabetes Ketoasidosis

Penanganan Diabetes Ketoasidosis adalah dengan memperoleh riwayat menyeluruh dan tepat serta melaksanakan pemeriksaan fisik sebagai upaya untuk mengidentifikasikan kemungkinan faktor-faktor pemicu. Penanganan Diabetes Ketoasidosis terhadap kondisi ini adalah rehidrasi awal (dengan menggunakan isotonic saline) dengan pergantian potassium serta terapi insulin dosis rendah. Penggunaan bikarbonate tidak direkomendasikan pada kebanyakan pasien.

 

Penanganan Diabetes KetoasidosisCerebral edema sebagai salah satu dari komplikasi diabetes ketoasidosis yang paling langsung, lebih umum terjadi pada anak-anak dan anak remaja dibandingkan pada orang dewasa. Follow-up pasien secara kontinu dengan menggunakan algoritma pengobatan dan flow sheets dapat membantu meminimumkan akibat sebaliknya. Tindakan-tindakan preventif bisa dilakukan dengan memberi penjelasan kepada pasien serta memberikan instruksi kepada pasien untuk segera menghubungi dokter sejak dini selama terjadinya penyakit Penanganan Diabetes Ketoasidosis. Adapun Penanganan Diabetes Ketoasidosis memerlukan pemberian tiga agen berikut :

  1. Cairan. Pasien penderita diabetes ketoasidosis biasanya mengalami deplesi cairan yang hebat dan adalah penting untuk mengekspansi nilai ECFnya dengan saline untuk memulihkan sirkulasinya.
  2. Insulin. Insulin intravena paling umum dipergunakan. Insulin intramuskular adalah alternatif bila pompa infusi tidak tersedia atau bila akses vena mengalami kesulitan, misalnya pada anak-anak kecil.
  3. Potassium. Meskipun ada kadar potassium serum normal, tetapi semua pasien penderita diabetes ketoasidosis mengalami deplesi kalium tubuh yang mungkin terjadi secara hebat.

 

Dalam kebanyakan kasus, terapi radiasi dan insulin akan mengatasi asidosis metabolik dan tidak acta terapi lanjutan akan diindikasikan. Namun demikian dalam kasus-kasus yang paling parah, bila konsenterasi ion hidronRen lebih tinggi dari 100 nmol/l, maka kalium bikarbonat dapat diindikasikan.

Penanganan Diabetes Ketoasidosis sekitar 0,9% yakni akan pulih kembali selama defisit cairan dan elektrolit pasien semakin baik. Insulin intravena diberikan melalui infusi kontinu dengan menggunakan pompa otomatis dan suplemen potassium ditambahkan ke dalam regimen cairan. Bentuk Penanganan Diabetes Ketoasidosis pada penderita adalah melalui monitoring klinis dan biokimia yang cermat.

 

 

 

Penanganan Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Diabetes ketoasidosis adalah sebuah komplikasi diabetes mematikan yang disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh seseorang biasa dikenal dengan nama ketoasidosis diabetik. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak bisa mengolah gula darah (glukosa) karena tidak cukupnya insulin dalam tubuh. Berikut ini ada beberapa Pengobatan Diabetes Ketoasidosis :

 

  1. Glukosa

Pengobatan Diabetes KetoasidosisPengobatan Diabetes Ketoasidosis yang pertama yairu harus memperhatikan kadar glukosa dalam tubuh. Kadar glukosa dapat bervariasi dari 300 hingga 800 mg/dl. Sebagian pasien mungkin memperlihatkan kadar gula darah yang lebih rendah dan sebagian lainnya mungkin memiliki kadar sampai setinggi 1000 mg/dl atau lebih yang biasanya bergantung pada derajat dehidrasi. Harus disadari bahwa ketoasidosis diabetik tidak selalu berhubungan dengan kadar glukosa darah. Sebagian pasien dapat mengalami asidosis berat disertai kadar glukosa yang berkisar dari 100-200 mg/dl, sementara sebagian lainnya mungkin tidak memperlihatkan ketoasidosis diabetikum sekalipun kadar glukosa darahnya mencapai 400-500 mg/dl.

  1. Natrium

Efek hiperglikemia ekstravaskuler bergerak air ke ruang intravaskuler. Untuk setiap 100 mg/dl glukosa lebih dari 100 mg/dl, tingkat natrium serum diturunkan oleh sekitar 1,6 mEq/L. Bila kadar glukosa turun, tingkat natrium serum meningkat dengan jumlah yang sesuai.  – Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

  1. Kalium

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis bisa dilakukan dengan sering memeriksa kalium, sebagai nilai-nilai drop sangat cepat dengan perawatan. EKG dapat digunakan untuk menilai efek jantung ekstrem di tingkat potasium.

  1. Bikarbonat

Kadar bikarbonat serum adalah rendah, yaitu 0-15 mEq/L dan pH yang rendah (6,8-7,3). Tingkat pCO2 yang rendah (10-30 mmHg) mencerminkan kompensasi respiratorik (pernapasan kussmaul) terhadap asidosisi metabolik. Akumulasi badan keton (yang mencetuskan asidosis) dicerminkan oleh hasil pengukuran keton dalam darah dan urin. Pengobatan Diabetes Ketoasidosis gunakan tingkat ini dalam hubungannya dengan kesenjangan anion untuk menilai derajat asidosis.

  1. Sel darah lengkap

Tinggi sel darah putih (WBC) menghitung (> 15 X 109/L) atau ditandai pergeseran kiri mungkin menyarankan mendasari infeksi.  – Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

  1. Gas darah arteri

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis dengan gas darah arteri pH sering <7.3. Vena pH dapat digunakan untuk mengulang pH measurements. Brandenburg dan Dire menemukan bahwa pH pada tingkat gas darah vena pada pasien dengan KAD adalah lebih rendah dari pH 0,03 pada ABG. Karena perbedaan ini relatif dapat diandalkan dan bukan dari signifikansi klinis, hampir tidak ada alasan untuk melakukan lebih menyakitkan ABG. Akhir CO2 pasang surut telah dilaporkan sebagai cara untuk menilai asidosis juga.

  1. Keton

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis memadai ketonuria memerlukan fungsi ginjal. Selain itu, ketonuria dapat berlangsung lebih lama dari asidosis jaringan yang mendasarinya.

  1. β-hidroksibutirat

Serum atau hidroksibutirat β kapiler dapat digunakan untuk mengikuti respons terhadap Pengobatan Diabetes Ketoasidosis. Tingkat yang lebih besar dari 0,5 mmol/L dianggap normal, dan tingkat dari 3 mmol/L berkorelasi dengan kebutuhan untuk ketoasidosis diabetik (KAD).

  1. Urinalisis (UA)

Cari glikosuria dan urin ketosis. Pengobatan Diabetes Ketoasidosis ini digunakan untuk mendeteksi infeksi saluran kencing yang mendasari.

  1. Osmolalitas

Diukur sebagai 2 (Na +) (mEq/L) + glukosa (mg/dl) / 18 + BUN (mg/dl) / 2.8. Pasien dengan diabetes ketoasidosis yang berada dalam keadaan koma biasanya memiliki osmolalitis > 330 mOsm/kg H2O. Jika osmolalitas kurang dari > 330 mOsm/kg H2O ini, maka pasien jatuh pada kondisi koma.   – Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

  1. Kadar kreatinin

Kenaikan kadar kreatinin, urea nitrogen darah (BUN) dan Hb juga dapat terjadi pada dehirasi. Setelah terapi dehidrasi dilakukan, kenaikan kadar kreatinin dan BUN serum yang terus berlanjut akan dijumpai pada pasien yang mengalami insufisiensi renal.

 

Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan diagnostik untuk ketoasidosis diabetik dapat dilakukan dengan cara:

  1. Tes Toleransi Glukosa (TTG) memanjang (lebih besar dari 200mg/dl). Biasanya tes ini dianjurkan untuk pasien yang menunjukkan kadar glukosa meningkat dibawah kondisi stress.
  2. Gula darah puasa normal atau diatas normal.
  3. Essei hemoglobin glikolisat diatas rentang normal.
  4. Urinalisis positif terhadap glukosa dan keton.
  5. Kolesterol dan kadar trigliserida serum dapat meningkat menandakan ketidakadekuatan kontrol glikemik dan peningkatan propensitas pada terjadinya aterosklero.

 

 

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Ketoasidosis adalah salah satu komplikasi akut Diabetes Melitus yang terjadi disebabkan karena kadar glukosa pada darah sangat tinggi dan akumulasi dari asam organic dan keton. DKA biasanya terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1. Diabetes ketoasidosis atau bisa disebut ketoasidosis diabetikum dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada tubuh. Komplikasi Diabetes Ketoasidosis dapat berupa :

 

  1. Ginjal diabetik (Nefropati Diabetik)

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis yang pertama yaitu dapat menimbulkan nefropati diabetik atau ginjal diabetik cukup dini. Bila penderita mencapai stadium nefropati diabetik, didalam air kencingnya terdapat protein. Dengan menurunnya fungsi ginjal akan disertai naiknya tekanan darah. Pada kurun waktu yang lama penderita nefropati diabetik akan berakhir dengan gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Selain itu Komplikasi Diabetes Ketoasidosis ini bisa menimbulkan gagal jantung kongesif.

 

  1. Kebutaan (Retinopati Diabetik)

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis juga bisa menyebabkan sembab pada lensa mata. Penglihatan menjadi kabur dan dapat berakhir dengan kebutaan. Tetapi bila tidak terlambat dan segera ditangani secara dini dimana kadar glukosa darah dapat terkontrol, maka penglihatan bisa normal kembali.

 

  1. Syaraf (Neuropati Diabetik)

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis berikutnya yaitu neuropati diabetik. Neuropati diabetik adalah akibat kerusakan pada saraf. Penderita bisa stres, perasaan berkurang sehingga apa yang dipegang tidak dapat dirasakan (mati rasa). Telapak kaki hilang rasa membuat penderita tidak merasa bila kakinya terluka, kena bara api atau tersiram air panas. Dengan demikian luka kecil cepat menjadi besar dan tidak jarang harus berakhir dengan amputasi.

 

  1. Kelainan Jantung

Terganggunya kadar lemak darah adalah satu faktor timbulnya aterosklerosis pada pembuluh darah jantung. Komplikasi Diabetes KetoasidosisBila penderita memiliki risiko Komplikasi Diabetes Ketoasidosis penyakit jantung koroner dan mendapat serangan kematian otot jantung akut, maka serangan tersebut tidak disertai rasa nyeri. Ini merupakan penyebab kematian mendadak. Selain itu terganggunya saraf otonom yang tidak berfungsi, sewaktu istirahat jantung berdebar cepat. Akibatnya timbul rasa sesak, bengkak, dan lekas lelah.

 

  1. Hipoglikemia

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis hipoglikemia terjadi bila kadar gula darah melampaui batas sangat rendah. Bila penurunan kadar glukosa darah terjadi sangat cepat, harus diatasi dengan segera. Keterlambatan dapat menyebabkan kematian. Gejala yang timbul mulai dari rasa gelisah sampai berupa koma dan kejang-kejang.

 

  1. Impotensi

Sangat banyak diabetisi laki-laki yang mengeluhkan tentang impotensi yang dialami. Hal ini terjadi bila diabetes yang diderita telah menyerang saraf. Keluhan ini tidak hanya diutarakan oleh penderita lanjut usia, tetapi juga mereka yang masih berusia 35-40 tahun. Pada tingkat yang lebih lanjut, jumlah sperma yang ada akan menjadi sedikit atau bahkan hampir tidak ada sama sekali. Ini terjadi karena sperma masuk ke dalam kandung seni (ejaculation retrograde).

Penderita yang mengalami Komplikasi Diabetes Ketoasidosis ini, dimungkinkan mengalami kemandulan. Sangat tidak dianjurkan, bila untuk mengatasi keluhan ini penderita menggunakan obat-obatan yang mengandung hormon dengan tujuan meningkatkan kemampuan seksualnya. Karena obat-obatan hormon tersebut akan menekan produksi hormon tubuh yang sebenarnya kondisinya masih baik. Bila hal ini tidak diperhatikan maka sel produksi hormon akan menjadi rusak. Bagi diabetes wanita, keluhan seksual tidak banyak dikeluhkan.

 

  1. Hipertensi

Karena harus membuang kelebihan glukosa darah melalui air seni, ginjal penderita diabetes harus bekerja ekstra berat. Selain itu tingkat kekentalan darah pada diabetisi juga lebih tinggi. Ditambah dengan kerusakan-kerusakan pembuluh kapiler serta penyempitan yang terjadi, secara otomatis syaraf akan mengirimkan signal ke otak untuk menambah takanan darah.

 

  1. Komplikasi Diabetes Ketoasidosis lainnya

Selain Komplikasi Diabetes Ketoasidosis yang telah disebutkan di atas, masih terdapat beberapa komplikasi yang mungkin timbul. Komplikasi Diabetes Ketoasidosis tersebut misalnya:

  • Ganggunan pada saluran pencernakan akibat kelainan urat saraf. Untuk itu makanan yang sudah ditelan terasa tidak bisa lancar turun ke lambung.
  • Gangguan pada rongga mulut, gigi dan gusi. Gangguan ini pada dasarnya karena kurangnya perawatan pada rongga mulut gigi dan gusi, sehingga bila terkena penyakit akan lebih sulit penyembuhannya.
  • Gangguan infeksi. Dibandingkan dengan orang yang normal, penderita diabetes millitus lebih mudah terserang infeksi.

 

 

 

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Gula merupakan sumber energi utama pada sel-sel pembentuk otot beserta jaringan lainnya. Umumnya, gula sendiri memasuki bagian sel-sel tubuh menggunakan bantuan dari insulin. Bila tubuh Anda tak dapat memproduksi insulin dengan cukup, maka tubuh tak akan bisa memanfaatkan gula dengan jumlah memadai untuk memproduksi energi. Dalam hal tersebut tentunya mendorong terjadinya pelepasan hormon dalam memecah lemak untuk dijadikan bahan bakar. Dalam gilirannya, proses tersebut akan memproduksi asam beracun dengan sebutan keton. Adapun kelebihan keton tersebut akan menumpuk pada darah hingga akhirnya tumpah menuju urin. Beberapa hal berikut ini adalah Faktor penyebab Diabetes Ketoasidosis, antara lain :

 

  1. Adanya Penyakit Lain

Terjadinya sebuah infeksi maupun penyakit yang lainnya bisa membuat tubuh memproduksi hormon tertentu dengan kadar lebih tinggi, misalnya saja hormon kortisol atau adrenalin. Hanya saja, hormon tersebut bekerja untuk melawan insulin dan terkadang memicu Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis. Infeksi saluran kemih dan pneumonia sendiri biasanya merupakan penyebab umum terjadinya kondisi kesehatan tersebut.

  1. Masalah Terapi Insulin

Perawatan terapi insulin dengan tanpa diikuti aturan yang benar atau melakukan terapi insulin yang terlalu sedikit pada tubuh. Ada efek yang diperoleh dari terapi insulin yang kemudian berpengaruh terhadap kadar insulin di dalam tubuh. Dari efek tersebut, muncul Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis ini. Jadi memang sebaiknya Anda perlu bertanya lebih dulu kepada dokter akan apa efek dari terapi insulin dan konsultasikan tentang cara mengatasinya.

  1. Kalium Rendah

Hormon insulin umumnya memungkinkan gula darah memasuki bagian sel pada tubuh. Dimana hal tersebut mengakibatkan kadar gula dalam darah menurun drastis.Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis Maka akan mengakibatkan hipoglikemia. Hipoglikemia atau kalium rendah ini bisa diakibatkan oleh insulin dan cairan yang dipakai untuk pengobatan penyakit diabetes ketoasidosis tersebut. Kadar kalium rendah bisa mengganggu aktivitas pada syaraf otot dan jantung. Maka kalium rendah atau hipoglikemia pun bisa menjadi Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis.

  1. Pembengkakan di Otak

Penyesuaian kadar gula dalam darah yang begitu cepat juga bisa mengakibatkan pembengkakan pada otak. Dimana Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis tersebut kiranya lebih umum terjadi pada usia anak-anak, khususnya penderita yang baru mengidap diabetes. Jika penderita tidak mengonsumsi obat komplikasi diabetes ketoasidosis yang tepat tentunya menyebabkan risiko kesehatan yang lebih besar, bahkan penyakit ini pun dapat berakibat fatal pada penderitanya.

  1. Penyalahgunaan Pemakaian Obat dan Alkohol

Salah satu Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis adalah pemakaian alkohol dan juga penggunaan obat-obatan terlarang. Tentunya bahaya minuman keras bagi kesehatan berikut juga narkoba bukan hal baru. Supaya tidak memengaruhi kesehatan, sadari bahayanya dan mulailah menjalani pola hidup yang sehat dengan menjauhi obat terlarang maupun minuman beralkohol.

  1. Obat-obatan Tertentu

Faktor Penyebab Diabetes KetoasidosisAda obat-obat tertentu yang juga turut memengaruhi dan menaikkan Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis pada seseorang. Contoh obat yang dimaksud di sini adalah obat kortikosteroid dan beberapa jenis diuretik. Sebelum mengonsumsi, sebaiknya Anda mengonsultasikan dengan dokter juga tentang hal ini supaya efeknya dapat diatasi.

  1. Riwayat Diabetes Tipe 1

Apakah Anda mempunyai penyakit diabetes tipe 1? Hal ini rupanya termasuk di dalam Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis pada diri Anda meningkat. Jadi, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter bila mempunyai riwayat kesehatan ini untuk mendapatkan penanganan yang benar. Tanyakan juga apa yang perlu dilakukan supaya Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis ini dapat berkurang.

  1. Melewatkan Pengobatan Insulin

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis dapat meningkat ketika Anda kerap tidak mengikuti pengobatan insulin. Jika memang tubuh Anda membutuhkannya, maka jangan terlalu sering melewatkan pengobatan insulin. Akibatnya bisa terjadi komplikasi dan ketoasidosis diabetik ini dapat mengancam.

 

 

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Diabetes Hiperglikemia

Penyebab Diabetes Hiperglikemia

 

Penyebab Diabetes HiperglikemiaPenyebab Diabetes Hiperglikemia – Gula darah tinggi (hiperglikemia) adalah ketika gula darah tubuh meningkat. Kadar gula darah dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah. Diabetes mellitus merupakan penyebab umum dari gula darah tinggi. Gejala termasuk mulut kering, haus, sering buang air kecil, dan kelelahan. Perawatan termasuk diet, olahraga, dan obat-obatan. Untuk Anda yang saat ini sudah terlanjur menjadi penderita penyakit diabetes melitus, seharusnya Anda berhati-hati dengan hiperglikemia. Karena masalah tersebut kerap menjadi pertanda bahwa kadar gula darah meningkat secara drastis. Selain itu, jika dibiarkan tanpa tindakan apapun, masalah yang cukup serius yang bisa disebabkan oleh hiperglikemia adalah diabetes ketoasidosis.

Hal tersebut biasanya terjadi karena sel-sel di dalam tubuh sudah tidak dapat lagi menghasilkan energi. Penyebab mengapa sel-sel di dalam tubuh tidak dapat memrproduksi energi lagi adalah karena insulin di dalam tubuh tidak memadai atau kualitasnya tidak sesuai untuk mengalirkan glukosa di dalam darah ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh.

Diabetes melitus adalah salah satu jenis penyakit yang diakibatkan naiknya kadar gula darah. Bagi orang dengan tingkat gula darah tak stabil atau penderita diabetes, beberapa hal ini bisa menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia, diantaranya :

 

  1. Karbohidrat

Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat atau bentuk lain dari gula bisa menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia. Tubuh terkadang tak sanggup memproses karbohidrat yang terlalu banyak menjadi energi dengan cepat, sehingga tingkat gula darah bisa meningkat hanya dalam hitungan jam.

 

  1. Kontrol insulin

Penyebab Diabetes Hiperglikemia bisa juga disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh. Hal ini bisa diatasi melalui diet dan aktivitas fisik, seperti memilih malahan dan olahraga.

 

  1. StresPenyebab Diabetes Hiperglikemia

Emosi juga bisa sangat berpengaruh terhadap gula darah dan menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia. Untuk itu, selain menjaga kesehatan fisik, sebaiknya emosi dan pikiran juga harus selalu dijaga.

 

  1. Kurang olahraga

Olahraga secara teratur setiap hari bisa membantu mengatur tingkat gula dalam darah. Tetapi jika kurang olahraga bisa menjadi salah satu Penyebab Diabetes Hiperglikemia.

 

  1. Infeksi, penyakit, dan operasi

Ketika mengalami sakit, infeksi, atau menjalani operasi, kadar gula dalam darah biasanya menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia karena darah mengalir lebih cepat dibanding pada orang yang tidak sakit atau mengalami infeksi.

 

Faktor Risiko Gula darah Tinggi atau Diabetes:

Faktor risiko diabetes tipe 1

  • Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi.
  • Yang memungkinkan terkena penyakit yang disebabkan virus.

 

Faktor risiko diabetes tipe 2

  • Lemak. Makin banyak lemak pada jaringan tubuh,makin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.   – Penyebab Diabetes Hiperglikemia
  • Perilaku pasif. Biasanya akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrol dan makin banyak pengguna glukosa untuk energi maka makin sensitif sel anda terhadap glukosa.
  • Faktor keturunan. Resiko yang bersumber dari sejarah keluarga, jika keluarga dekat pernah mengidap diabetes, waspadalah jika diabetes juga dapat terjadi kepada anda.
  • Usia. Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.    – Penyebab Diabetes Hiperglikemia
  • Gestational Diabetes. Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4kg maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.     – Penyebab Diabetes Hiperglikemia
  • Polycystic ovary syndrome. Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut terlalu banyak dan obesitas.

 

Penyebab Diabetes Hiperglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Risiko Terkena Diabetes Insipidus – Penderita Penyakit diabetes Insipidus akan buang air kecil (kencing) berlebihan dan rasa haus yang ekstrim disebabkan tidak memadainya ADH hormon hipofisis (hormon antidiuretik, juga disebut vasopressin) atau kurangnya respon normal ginjal untuk ADH.

Ada dua jenis diabetes insipidus, yaitu: sentral dan nefrogenik. Diabetes insipidus sentral adalah kurangnya produksi ADH dan karena kerusakan pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di mana ADH diproduksi. Penyakit diabetes insipidus nefrogenik adalah kurangnya respon dari ginjal terhadap hormon antidiuretik. Diabetes insipidus nefrogenik dapat disebabkan oleh penyakit ginjal (seperti penyakit ginjal polikistik), obat-obatan tertentu (seperti lithium), dan juga dapat terjadi karena kelainan bawaan.

Pada kedua penyakit diabetes insipidus sentral dan nefrogenik, penderita mengeluarkan volume urin/kecing yang luar biasa besar dan sangat encer. Merasa haus dan minum dalam jumlah sangat besar untuk mengganti kehilangan air mereka dalam urin. Bahaya utama diabetes insipidus ialah ketika asupan cairan tidak mampu mengganti pengeluaran urin akan mengakibatkan dehidrasi dan natrium darah tinggi.

 

Apa Penyebab Diabetes Insipidus ?

Sama seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit tidak menular lainnya, tidak ada kejelasan pasti penyebab-penyebab yang dapat dikaitkan dengan diabetes jenis yang paling umum (diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 adalah penyebab kedua kegagalan pankreas). Namun, beberapa faktor diketahui dapat memicu meningkatnya kemungkinan seseorang terkena diabetes dan ini biasanya disebut faktor risiko. Misalnya, masyarakat yang malas dan bertubuh gemuk memiliki kemungkinan yang lebih besar terserang diabetes tipe 2 dibanding masyarakat yang aktif dan bertubuh ramping dari ras yang sama faktor penyebab diabetes. – Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik, yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal, tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik). Penyebab lain terjadinya diabetes insipidus adalah :

  • Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan.
  • Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak).
  • Tumor.     – Risiko Terkena Diabetes Insipidus
  • Sarkoidosis atau tuberkulosis.
  • Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak.
  • Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis.
  • HistiositosisX (penyakit Hand-Schüller-Christian).

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Insipidus :

  • Obesitas

Diperkirakan Risiko Terkena Diabetes Insipidus bahwa tiga perempat (¾) dari penderita penyakit diabetes tipe 2 disebabkan obesitas. Gaya hidup malas dan gemuk cenderung lebih mudah terkena diabetes. Diyakini bahwa mengurangi berat badan sampai 10kg akan mengurangi kadar gula darah puasa sampai 50md/dl. Pola hidup sehat dengan sering olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi Risiko Terkena Diabetes Insipidus. Standar internasional untuk mengukur kelebihan berat badan dan obesitas didasarkan pada nilai disebut Indeks Massa Tubuh (IMT). Nilai ini diperoleh dengan membagi berat badan dengan kuadrat tinggi badan. IMT = Berat badan (Kg) / Tinggi (Meter2). Untuk orang dewasa, IMT kurang dari 25kg m2 lebih bagus. 25-29kg/m2 dianggap telah kelebihan berat badan dan diatas 30kg/m2 sudah merupakan obesitas.

 

  • Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga diabetes meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Insipidus ini. Dalam situasi seperti ini, sangat penting menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan pemantauan kadar gula darah.

 

  • Umur dan Ras

- Risiko Terkena Diabetes InsipidusKebanyakan penderita penyakit diabetes tipe 2 memiliki umur diatas 40thn. Namun, proporsi peningkatan Risiko Terkena Diabetes Insipidus ini dengan usia lebih tinggi bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas dan mungkin orang-orang dengan pola hidup tidak teratur. Selain itu, diabetes cenderung lebih umum di kalangan orang Afrika, Afrika Amerika, Latin, penduduk asli Amerika dan Asia.

 

 

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Diabetes Insipidus

Diagnosis Diabetes Insipidus

 

Diagnosis Diabetes InsipidusDiagnosis Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Gejala utama dari diabetes insipidus adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air. Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes insipidus tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala pada anak yang menderita dengan diabetes insipidus adalah:

  • Mengompol pada waktu tidur.
  • Mudah terusik atau marah.
  • Menangis secara berlebihan.
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan selera makan.
  • Merasa kelelahan dan keletihan.
  • Pertumbuhan lebih lambat.

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

 

Diagnosis Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus memiliki gejala yang mirip dengan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, seperti haus dan sering buang air kecil. Dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda alami dan mungkin melakukan beberapa tes untuk memastikan Anda menderita kondisi yang mana.

Rujukan menemui dokter spesialis gangguan hormon mungkin akan diberikan untuk melakukan Diagnosis Diabetes Insipidus ini:

  • Tes deprivasi air

Dalam Diagnosis Diabetes Insipidus ini Anda diharuskan untuk tidak mengonsumsi cairan selama beberapa jam untuk melihat reaksi tubuh Anda. Jika kondisi Anda normal, Anda hanya akan buang air kecil sedikit dan dengan konsentrasi yang lebih pekat. Tapi jika Anda menderita diabetes insipidus, Anda akan membuang air kecil dalam jumlah yang banyak.

  • Tes darah dan tes urine

Diagnosis Diabetes Insipidus dengan tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar hormon antidiuretik di dalam darah. Selain darah, pemeriksaan urine juga akan dilakukan untuk mengetahui beberapa unsur lain, seperti glukosa, kalsium, dan potasium. Urine dari penderita diabetes insipidus akan sangat encer. Jika kadar glukosa tinggi, maka yang diderita adalah diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.

  • Tes hormon antidiuretik

Diagnosis Diabetes Insipidus ini akan menunjukkan reaksi tubuh Anda terhadap hormon antidiuretik yang diberikan melalui suntikan untuk mengetahui diabetes insipidus jenis apa yang diderita. Prosedur ini dilakukan setelah tes deprivasi air, jika hormon yang diberikan membantu Anda berhenti memproduksi urine, berarti Anda menderita diabetes insipidus kranial akibat kekurangan hormon antidiuretik. Tapi jika Anda tetap memproduksi banyak urine, berarti Anda mengalami gangguan ginjal atau diabetes insipidus nefrogenik.

  • MRI

Jika dokter spesialis penyakit hormon menduga Anda menderita diabetes insipidus kranial karena kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, Diagnosis Diabetes Insipidus dengan MRI dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut. Dokter akan melihat ketidaknormalan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, misalnya apakah terdapat tumor.

 

 

 

Diagnosis Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment