Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus

Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus

Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus

Diabetes atau kencing manis merupakan penyakit yang menyebabkan kondisi kadar gula dalam darah penderita menjadi tinggi. Penyebab kondisi seperti itu yakni tidak adanya hormon insulin di dalam pankreas sehingga proses pengubahan glukosa dalam darah menjadi terganggu. Diabetes terbagi menjadi beberapa jenis namun jenis diabetes yang umum diketahui yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 termasuk jenis diabetes yang parah karena pankreas tidak dapat menciptakan hormon insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 termasuk diabetes yang belum parah karena pankreas masih bisa memproduksi insulin namun sel-sel tubuh tidak bisa insulin tidak bisa berfungsi secara normal.

Menurut hasil survey, Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan penderita diabetes terbanyak. Diabetes umumnya disebabkan oleh faktor genetik, tekanan darah yang tinggi, jantung yang bermasalah, kegemukan (obesitas), dan gaya hidup tidak sehat. Gejala diabetes melitus yaitu cepat lapar walau sudah makan, terlalu sering haus, buang air kecil terlalu sering, mata menjadi tidak jelas atau buram saat melihat, mudah lelah, sering merasa sakit pada bagian tubuh tertentu, sering kesemutan atau mati rasa umumnya pada tangan atau kaki serta badan lebih kurus.

Seperti kebanyakan penyakit berbahaya lainnya, selain kematian, diabetes melitus juga memiliki komplikasi lanjutan yang juga harus diwaspadai. Penyakit-penyakit lanjutan itu ada yang biasa saja ada pula yang berbahaya dan harus segera ditindaklanjuti. Meskipun mungkin penyakit diabetes yang diidap sudah tidak bisa disembuhkan, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegah komplikasi terjadi. Agar lebih berhati-hati, mari pelajari dulu beberapa penyakit lanjutan yang bisa muncul akibat tingginya kadar gula dalam darah.

 

Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus

Nah, di bawah ini merupakan uraian tentang beberapa bahaya komplikasi diabetes melitus yang harus diwaspadai. Siapa tahu informasi di atas bisa menjadi referensi sebelum kita melakukan pengobatan atau tindakan pencegahan lainnya. Mari kita simak ulasannya!

 

  1. Penyakit Kardiovaskuler

Kardiovaskuler merupakan penyakit lanjutan yang mempengaruhi sistem kerja jantung dan pembuluh darah. Bahaya komplikasi diabetes melitus ini diakibatkan oleh tingginya kandungan kolesterol dan glukosa pada darah yang tidak terkontrol. Beberapa penyakit yang bisa digolongkan sebagai bahaya komplikasi diabetes melitus kardiovaskuler adalah: jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung. Karena semua komplikasi yang ditimbulkan cukup berbahaya, tidak heran jika kardiovaskuler tergolong sebagai penyebab utama kematian pada penderita diabetes.

 

  1. Gagal Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ yang paling terdampak oleh penyakit diabetes. Tingginya glukosa pada penderia diabetes membuat aliran darah ke ginjal menjadi tidak maksimal atau bahkan gagal. Inilah mengapa, penderita diabetes cenderung memiliki risiko terserang gagal ginjal lebih tinggi dibanding orang biasa. Menjaga level gula darah pada batas normal dan tidak melebih tekanan darah merupakan tindakan yang harus senantiasa dilakukan oleh penderita penyakit gula.

 

  1. Retinopati

Kebanyakan pasien diabetes akan mengalami gangguan pada mata atau yang dikenal juga dengan retinopati. Tingginya kadar glukosa, kolesterol, dan tekanan darah merupakan penyebab utama komplikasi diabetes ini. Inilah mengapa, pemeriksaan mata secara berkala dan menjaga kadar gula darah agar tetap normal sangat disarankan bagi penderita retinopati karena jika dibiarkan kondisi ini dapat mengurangi kemampuan melihat penderita atau bahkan menimbulkan kebutaan.

 

  1. Kanker

Menurunnya sistem imunitas tubuh akibat hormon insulin yang tidak seimbang dan tingginya glukosa merupakan salah satu komplikasi yang dialami setiap penderita diabetes. Akibatnya, tubuh mereka cenderung rentan terserang bakteri, virus, dan sel kanker yang mengganas. Beberapa jenis kanker yang mungkin diidap oleh penderita diabetes melitus adalah: kanker payudara, pankreas, endometrium, usus dan rektum, liver, dan kandung kemih.

Kanker sendiri merupakan salah satu penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Untuk mencegah bahaya komplikasi diabetes melitus ini, mulai sekarang cobalah untuk menghindari makanan dan minuman tidak sehat serta berolahraga secara rutin.

 

  1. Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan bentuk bahaya komplikasi diabetes melitus lainnya yang mungkin muncul. Penyakit ini biasanya dialami oleh penderita diabetes melitus yang tergantung pada suntikan insulin. Biasanya hipoglikemia terjadi karena penderita diabetes melakukan diet yang kurang tepat, beraktifitas fisik terlalu berat, atau memaksakan diri saat berolahraga.

Karena asupan insulin dari luar terbatas, kadar gula darah menjadi tidak terkontrol dan cenderung di bawah normal. Jika dibiarkan, kemungkinan terburuk yang akan dialami penderita adalah koma dan kematian.

 

  1. Hiperglikemia

Kebalikan dari penyakit sebelumnya, hiperglikemia merupakan penyakit akibat tingginya kadar glukosa dalam tubuh. Penderita penyakit gula yang mengalami hiperglikemia lebih rentan terserang penyakit DHS atau Diabetic Hypersonolar Syndrome. Penyakit ini merupakan kasus unik dalam dunia kedokteran. Penderita diabetes melitus dengan komplikasi DHS biasanya akan mengalami pengentalan darah. Untuk mengencerkan darah, tubuh akan mengambil cadangan cairan pada organ lain. Sisa cairan tersebut nantinya dibuang melalui ginjal. Inilah mengapa penderita diabetes yang terkena DHS biasanya sering kencing.

 

  1. Depresi

Perjuangan untuk menstabilkan kadar glukosa dan menghadapi berbagai komplikasi seringkali membuat penderita diabetes tertekan. Akibatnya mereka senantiasa merasa cemas dan depresi. Belum risiko terkena penyakit lain yang timbul akibat menurunnya imunitas.  Jika dibiarkan, bahaya komplikasi diabetes melitus ini dapat menimbulkan depresi akut dan berbahaya. Untuk itulah, pastikan setiap penderita diabetes senantiasa berpikir positif.

 

Nah, itulah beberapa bahaya komplikasi diabetes melitus yang wajib kita waspadai. Karena bagaimana pun, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Semoga informasi di atas bisa menjadi referensi untuk melakukan berbagai tindakan preventif yang mampu mencegah timbulnya komplikasi akibat penyakit gula. Semoga bermanfaat, terimakasih…

 

 

Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tumbuhan Obat Diabetes Melitus

Tumbuhan Obat Diabetes Melitus

Tumbuhan Obat Diabetes Melitus

Terdapat empat pilar penanganan pasien diabetes, pilar yang pertama adalah edukasi. Edukasi diperlukan untuk pasien karena diabetes adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol. Ini perlu dilakukan agar pasien terhindar dari komplikasi diabetes seperti gagal ginjal, kebutaan, dan disfungsi saraf. Pilar kedua adalah berolahraga. Olahraga atau aktivitas intensitas sedang dapat membantu mengubah gula yang kita makan menjadi energi. Dengan begitu gula tidak terlalu banyak berada dalam tubuh. Pilar ketiga adalah makanan. Pasien diabetes memang perlu menjaga makanan. Namun, bukan berarti Anda pantang semua makanan manis dan nasi.

 

Anda tetap bisa mengonsumsi makanan manis namun dengan porsi yang sudah ditakar tiap porsinya. Hal ini dapat Anda konsultasikan kepada dokter atau ahli gizi Anda. Selain itu, ada baiknya Anda mengetahui beberapa tanaman yang dapat membantu pasien diabetes melitus menjaga kadar gula darah dalam tubuhnya.

 

Tumbuhan Obat Diabetes Melitus

Pilar keempat adalah obat-obatan diabetes yang hanya boleh diresepkan oleh dokter. Terapi diabetes dapat bermacam-macam termasuk menggunakan tanaman untuk membantu mengatasi diabetes. Berikut adalah beberapa tumbuhan obat diabetes melitus yang dapat membantu pasien diabetes mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi diabetes.

 

  1. Ginseng

Beberapa tumbuhan obat diabetes melitus ginseng paling sering disebutkan khalayak. Namun, penelitian mengenai ginseng dan diabetes yang paling sering diteliti adalah ginseng Amerika. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ginseng dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan 2 jam sesudah makan.

Selain itu ginseng menurunkan kadar HBa1C pada pasien diabetes yang mengonsumsi ginseng. HBa1C adalah hemoglobin yang terglikasi karena kadar gula darah yang tinggi. HBa1C menunjukan kontrol gula darah pasien selama 3 bulan.

 

  1. Gandum utuh, kacang dan sayuran berdaun hijau

Tumbuhan obat diabetes melitus ini kaya akan magnesium. Defisiensi magnesium akan memperburuk kontrol gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Kekurangan magnesium akan memengaruhi kinerja insulin untuk menyimpan gula darah ke dalam jaringan. Selain itu, resistensi insulin jaringan akan meningkat karena kekurangan magnesium. Orang sehat yang mengonsumsi magnesium akan terhindar dari risiko menderita diabetes tipe II.

 

  1. Kayu manis, cengkeh dan kopi

Ketiga jenis bahan makanan tersebut dapat membantu melawan inflamasi atau peradangan serta membantu kerja insulin. Inflamasi menjadi dasar terjadi sumbatan pembuluh darah pada pasien diabetes sehingga memunculkan sejumlah komplikasi di berbagai organ, seperti pada mata, ginjal, dan saraf tepi.

Pada sebuah penelitian, kayu manis meningkatkan metabolisme glukosa dengan memicu pelepasan insulin. Minyak cengkeh telah diteliti dapat meningkatkan fungsi insulin dan menurunkan kadar glukosa, kolesterol total, LDL dan trigliserida. Kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko berkembangnya diabetes tipe II.

 

  1. Fenugreek

Fenugreek atau kelabet atau klabat adalah tumbuhan obat diabetes melitus yang bijinya sering digunakan sebagai bumbu masakan di Timur tengah, Mesir dan India. Biji fenugreek digunakan untuk terapi diabetes dan kolesterol. Fenugreek digunakan untuk menyembuhkan diabetes selama bertahun-tahun.

Penelitian menunjukan bahwa fenugreek dapat menurunkan gula darah setelah makan. Fenugreek juga dapat meningkatkan kolesterol baik HDL dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Kolesterol jahat yang tinggi merupakan dasar patogenesis komplikasi pada pasien diabetes. Beberapa orang mengonsumsi biji fenugreek sebanyak 10-15 gram untuk diabetes. Efek samping mengonsumsi biji fenugreek yang terlalu banyak adalah sakit perut dan perut kembung.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui, anak kecil dan orang yang memiliki penyakit liver dan ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi tanaman ini. Ketika Anda mengonsumsi biji tanaman ini dengan teratur, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda karena biji fenugreek dapat berinteraksi dengan insulin dan obat diabetes yang lain.

 

  1. Mormordica charantia atau pare

Pare memiliki beberapa zat aktif yang memberikan efek antihiperglikemik. Zat aktif yang memberikan efek hipoglikemik adalah charantin dan polypeptide-p. Selain itu, pare mengandung antioksidan berupa phenolic dan flavoinoid yang mampu menghambat efek buruk radikal bebas pada tubuh. Oleh karena itu pare sangat baik bagi penderita kencing manis atau diabetes melitus agar terhindar dari komplikasinya karena mampu mengurangi kadar gula darah dan sebagai antioksidan.

Berdasarkan penelitian tahun 2011, mengonsumsi 2000 mg pare selama empat minggu dapat menurunkan gula darah secara signifikan pada penderita diabetes melitus tipe II dan diabetes melitus tipe I. Namun, penderita diabetes sebaiknya tidak menghentikan obat anti diabetesnya dan menggantinya dengan mengonsumsi pare.

Karena obat diabetes lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah sedangkan pare hanya membantu menurunkan. Namun pemakaian berlebihan pare bisa berujung pada komplikasi diabetes, yaitu hipoglikemia jika digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes. Konsumsi pare secara rutin dapat meningkatkan ambilan glukosa oleh tubuh dan berujung pada perubahan dosis obat anti diabetes.

 

  1. Aloe vera, bawang putih, dan daun basil

Tumbuhan obat diabetes melitus lain yang telah diteliti memiliki efek terhadap diabetes adalah: aloe vera, bawang putih, serta daun basil. Ketiganya diyakini mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Apakah tanaman- tanaman ini aman untuk dikombinasikan bersamaan dengan obat anti diabetes? Keamanan menggunakan tanaman ini bukan masalah besar karena penggunaannya dapat dijadikan sebagai bumbu masakan seperti bawang putih atau fenugreek.

 

 

Berdasarkan tinjauan yang dilakukan oleh Diabetes Care tidak ditemukan efek samping yang buruk dalam penggunaan tanaman ini untuk diabetes. Namun, tetap saja ada kemungkinan terapi herbal ini memiliki interaksi dengan obat antidiabetes yang berakibat buruk terhadap pasien diabetes. Contohnya, jika kerja obat dan tumbuhan obat diabetes melitus sama-sama menurunkan gula darah yang terlalu jauh, tentu akan menyebabkan hipoglikemia.

 

Hipoglikemia dapat menyebabkan pasien diabetes tidak sadar atau pingsan terutama setelah menggunakan obat diabetes yang tidak dibarengi dengan makan. Oleh karena itu, penggunaan tumbuhan obat diabetes melitus dan obat anti diabetes secara bersamaan, perlu hati-hati dan harus dikonsultasikan dengan dokter Anda.

 

 

 

Tumbuhan Obat Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

 

Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

 

Dilansir dari situs Universitas Gadjah Mada, WHO memperkirakan jumlah pengidap diabetes di Indonesia akan mengalami peningkatan besar hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang. Sampai pada tahun 2016 lalu, pengidap diabetes di Indonesia diketahui mencapai sekitar 10 juta penduduk. Masih banyak lagi orang Indonesia yang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya memiliki diabetes.

Diabetes merupakan penyakit “abadi” yang tidak dapat disembuhkan. Namun gejalanya dapat dikelola dengan gaya hidup sehat dan obat-obatan. Salah satunya dengan obat diabetes alami yang satu ini: brokoli. Ya, bagi pengidap diabetes yang juga obesitas, brokoli sebagai obat diabetes alami menjadi kunci untuk memperlambat perkembangan diabetes bahkan berpotensi membatalkan efeknya. Kenapa begitu?

 

Mengulik manfaat brokoli sebagai obat diabetes alami

Manfaat brokoli sebagai obat diabetes alami, dimana sayuran brokoli ini mengandung 5 gram serat/ setengah gelas dan mengandung 50 kalori sangatlah baik untuk membantu mencegah kerusakan yang disebabkan oleh diabetes pada pembuluh darah yang berdampak pada komplikasi diabetes. Dalam sebuah studi yang di pimpin Paul Thornalley yang diterbitkan dalam jurnal “Diabetes” tahun 2008 menemukan hal yang sangat menarik.

Para ilmuwan dari Universitas Gothenburg di Swedia melaporkan bahwa senyawa kimia alami yang ditemukan dalam brokoli, disebut Sulphoraphane, mengurangi kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Sulforaphane dalam brokoli dapat mengaktifkan enzim pelindung yang dapat membatasi kerusakan pada sel. Walaupun demikian penelitian ini masih harus di kaji menurut National Health Service, Inggris karena hubungannya dengan level diabetes penderitanya. Meskipun ada silang pendapat seperti di atas masih banyak pakar lainnya yang menjelaskan hubungan yang positif antara brokoli dengan diabetes.

 

Siapa sangka, sayuran hijau brokoli sebagai obat diabetes alami memiliki khasiat dalam mengelola kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Pada penelitian yang dilakukan pada tikus berpenyakit diabetes, Annika Axelsson peneliti utama mengatakan, senyawa Sulforaphane mengurangi kadar glukosa berlebihan dalam darah secara siginifikan.

Efek ini sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan pemberian metformin, obat yang diresepkan pada diabetesi. Tak hanya itu, brokoli sebagai obat diabetes alami juga mengandung kromium, dimana mendorong peningkatan sensitivitas insulin dalam tubuh yang pada gilirannya dapat mengendalikan lonjakan kadar gula darah.

Seperti diketahui diabetes tipe 2 diidap oleh 450 juta orang di dunia dan 15 persen pasien tidak dapat menggunakan obat Metformin lini pertama karena berisiko menimbulkan kerusakan ginjal. Oleh karena itu temuan ini memberi angin segar bagi diabetesi agar dapat menjadikan asupan brokoli untuk mengendalikan kadar gula darah mereka. Namun Anda harus memperhatikan cara pengolahan brokoli agar kandungan gizinya tidak rusak, yakni dengan cara dikukus, ditumis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

Untuk memastikan efektivitasnya, selama 12 minggu penulis utama studi Anders Rosengen dan tim membagi 97 orang partisipan yang memiliki diabetes dalam dua kelompok: kelompok pertama diberi pil ekstrak Sulphoraphane, sementara yang kedua diberi pil kosong plasebo. Partisipan harus rutin meminum obat ini selama 3 bulan penuh. Hasilnya? Kadar gula darah orang-orang yang mengonsumsi pil Sulphoraphane ditemukan berkurang hingga 10 persen. Jumlah ini bahkan sudah cukup untuk menekan risiko komplikasi diabetes pada mata, ginjal, dan darah.

Sebelumnya, penelitian terhadap efek Sulphoraphane terhadap penurunan kadar hiperglikemia (kelebihan gula darah) sudah lebih dulu diterapkan pada sel kultur dan tikus percobaan di lab. Oleh karena itu, tim peneliti menduga bahwa ekstrak Sulphoraphane dapat digunakan sebagai pengganti obat Metformin, obat diabetes lini pertama.

 

Sulphoraphane dalam brokoli lebih aman dari Metformin

Penelitian ini menunjukkan bahwa Metformin dan Sulphoraphane bekerja menurunkan glukosa darah dengan cara yang berbeda. Metformin membuat sel sensitif terhadap insulin sehingga lebih banyak glukosa yang keluar dari aliran darah, sementara Sulphoraphane membantu menekan produksi glukosa.

Tapi Rosengren percaya bahwa ekstrak itu bisa menggantikan Metformin bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi obat tersebut. Diketahui bahwa kurang 15 persen pengidap diabetes tipe 2 tidak dapat menoleransi efek pengobatan Metformin karena risikonya yang berkaitan dengan kerusakan ginjal.

Mengonsumsi Metformin, bagi orang-orang yang sensitif, dapat meningkatkan risiko asidosis laktat peningkatan asam laktat berbahaya akibat kerja ginjal yang menurun. Asidosis laktat dapat menyebabkan kram perut, napas pendek, kram/nyeri otot, dan kelelahan.

 

Seberapa sering makan brokoli untuk mencapai efek sebagai obat diabetes?

Penelitian di atas dilakukan dengan menggunakan kandungan Sulphoraphane yang sudah diekstrak menjadi pil. Konsentrasi Sulphoraphane dalam satu pil yang digunakan setara dengan makan sekitar 500 kilogram brokoli utuh setiap hari. Terlebih, ekstrak ini dilaporkan sangat efektif hanya di antara orang-orang obesitas yang kadar glukosa darahnya lebih tinggi pada awal penelitian tersebut. Bagi mereka yang tidak obesitas, sayangnya pil Sulforaphane tidak banyak berpengaruh.

Walau mustahil untuk makan 500 kilogram brokoli dalam sehari, bukan lantas Anda jadi mengabaikan pola makan sehat untuk mengelola diabetes Anda. Brokoli dan sayur-sayuran lain tetap menjadi pemain penting dalam menu makan Anda sehari-hari. Kandungan vitamin dan mineral dalam sayuran membantu Anda dalam mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Tak hanya itu, kandungan serat tinggi dalam sayuran dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda lebih mampu mengontrol nafsu makan dan gula darah.

 

 

 

Brokoli Sebagai Obat Diabetes Alami

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Obat Diabetes Melitus Medis

Obat Diabetes Melitus Medis

 

Obat Diabetes Melitus Medis

Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes juga dapat dikatakan sebagai penyakit yang disebabkan oleh suatu kelainan dari reaksi kimia dalam hal pemanfaatan yang tepat atas karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan karena tidak cukupnya pengeluaran atau kurangnya insulin.

Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas untuk mengatur jumlah gula di dalam darah. Gula darah tinggi adalah jika kadar gula darah pada saat berpuasa lebih dari 126 mg/dl dan pada saat tidak berpuasa lebih dari 200 mg/dl. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dl pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif secara fisik.

 

Penyakit diabetes mellitus memiliki tahapan atau fase, yakni :

  1. Diabetes melitus tipe 1

Diabetes melitus tipe 1 ini disebut juga dengan diabetes anak-anak. Ciri-cirinya adalah hilangnya sel beta penghasil insulin sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Penyebab terbanyak dari tipe ini kesalahan dari rekasi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas.

 

  1. Diabetes melitus tipe 2

Diabetes ini terjadi karena kombinasi dari kecacatan dalam produksi insulin dan resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitivitas terhadap insulin yang melibatkan reseptor insulin di membran sel.

 

Penyebab yang paling terjadi dari penyakit diabetes ini adalah obesitas yang diketahui sebagai faktor penyebab yang paling banyak mendera pada mereka yang terserang diabetes dan hampir 90 %  ditemukan mereka yang menderita diabetes disebabkan oleh kegemukan dan faktor lainnya dari turunan keluarga yang memilki diabetes.

Kadar gula dalam darah yang semakin meningkat memang belum dapat dikatakan langsung sebagai gejala dari penyakit diabetes, akan tetapi kadar gula darah yang semakin dijadikan sebagai penyakit dari pra-diabetes.

Kadar gula dalam darah harus selalu diwaspadai, kadar gula dalam normal berkisar 80-90 mg/dl. Gula darah yang semakin meningkat tajam akan berakibat fatal pada penyakit komplikasi berbahaya lainnya seperti hiperglikemia kronis yang dapat menyebakan gangguan pada fungsi penglihatan, gangguan ginjal dan pembuluh darah yang mengalami penyempitan, gangguan saraf, infeksi kulit yang menimbulkan luka, gangguan sistem saraf otonom dll.

 

Meskipun penyakit diabetes ini adalah penyakit yang mempunyai penderita terbanyak, ternyata penyakit ini ada obatnya walaupun tidak seutuhnya mengobati tapi setidaknya bisa menstimulasi organ-organ yang berkaitan dengan penyakit diabetes ini. Berikut di bawah ini merupakan obat diabetes melitus medis yang biasa dianjurkan oleh dokter, antara lain:

 

  1. Metformin untuk mengurangi kadar gula darah.

Obat diabetes melitus medis Metformin bekerja dengan mengurangi kadar gula yang disalurkan hati ke aliran darah dan membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin. Ini adalah obat pertama yang dianjurkan kepada penderita diabetes tipe 2. Berbeda dengan obat-obatan lain, Metformin tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Karena itu obat diabetes melitus medis ini biasanya diberikan untuk penderita yang mengalami kelebihan berat badan. Tetapi Metformin kadang-kadang dapat menyebabkan efek samping yang ringan, misalnya mual dan diare. Dokter juga tidak menganjurkan obat ini pada penderita diabetes yang mengalami masalah ginjal.

 

  1. Sulfonilurea untuk meningkatkan produksi insulin dalam pankreas.

Penderita diabetes yang tidak dapat meminum Metformin atau tidak kelebihan berat badan mungkin akan diberikan obat diabetes melitus medis ini. Jika Metformin kurang efekif untuk mengendalikan kadar gula darah Anda, dokter mungkin akan mengombinasikannya dengan Sulfonilurea. Contoh-contoh obat diabetes melitus medis ini adalah Glimepiride, Glibenclamide, Gliclazide, dan Gliquidone. Sulfonilurea akan meningkatkan kadar insulin dalam tubuh sehingga dapat mempertinggi risiko hipoglikemia jika ada kesalahan dalam penggunaan. Obat diabetes melitus medis ini juga memiliki efek samping seperti kenaikan berat badan, mual, muntah serta diare.

 

  1. Pioglitazone sebagai pemicu insulin.

Obat ini biasanya dikombinasikan dengan Metformin, Sulfonilurea atau keduanya. Obat ini akan memicu sel-sel tubuh agar lebih sensitif terhadap insulin, sehingga lebih banyak glukosa yg dipindahkan dari dalam darah. Obat diabetes melitus medis ini menyebabkan kenaikan berat badan dan pembengkakan pada pergelangan kaki. Anda tidak dianjurkan untuk meminum Pioglitazone jika pernah mengalami gagal jantung atau beresiko mengalami patah tulang.

 

  1. Gliptin (penghambat DPP-4) sebagai pencegah pemecahan GLP-1.

GLP-1 (Glucagon-Like-Peptide-1) adalah hormon yang berperan dalam produksi inslin saat kadar gula darah tinggi. Dengan demikian, Gliptin membantu menaikkan tingkat insulin saat kadar gula naik. Gliptin (misalnya Linagliptin, Saxagliptin, Sitagliptin dan Vildagliptin) dapat menghambat peningkatan kadar gula darah tinggi tanpa menyebabkan hipoglikemia. Obat diabetes melitus medis ini tidak menyebabkan kenaikan berat badan dan biasanya diberikan jika penderita tidak bisa meminum Sulfonilurea atau Glitazone atau dikombinasikan dengan keduanya.

 

  1. Penghambat SGLT-2 yang berdampak pada urine.

Penghambat SGLT-2 akan meningkatkan kadar gula yang dikeluarkan melalui urine. Namun, obat ini meningkatkan risiko infeksi pada saluran kemih dan kelamin bagi penderita. Obat diabetes melitus medis ini dianjurkan apabila Metformin dan DPP-4 tidak cocok digunakan oleh pengidap. Contoh penghambat SGLT-2 meliputi Dapagliflozin, Canagliflozin dan Empagliflozin.

 

 

 

 

Obat Diabetes Melitus Medis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah Komplikasi Diabetes Terkena Stroke

Mencegah Komplikasi Diabetes Terkena Stroke

Mencegah Komplikasi Diabetes Terkena Stroke

Hubungan diabetes dan stroke sangat erat. Sebab kadar gula darah yang tinggi mengakibakan kinerja pembuluh darah dengan beban berlebih. Beban kerja pada pembuluh darah inilah yang kemudian berakibat pembuluh darah pada otak mengalami penyumbatan bahkan bisa pecah. Pembuluh darah yang tersumbat maupun pecah inilah yang mengakibatkan fungsi organ tubuh terganggu, pada kondisi seperti ini biasanya sudah divonis terkena stroke. Jika penderita diabetes mengalami stroke  maka diperlukan langkah-langkah yang benar untuk menjalani pengobatan agar kedua jenis penyakit yang berbeda ini dapat ditangani secara efektif.

 

Mencegah komplikasi diabetes terkena stroke ini terdapat dua jenis tipe pengobatan yaitu pengobatan yang dilakukan secara medis dan pengobatan yang dilakukan secara tradisional. Anda bisa memilih salah satunya tergantung tingkat urgensi dan keyakinan anda dalam melakukan penyembuhan stroke karena diabetes baik mungkin yang anda alami sendiri apapun yang dialami oleh orang di sekitar Anda.

Satu hal yang perlu digarisbawahi tahap mencegah komplikasi diabetes terkena stroke tidak boleh mengorbankan penyakit diabetes. Atau sebaliknya anda fokus mengobati diabetes biasa saja namun mengorbankan stroke. Berikut ini beberapa langkah penting perlu diperhatikan untuk mencegah komplikasi diabetes terkena stroke:

  • Meluruskan pemahaman tentang diabetes dan faktor-faktor pemicunya.
  • Memberikan pemahaman pada penderita dan keluarga mengenai pentingnya kadar gula darah normal.
  • Membuat daftar rencana mengenai menu makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi.
  • Menjalankan pola hidup yang sehat perencanaannya.
  • Mempelajari data-data medis penderita.
  • Melakukan berbagai upaya kesehatan secara medis maupun alami.

 

Antisipasi Penderita Diabetes Agar Tidak Terkena Komplikasi Stroke

Langkah antisipasi ini menjadi sangat penting, sebab jika tidak diantisipasi atau diabetes tidak ditangani dengan baik bisa jadi bukan hanya itu saja yang bisa menyerang penderita diabetes tapi ada komplikasi penyakit lain seperti komplikasi diabetes dengan jantung diabetes dengan hipertensi.

 

  1. Menjalankan pola hidup sehat

Penyakit diabetes ini merupakan penyakit metabolik yang disebabkan gaya hidup yang tak sehat seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan gula yang tinggi semisal makan makanan junk food merokok atau mengonsumsi dan mengkonsumsi alkohol. Diabetes yang disebabkan karena pola hidup yang buruk ini masuk dalam jenis diabetes tipe 2. Sedangkan diabetes Tipe 1 ada jenis diabetes yang terjadi karena kerusakan pankreas atau bisa karena faktor keturunan, namun pola hidup yang buruk diabetes tipe 1 ini dapat berlanjut ke diabetes tipe 2.

Menjalankan pola hidup sehat merupakan hal penting untuk siapa saja, terlebih untuk mencegah komplikasi diabetes terkena stroke. Jika penderita diabetes tidak menerapkan pola hidup sehat setelah divonis terkena penyakit gula. Bisa dipastikan keaadanya akan semakin parah dari hari ke hari. Paling menakutkan terkena komplikasi penyakit yang bisa menjadi penyebab kematian akibat diabetes.

 

  1. Kontrol gula darah

Kontrol gula darah ini menjadi ritual penting bagi penderita penderita diabetes. Penderita diabetes perlu mengetahui perkembangan kadar gula darahnya dari waktu ke waktu senyum menjadi bahan evaluasi jenis pengobatan bagan tindakan yang dilakukan sudah benar atau sudah maksimal atau belum. Kontrol dengan gula darah ini dibutuhkan untuk melakukan tindakan yang terbaik jika terjadi keadaan yang lebih buruk.

 

  1. Berolahraga secara teratur

Kurang gerak dapat menyebabkan peningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi, data berat badan naik. Jika berat badan ini naik apakah diabetes akan lebih sulit untuk disembuhkan. Lakukan olahraga secara teratur jalan bersepeda maupun jogging.

Olahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah menjaga kolesterol tetap stabil makan pembuluh darah. Mencegah komplikasi diabetes terkena stroke ini dapat membantu secara signifikan mengurangi risiko terkena stroke pada penderita diabetes.

 

  1. Kontrol kolesterol

Mencegah komplikasi diabetes terkena stroke dengan kontrol adalah 1 cara untuk meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh dan menekan kolesterol jahat dalam tubuh. Sehingga dengan melakukan kontrol sekolah kontrol kolesterol berarti seorang penderita diabetes melakukan diet atau meninggalkan makanan yang mengandung lemak tinggi yang dapat memicu meningkatnya kolesterol dalam darah.

 

  1. Diet potassium

Potassium ini dapat didapatkan dari makanan seperti pisang jeruk buah-buahan kering, gejala rentang dan susu skim. Konsumsi bahan makanan tersebut untuk mendapatkan kurang lebih 3500 mg potassium per hari.

 

  1. Diet magnesium

Beras, merah, almond, gandum dan buah pisang merupakan makanan yang dapat mensuplai kebutuhan magnesium dalam tubuh.

 

  1. Diet kalsium

Kalsium ini terdapat dalam yogurt dan susu skim, untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian. Penderita diabetes dapat mengkonsumsi yoghurt maupun susu skip dengan mempertimbangkan kadar gula pada makanan tersebut.

 

  1. Diet polifenol

Polifenol ini terdapat dalam coklat hitam. Untuk menu untuk menurunkan tekanan darah tanpa meningkatkan berat badan, cokelat hitam ini menjadi pilihan yang tepat bagi penderita diabetes agar dapat mencegah komplikasi diabetes terkena stroke. Pastikan Anda mengkonsumsi cokelat yang rendah gula.

 

 

 

Mencegah Komplikasi Diabetes Terkena Stroke

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Golongan Obat Diabetes Melitus

Golongan Obat Diabetes Melitus

Golongan Obat Diabetes Melitus

Di dalam pengobatan medis, tentunya digunakan banyak sekali golongan obat diabetes melitus. Karena terlalu banyaknya, terkadang orang sampai tidak memahami apa saja fungsinya. Padahal mengetahui apa saja golongan obat diabetes melitus dan juga fungsinya sangatlah penting terutama bagi orang yang menderita penyakit diabetes melitus. Selain mengetahui tentang golongan obat diabetes melitus, sebaiknya penderita DM juga mengetahui beberapa metode pengobatan diabetes melitus di dunia medis.

Karena memang ada 2 macam metode pengobatan penyakit DM yang umumnya digunakan di dalam dunia medis. Apakah Anda ingin mempelajari apa saja golongan obat diabetes melitus dan juga apa saja metode pengobatan diabetes melitus di dunia medis tersebut? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

 

Sebelum mempelajari tentang apa saja golongan obat diabetes melitus yang umum digunakan di dalam dunia medis, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu 2 macam metode pengobatan DM di dunia medis. Ketika seseorang dinyatakan menderita penyakit DM, maka umumnya dokter tidak akan langsung menyarankan mereka untuk mulai meminum obat-obatan tertentu. Dokter cenderung menyarankan penderita DM baru untuk menggunakan metode pengobatan non farmakologis.

Metode non farmakologis memang adalah metode pengobatan DM paling awal yang disarankan dokter. Pengobatan non farmakologis ini sama sekali tidak melibatkan penggunaan obat-obatan apapun. Pengobatan non farmakologis ini lebih cenderung pada mengatasi penyakit DM dengan mendisiplinkan diri dalam melakukan beberapa tidakan seperti:

  • Rutin berolahraga yang sesuai untuk penderita DM
  • Mulai mengatur pola makan dan juga pola hidup sehat
  • Mengurangi dan sebisa mungkin menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman yang mengandung alkohol

Pengobatan non farmakologis sebenarnya sudah dapat membantu penderita DM untuk mencegah penyakit yang dideritanya bertambah parah. Namun sayangnya sangat sulit untuk membuat penderita DM agar mau disiplin menjalankan semua tindakan tersebut. Karena itulah jika memang penderita DM mengalami kesulitan mengontrol penyakit yang dideritanya dengan menggunakan metode non farmakologis, barulah dokter menyarankan penderita DM untuk mulai berlatih menggunakan metode farmakologis.

 

Apa Itu Pengobatan Farmakologis Untuk Penderita DM?

Pengobatan farmakologis jauh berbeda dengan pengobatan non farmakologis. Pengobatan farmakologis mulai menggunakan beberapa macam golongan obat diabetes melitus. Ketika penderita DM sudah disarankan dokter untuk mulai mengonsumssi obat-obatan medis tertentu, sebaiknya penderita DM disiplin dalam meminum obat-obatan tersebut.

 

Golongan Obat Diabetes yang Digunakan Dalam Pengobatan Farmakologis

Ada 4 macam golongan obat diabetes melitus yang digunakan dalam pengobatan farmakologis ini. Berikut ini adalah penjelasan fungsi dari masing-masing golongan obat diabetes melitus tersebut:

 

  1. Golongan sulfonylurea

Merupakan golongan obat diabetes melitus yang berfungsi untuk merangsang organ pankreas agar memroduksi lebih banyak hormon insulin. Obat ini hanya bisa dikonsumsi oleh penderita DM yang belum mengalami masalah kerusakan pada organ pankreas dan penderita DM yang tidak mengalami masalah obesitas. Golongan obat diabetes ini sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum tidur. Karena obat ini dapat menyebabkan hipoglikemia jika dikonsumsi sebelum tidur.

 

  1. Golongan biguanid

Ini berfungsi untuk meningkatkan kepekaan sel-sel di dalamn tubuh dalam menerima glukosa yang dibawa oleh hormon insulin. Golongan obat diabetes ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki masalah obesitas. Namun perlu diketahui bahwa golongan obat diabetes ini terkadang menyebabkan efek samping tertentu seperti gangguan pencernaan. Karena itu penderita DM yang belum pernah mengonsumsi obat jenis ini lebih disarankan mengonsumsinya dengan dosis rendah terlebih dahulu.

 

  1. Golongan acarbose

Ini berfungsi untuk memperlambat proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh. Jenis ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita DM yang memiliki kadar gula darah puasa lebih dari 180mg/dl. Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita DM yang usianya kurang dari 18 tahun.

 

  1. Suntukan insulin buatan

Insulin buatan ini adalah golongan obat diabetes yang biasanya diberikan pada penderita DM yang sudah mengalami masalah kerusakan pada organ pankreasnya. Obat jenis ini tidak hanya di peruntukan bagi penderita DM tipe 1 saja. Karena penderita DM tipe 2 pun bisa menggunakan obat ini jika sudah mengalami masalah kerusakan pada organ pankreasnya.

 

Kapan Sebaiknya Penderita DM Mulai Rutin Mendapatkan Suntikan Insulin Buatan?

Terkadang memang banyak penderita DM yang masih bingung tentang kapan saat yang tepat bagi mereka untuk mulai mendapatkan suntikan insulin buatan. Berikkut ini adalah saat yang paling tepat bagi penderita DM untuk mulai menggunakan golongan obat diabetes seperti suntikan insulin buatan:

  • Ketika sudah mengalami komplikasi gangren
  • Ketika penderita dm sudah mulai mengalami kondisi ketoasidosis atau koma
  • Semua penderita dm gestasional yang tidak mampu mengontrol pola makannya
  • Penderita dm yang mulai mengalami masalsah penurunan berat badan secara drastis
  • Semua penderita dm yang gagal menggunakan obat-obatan dalam bentuk tablet
  • Ketika penderita dm mulai mengalami komplikasi pada organ hatu dan ginjal yang cukup parah

 

Apakah Suntikan Insulin Buatan Menyebabkan Efek Samping?

Meskipun penggunaan suntikan insulin buatan memang sangat membantu penderita DM dalam mengontrol kadar gula darahnya, namun penggunaan golongan obat diabetes melitus ini benar-benar harus diperhatikan. Masalahnya adalah karena suntikan insulin buatan dapat menyebabkan berbagai macam efek samping negatif jika digunakan secara asal-asalan. Berikut ini adalah beberapa macam efek samping negatid yang biasa dialami oleh penderita DM yang menggunakan golongan obat diabetes seperti suntikan insulin buatan secara asal-asalan:

  • Mengalami lipoatrofi atau kulit yang menjadi tempat penyuntikan menjadi cekung
  • Munculnya alergi kulit seperti gatal-gatal
  • Edema insulin
  • Mengalami hipoglimenia jika dosis suntikan tidak sesuai
  • Beresiko mengalami aterosklerosis (penyempitan sekaligus pengerasan saluran pembuluh darah)

 

 

Golongan Obat Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Khasiat Biji Rambutan untuk Diabetes

Khasiat Biji Rambutan untuk Diabetes

Khasiat Biji Rambutan untuk Diabetes

Buah rambutan (nephelium lappaceum) merupakan tanaman tropis yang tergolong dalam suku Sapincia Ceap atau lerak-lerakan. Tanaman ini berasal dari kepulauan Asia Tenggara yang banyak ditanam sebagai pohon buah atau bisa kita temukan sebagai tumbuhan liar di luar jawa.

 

Rambutan memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, fosfor, besi, vitamin C dan kalsium. Kulit buahnya mengandung tannin dan saponin. Bijinya mengandung polifenol dan lemak, kulit batangnya mengandung tannin, flavonida, saponin, zat besi dan pectic substance. Sedangkan daun rambutan mengandung saponin dan tannin. Di dalam buah rambutan tersimpan khasiat sebagai obat yang tidak ternilai harganya. Menurut kajian pakar tanaman obat setiap 100 gram mengandung 69 kalori, 58 mg vitamin, dan 18,1 gram karbohidrat. Buah rambutan juga memiliki kadar serat yang cukup tinggi, sekitar 2 gram per 100gram berat buah. Dengan banyaknya kandungan di dalam rambutan, akan cocok bagi kesehatan dan bagi orang-orang yang tengah berdiet.

Didalam buah rambutan terdapat biji yang terbungkus oleh daging buah. Pada umumnya biji buah rambutan tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Padahal biji rambutan juga memiliki khasiat dan manfaat yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh salah satunya yaitu khasiat biji rambutan untuk diabetes. Sebuah studi menyebutkan biji buah rambutan memang memiliki rasa yang agak pahit ketika dimakan tetapi tidak mengandung racun. Dalam jumlah yang wajar biji buah rambutan masih aman dikonsumsi. Biji buah rambutan mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang mampu memenuhi kebutuhan gizi setiap orang. Selain itu biji rambutan juga memiliki 3-40% lemak murni, serat, pati, dan stearic acid. Komposisi kimia ini mampu mengurangi kadar gula dalam darah.

 

Khasiat Biji Rambutan untuk Diabetes

Khasiat biji rambutan untuk diabetes sudah sejak jaman dahulu diketahui oleh masyarakat. Misalnya masyarakat Gayo Lues di Provinsi Aceh, mereka sudah lama mengkonsumsi biji buah rambutan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Secara turun-temurun masyarakat Gayo Lues meminum ramuan biji rambutan kering untuk mengobati diabetes. Biji buah rambutan yang sering kita abaikan ini ternyata memiliki khasiat biji rambutan untuk diabetes yang sangat luar biasa dan jarang orang lain mengetahui hal ini.

 

Kandungan Senyawa Biji Buah Rambutan

Didalam biji buah rambutan terdapat kandungan karbohidrat, protein, lemak, lemak murni, serat, pati dan stearic acid. Selain itu menurut seorang ahli gizi ternama, Pram Pramono ekstrak methanol yang terdapat pada biji buah rambutan mengandung senyawa flavanoid dan fenolik. Ekstrak methanol tersebut mengandung senyawa yang terdiri dari 5 fenolik (flavonoid) dan 1 fenolik (bukan flavonoid). Ekstrak methanol tersebut mempunyai aktivitas hipoglikemik dan berpotensi membantu mengobati pasien yang mengidap diabetes. Khasiat biji rambutan untuk diabetes juga diketahui mampu mengatasi sakit pinggang.

 

Cara Membuat Obat Herbal dari Biji Rambutan

  • Siapkan 5 biji rambutan dari buah yang matang.
  • Pisahkan biji dari daging buahnya, setelah itu silahkan dibersihkan.
  • Selanjutnya potong menjadi beberapa potongan kecil-kecil dan sangrai dengan api sedang
  • Setelah berubah warnanya menjadi kuning kecoklatan, matikan api kemudian tiriskan di dalam wadah, biarkan sampai dingin.
  • Selanjutnya blender atau tumbuk biji rambutan yang telah disangrai tersebut sampai mendapatkan tekstur yang lembut dan halus.
  • Setelah itu, sedu bubuk biji rambutan dengan air panas, biarkan seduhan tersebut dingin dan air terpisah dari ampasnya.
  • Minum seduhan tersebut 1-3 kali sehari, 30 menit sebelum makan. Dan apabila mengidap diabetes parah konsumsi lah setiap hari secara rutin.

 

Ternyata khasiat biji rambutan untuk diabetes ini jarang ada yang mengetahui karena kita terbiasa untuk langsung membuangnya tanpa tahu apa kandungan yang terdapat dalam biji rambutan tersebut. Semoga ulasan ini dapat menambah pengetahuan Anda dan bermanfaat untuk Anda. Jika Anda merasakan gejala yang Anda curigai sebagai penyakit diabetes, jangan sungkan untuk konsultasikan langsung dengan dokter terpercaya atau terdekat Anda. Terima kasih..

 

 

 

Khasiat Biji Rambutan untuk Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Diabetes Bagi Tubuh

Bahaya Diabetes Bagi Tubuh

Bahaya Diabetes Bagi Tubuh

Diabetes adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena tingginya tingkat kadar gula dalam darah. Gula dalam tubuh diperoleh dari berbagai jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi secara rutin. Sebenarnya tubuh bisa menjalankan sistem yang akan membuat tubuh bisa mengatur kadar gula dalam darah. Sistem ini tidak lepas dari insulin sebagai sebuah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas.

 

Namun beberapa orang memiliki ketidakmampuan menghasilkan insulin sehingga tingkat kadar gula dalam darah terus meningkat. Salah satu langkah yang paling penting dilakukan oleh penderita diabetes adalah menjaga agar kadar gula dalam darah normal.

Penyakit diabetes bisa menyebabkan pengaruh yang sangat besar untuk tubuh. Hal ini ditandai dengan berbagai penyakit lain yang timbul pada penderita diabetes yang tidak mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Akibatnya maka tubuh bisa mengalami komplikasi karena gangguan yang terjadi pada beberapa organ penting tubuh. Kadar gula yang berlebihan dalam darah bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dan sulit untuk melakukan berbagai aktivitas secara normal.

 

Apakah diabetes berbahaya untuk hidup? Ya, efek panjang dari diabetes yang tidak terkontrol bisa menyebabkan darah tinggi dan kolesterol tinggi dalam tubuh. Diabetes bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang dalam hidup sehingga banyak penderita diabetes yang merasa frustasi. Berikut ini adalah beberapa macam bahaya diabetes bagi tubuh dari berbagai penyakit komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita diabetes :

 

  1. Penyakit jantung

Jika kadar gula dalam darah tidak terkontrol dengan baik maka ancaman penyakit jantung akan selalu mengincar penderita diabetes. Bahaya diabetes bagi tubuh ini akan menjadi penyebab dada sakit yang biasanya memang dirasakan oleh penderita diabetes. Beberapa jenis penyakit jantung yang sering terjadi adalah penyempitan pembuluh darah, stroke, serangan jantung, penyakit arteri dan kondisi lain. Stroke dan serangan jantung menjadi kasus yang paling sering terjadi.

 

  1. Kerusakan sistem syaraf

Akibat tingginya kadar gula dalam darah maka dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah yang berfungsi untuk menyehatkan saraf tubuh terutama untuk bagian kaki. Jika kondisi kerusakan sudah terjadi maka biasanya penderita akan sering merasa kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, dan sakit pada bagian ujung jari kaki. Gangguan kerusakan saraf akan ditandai dengan diare, muntah, mual, sembelit dan gangguan disfungsi ereksi pada pria.

 

  1. Kerusakan mata

Kebutaan menjadi salah satu bahaya diabetes bagi tubuh yang paling sering terjadi pada penderita diabetes. Hal ini disebabkan kadar gula darah yang terlalu tinggi telah mengganggu sistem saraf pusat. Bahkan kadar gula darah yang tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan pada kornea dan lensa mata. Penyakit yang paling sering terjadi adalah glaukoma dan katarak.

 

  1. Kerusakan ginjal

Ginjal dalam manusia memiliki fungsi yang sangat penting. Ginjal mengandung jutaan pembuluh darah yang akan menyaring darah dalam tubuh manusia. Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi maka bisa menyebabkan kerusakan jaringan yang berfungsi sebagai saringan kecil. Jika kondisi diabetes sudah parah maka bisa menjadi penyebab gagal ginjal yang membutuhkan transplantasi atau cuci darah secara berkala.

 

  1. Cacat kaki

Kerusakan saraf akibat diabetes yang terjadi pada kaki akan menyebabkan komplikasi kerusakan pada bagian kaki. Bahkan pada kondisi tertentu banyak penderita diabetes yang harus melakukan amputasi untuk menyematkan jaringan lainnya. Jadi kerusakan kaki menjadi akibat yang sangat umum dari bahaya diabetes bagi tubuh.

 

  1. Infeksi kulit

Infeksi kulit menjadi bahaya diabetes bagi tubuh yang cukup terkenal. Infeksi ini disebabkan oleh jamur, parasit atau virus yang hidup pada luka di kaki. Penderita diabetes akan mudah terkena luka dan luka tersebut sulit untuk disembuhkan dengan cepat, sehingga terkadang infeksi menjadi ancaman yang sangat serius.

 

  1. Gangguan pendengaran

Penderita diabetes memang sering mengalami gangguan pendengaran. Tingkat kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi telah menyebabkan kerusakan sistem pendengaran. Hal ini membuktikan bahwa bahaya diabetes bagi tubuh memang sangat mempengaruhi sistem kerja anggota tubuh terutama indra penting untuk tubuh.

 

  1. Pikun

Penyebab diabetes terutama diabetes tipe 2 juga memiliki ancaman serius terkena penyakit yang menganggu sistem memori. Hingga saat ini hubungan antara kadar gula dalam darah dan sistem memori masih dikembangkan.

Jadi, penyakit diabetes memang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang. Namun penderita diabetes bisa mengatasi hal ini dengan mengatur kadar gula dalam darah dan menjaga pola makan.

 

Bahaya Diabetes Bagi Tubuh

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penggunaan Insulin Penderita Diabetes

Penggunaan Insulin Penderita Diabetes

Penggunaan Insulin Penderita Diabetes

Saat ini penyakit diabetes masih sangat sulit disembuhkan. Penyakit diabetes melibatkan peningkatan kadar gula darah dan penurunan produksi dari insulin. Banyak pasien diabetes baik diabetes tipe 1 maupun 2 melakukan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah didalam tubuh tetap stabil. Pasien diabetes memerlukan suntikan insulin karena produksi insulin yang terus menerus menurun.

Insulin dan penyakit diabetes adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Meski sudah dipakai dalam terapi pengobatan diabetes selama berpuluh tahun, sebuah studi terbaru mengindikasikan obat ini bisa menyebabkan komplikasi serius.

Bila Anda baru-baru ini diresepkan insulin atau berganti ke tipe baru insulin, Anda mungkin khawatir terkait efek sampingnya, atau Anda mungkin juga mengalami efek samping dan tidak tahu dari mana itu berasal. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui lebih banyak tentang efek samping dari penggunaan insulin penderita diabetes.

 

Apa saja efek samping insulin?

Insulin merupakan obat utama untuk penderita diabetes tipe satu karena pankreas mereka tidak bisa menghasilkan hormon ini. Sementara pada diabetes melitus insulin diberikan untuk meningkatkan produksi insulin atau meningkatkan kepekaan terhadap insulin. Tim peneliti dari Cardiff University School of Medicine, Inggris, melakukan penelitian menggunakan data UK Clinical practice Research Datalink, database dari populasi 10 persen pasien diabetes di Inggris. Efek samping penggunaan insulin penderita diabetes itu terutama ditemukan pada kelompok yang memakai insulin antara tahun 1999 dan 2011.

Anda mungkin merasakan proses penyuntikan insulin cukup menyakitkan dan sulit untuk dilakukan di awal, namun Anda akan terbiasa setelah beberapa waktu. Terdapat beberapa masalah yang akan muncul selama penggunaan insulin penderita diabetes, baik pada bagian injeksi dan juga seluruh tubuh.

 

  1. Di bagian injeksi

Terdapat sejumlah komplikasi yang bisa muncul pada bagian injeksi, terutama jika Anda menggunakan suntikan yang kurang tajam sehingga bisa melukai dan menyebabkan rasa nyeri serta bengkak pada bagian yang diinjeksi. Meski jarang, Anda bisa mengalami reaksi alergi terhadap insulin, namun ini cenderung akan menghilang.

Pada beberapa kasus, ketika bagian yang diinjeksi sudah sering digunakan, akan muncul masalah yang dikenal sebagai lipohipertrofi. Kondisi ini terjadi cukup sering dan pada dasarnya diakibatkan pertumbuhan sel lemak di sekitar bagian yang diinjeksi. Anda bisa menghindarinya dengan mengubah-ubah bagian yang diinjeksi.

 

  1. Resistensi insulin

Efek samping dari penggunaan insulin penderita diabetes adalah penggunaan yang berkepanjangan dapat menyebabkan resistensi insulin yang berarti bahwa dari waktu ke waktu Anda mungkin mulai memerlukan dosis insulin lebih besar untuk mendapatkan efek yang sama. Hal ini dapat diatasi dengan mengubah dosis insulin.

 

  1. Berat badan bertambah

Salah satu efek samping yang paling tidak diinginkan dari penggunaan insulin penderita diabetes adalah kecenderungan untuk menaikkan berat badan. Anda mungkin menemukan bahwa berat badan Anda mulai bertambah dan juga merasa lebih lapar dari biasanya. Umumnya semakin berat Anda sebelum disuntik insulin, semakin banyak berat badan Anda akan bertambah.

 

  1. Hipoglikemia

Efek samping yang paling umum dari penggunaan insulin penderita diabetes adalah hipoglikemia, atau gula darah rendah yang merupakan komplikasi utama dan dapat mengancam kehidupan. Hal ini terjadi karena insulin menyebabkan sel-sel hati dan otot Anda untuk mengambil glukosa dari darah. Jika Anda terlalu banyak menyuntikkan insulin, sel-sel Anda akan mengambil dan menyimpan terlalu banyak glukosa. Hal ini akan menurunkan gula darah Anda, mengurangi jumlah yang tersedia untuk digunakan otak Anda. Karena otak hanya dapat menggunakan glukosa untuk energi, jika tidak cukup, Anda bisa tidak sadarkan diri dan jatuh ke dalam koma hipoglikemik.

Beberapa efek samping lainnya antara lain:

  • Kemerahan, bengkak dan gatal pada bagian injeksi
  • Perubahan rasa pada kulit, kulit lebih tebal (penumpukan lemak), atau sedikit cekungan pada kulit
  • Berat bertambah
  • Sembelit

Beberapa efek samping bisa menjadi serius. Bila Anda mengalami gejala berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • Ruam dan gatal di seluruh tubuh
  • Napas pendek
  • Napas berbunyi
  • Pusing
  • Pandangan kabur
  • Detak jantung cepat
  • Berkeringat
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Lemas
  • Kram otot
  • Detak jantung tidak normal
  • Berat badan bertambah drastis dalam waktu singkat
  • Pembengkakan pada lengan, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah.

 

Jika Anda merasakan hal yang serupa maka cobalah untuk konsultasikan langsung dengan dokter terdekat atau terpercaya Anda. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda, terima kasih..

 

Penggunaan Insulin Penderita Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis Pisang untuk Penderita Diabetes

Jenis Pisang untuk Penderita Diabetes

Jenis Pisang untuk Penderita Diabetes

Jenis Pisang untuk Penderita Diabetes – Diabetes atau kencing manis merupakan penyakit yang menyebabkan kondisi kadar gula dalam darah penderita menjadi tinggi. Penyebab kondisi seperti itu yakni tidak adanya hormon insulin di dalam pankreas sehingga proses pengubahan glukosa dalam darah menjadi terganggu. Diabetes terbagi menjadi beberapa jenis namun jenis diabetes yang umum diketahui yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 termasuk jenis diabetes yang parah karena pankreas tidak dapat menciptakan hormon insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 termasuk diabetes yang belum parah karena pankreas masih bisa memproduksi insulin namun sel-sel tubuh tidak bisa insulin tidak bisa berfungsi secara normal.

Bagi penderita diabetes memperhatikan asupan makanan adalah hal yang paling wajib dilakukan. Karena kemungkinan besar pengaruh makanan dengan kandungan gula sangat tinggi bisa mempengaruhi kenaikan kadar gula darah normal di dalam tubuh. Tidak terkecuali jika makanan itu ternyata adalah buah-buahan, salah satunya adalah pisang. Ya, mungkin sebagian besar penderita diabetes kerap kali mendengar bahwa pisang merupakan buah yang memiliki kandungan gula tinggi yang dikaitkan dengan kandungan karbohidrat di dalamnya. Namun, apakah benar demikian? Bolehkah penderita diabetes makan pisang? Jika boleh apa sajakah jenis pisang untuk penderita diabetes yang boleh dikonsumsi? Berikut pembahasannya.

 

Pisang Untuk Penderita Diabetes

Pisang mempunyai kandungan karbohidrat yang nantinya akan diubah menjadi glukosa jika sudah masuk ke dalam pencernaan. Dengan adanya bantuan insulin yang diproduksi oleh pankreas, glukosa yang masuk akan diubah menjadi energi. Namun, sayangnya ini hanya akan bekerja untuk orang normal saja. Bagi penderita diabetes, hormon insulin yang diproduksi sangatlah sedikit sehingga bisa saja asupan tersebut malah akan membuat gula darah dalam tubuh semakin meningkat.

 

Jenis Pisang untuk Penderita Diabetes

Sebenarnya pisang tidak benar-benar dilarang dikonsumsi bagi para penderita diabetes. Ada beberapa jenis pisang untuk penderita diabetes yang boleh dikonsumsi yang dinilai baik untuk kesehatan tubuh penderita. Jenis pisang untuk penderita diabetes yang baik yaitu pisang yang mempunyai kulit berwarna hijau.

Kulit pisang yang mempunyai warna hijau dinilai memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah sehingga tidak akan terlalu memicu peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh selama asupannya masih sangat dibatasi.

Selain itu, akan lebih baik jika Anda juga memilih pisang yang berukuran sedang dan tidak terlalu berlebihan mengkonsumsinya. Minimal hanya 1 pisang 1 hari saja, maksimal 2 pisang 1 hari sudah sangat cukup.

 

Diet Menggunakan Pisang

Karena kandungan karbohidrat cukup tinggi dan tidak memiliki kandungan lemak maka konsumsi pisang akan sangat baik sebagai salah satu menu diet untuk penderita diabetes. Mengkonsumsi pisang akan memberikan efek kenyang yang cukup lama seperti halnya saat mengkonsumsi bihun jagung untuk penderita diabetes. Dengan begitu, Anda bisa menghindari perasaan lapar yang berlebihan.

Hindari mengkonsumsi pisang dengan cara diblender atau dijus, karena hal tersebut malah akan membuat Anda untuk menambahkan gula atau susu agar rasanya lebih enak. Penambahan bahan pemanis tersebutlah yang akan semakin memicu peningkatan kadar gula yang ada didalam tubuh.

 

Indeks Glikemik Pada Buah Pisang

Bagi para penderita diabetes memperhatikan indeks glikemik pada setiap makanan juga sangat penting. Jika ternyata nilainya rendah tentu akan sangat menguntungkan karena Anda bisa terhindar dari kenaikan gula darah di dalam tubuh karena faktor makanan.

Buah pisang merupakan salah satu buah yang memiliki indeks glikemik tingkat menengah, jadi bisa dikonsumsi namun harus dijaga dan jangan terlalu berlebihan. Beberapa makanan yang bisa Anda pilih dan memiliki indeks glikemik rendah, misalnya saja seperti jus kacang panjang untuk penderita diabetes.

 

Itulah informasi penting mengenai jenis pisang untuk penderita diabetes yang boleh dikonsumsi dan tidak akan memicu kenaikan gula darah. Sudah sangat jelas bahwa jenis pisang untuk penderita diabetes yang baik yaitu pisang yang kulitnya berwarna hijau dan tidak mengkonsumsi secara berlebihan. Jika ternyata Anda terlalu banyak mengkonsumsi pisang dan setelahnya gula darah Anda meningkat, akan lebih baik Anda berkonsultasi pada dokter atau mengkonsumsi obat yang memang sudah diresepkan harus dikonsumsi saat terjadinya kenaikan gula darah secara tiba-tiba atau seacara mendadak.

 

 

Jenis Pisang untuk Penderita Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment