Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Diabetes ketoasidosis adalah sebuah komplikasi diabetes mematikan yang disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh seseorang biasa dikenal dengan nama ketoasidosis diabetik. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak bisa mengolah gula darah (glukosa) karena tidak cukupnya insulin dalam tubuh. Berikut ini ada beberapa Pengobatan Diabetes Ketoasidosis :

 

  1. Glukosa

Pengobatan Diabetes KetoasidosisPengobatan Diabetes Ketoasidosis yang pertama yairu harus memperhatikan kadar glukosa dalam tubuh. Kadar glukosa dapat bervariasi dari 300 hingga 800 mg/dl. Sebagian pasien mungkin memperlihatkan kadar gula darah yang lebih rendah dan sebagian lainnya mungkin memiliki kadar sampai setinggi 1000 mg/dl atau lebih yang biasanya bergantung pada derajat dehidrasi. Harus disadari bahwa ketoasidosis diabetik tidak selalu berhubungan dengan kadar glukosa darah. Sebagian pasien dapat mengalami asidosis berat disertai kadar glukosa yang berkisar dari 100-200 mg/dl, sementara sebagian lainnya mungkin tidak memperlihatkan ketoasidosis diabetikum sekalipun kadar glukosa darahnya mencapai 400-500 mg/dl.

  1. Natrium

Efek hiperglikemia ekstravaskuler bergerak air ke ruang intravaskuler. Untuk setiap 100 mg/dl glukosa lebih dari 100 mg/dl, tingkat natrium serum diturunkan oleh sekitar 1,6 mEq/L. Bila kadar glukosa turun, tingkat natrium serum meningkat dengan jumlah yang sesuai.  – Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

  1. Kalium

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis bisa dilakukan dengan sering memeriksa kalium, sebagai nilai-nilai drop sangat cepat dengan perawatan. EKG dapat digunakan untuk menilai efek jantung ekstrem di tingkat potasium.

  1. Bikarbonat

Kadar bikarbonat serum adalah rendah, yaitu 0-15 mEq/L dan pH yang rendah (6,8-7,3). Tingkat pCO2 yang rendah (10-30 mmHg) mencerminkan kompensasi respiratorik (pernapasan kussmaul) terhadap asidosisi metabolik. Akumulasi badan keton (yang mencetuskan asidosis) dicerminkan oleh hasil pengukuran keton dalam darah dan urin. Pengobatan Diabetes Ketoasidosis gunakan tingkat ini dalam hubungannya dengan kesenjangan anion untuk menilai derajat asidosis.

  1. Sel darah lengkap

Tinggi sel darah putih (WBC) menghitung (> 15 X 109/L) atau ditandai pergeseran kiri mungkin menyarankan mendasari infeksi.  – Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

  1. Gas darah arteri

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis dengan gas darah arteri pH sering <7.3. Vena pH dapat digunakan untuk mengulang pH measurements. Brandenburg dan Dire menemukan bahwa pH pada tingkat gas darah vena pada pasien dengan KAD adalah lebih rendah dari pH 0,03 pada ABG. Karena perbedaan ini relatif dapat diandalkan dan bukan dari signifikansi klinis, hampir tidak ada alasan untuk melakukan lebih menyakitkan ABG. Akhir CO2 pasang surut telah dilaporkan sebagai cara untuk menilai asidosis juga.

  1. Keton

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis memadai ketonuria memerlukan fungsi ginjal. Selain itu, ketonuria dapat berlangsung lebih lama dari asidosis jaringan yang mendasarinya.

  1. β-hidroksibutirat

Serum atau hidroksibutirat β kapiler dapat digunakan untuk mengikuti respons terhadap Pengobatan Diabetes Ketoasidosis. Tingkat yang lebih besar dari 0,5 mmol/L dianggap normal, dan tingkat dari 3 mmol/L berkorelasi dengan kebutuhan untuk ketoasidosis diabetik (KAD).

  1. Urinalisis (UA)

Cari glikosuria dan urin ketosis. Pengobatan Diabetes Ketoasidosis ini digunakan untuk mendeteksi infeksi saluran kencing yang mendasari.

  1. Osmolalitas

Diukur sebagai 2 (Na +) (mEq/L) + glukosa (mg/dl) / 18 + BUN (mg/dl) / 2.8. Pasien dengan diabetes ketoasidosis yang berada dalam keadaan koma biasanya memiliki osmolalitis > 330 mOsm/kg H2O. Jika osmolalitas kurang dari > 330 mOsm/kg H2O ini, maka pasien jatuh pada kondisi koma.   – Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

  1. Kadar kreatinin

Kenaikan kadar kreatinin, urea nitrogen darah (BUN) dan Hb juga dapat terjadi pada dehirasi. Setelah terapi dehidrasi dilakukan, kenaikan kadar kreatinin dan BUN serum yang terus berlanjut akan dijumpai pada pasien yang mengalami insufisiensi renal.

 

Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan diagnostik untuk ketoasidosis diabetik dapat dilakukan dengan cara:

  1. Tes Toleransi Glukosa (TTG) memanjang (lebih besar dari 200mg/dl). Biasanya tes ini dianjurkan untuk pasien yang menunjukkan kadar glukosa meningkat dibawah kondisi stress.
  2. Gula darah puasa normal atau diatas normal.
  3. Essei hemoglobin glikolisat diatas rentang normal.
  4. Urinalisis positif terhadap glukosa dan keton.
  5. Kolesterol dan kadar trigliserida serum dapat meningkat menandakan ketidakadekuatan kontrol glikemik dan peningkatan propensitas pada terjadinya aterosklero.

 

 

Pengobatan Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Ketoasidosis adalah salah satu komplikasi akut Diabetes Melitus yang terjadi disebabkan karena kadar glukosa pada darah sangat tinggi dan akumulasi dari asam organic dan keton. DKA biasanya terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1. Diabetes ketoasidosis atau bisa disebut ketoasidosis diabetikum dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada tubuh. Komplikasi Diabetes Ketoasidosis dapat berupa :

 

  1. Ginjal diabetik (Nefropati Diabetik)

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis yang pertama yaitu dapat menimbulkan nefropati diabetik atau ginjal diabetik cukup dini. Bila penderita mencapai stadium nefropati diabetik, didalam air kencingnya terdapat protein. Dengan menurunnya fungsi ginjal akan disertai naiknya tekanan darah. Pada kurun waktu yang lama penderita nefropati diabetik akan berakhir dengan gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Selain itu Komplikasi Diabetes Ketoasidosis ini bisa menimbulkan gagal jantung kongesif.

 

  1. Kebutaan (Retinopati Diabetik)

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis juga bisa menyebabkan sembab pada lensa mata. Penglihatan menjadi kabur dan dapat berakhir dengan kebutaan. Tetapi bila tidak terlambat dan segera ditangani secara dini dimana kadar glukosa darah dapat terkontrol, maka penglihatan bisa normal kembali.

 

  1. Syaraf (Neuropati Diabetik)

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis berikutnya yaitu neuropati diabetik. Neuropati diabetik adalah akibat kerusakan pada saraf. Penderita bisa stres, perasaan berkurang sehingga apa yang dipegang tidak dapat dirasakan (mati rasa). Telapak kaki hilang rasa membuat penderita tidak merasa bila kakinya terluka, kena bara api atau tersiram air panas. Dengan demikian luka kecil cepat menjadi besar dan tidak jarang harus berakhir dengan amputasi.

 

  1. Kelainan Jantung

Terganggunya kadar lemak darah adalah satu faktor timbulnya aterosklerosis pada pembuluh darah jantung. Komplikasi Diabetes KetoasidosisBila penderita memiliki risiko Komplikasi Diabetes Ketoasidosis penyakit jantung koroner dan mendapat serangan kematian otot jantung akut, maka serangan tersebut tidak disertai rasa nyeri. Ini merupakan penyebab kematian mendadak. Selain itu terganggunya saraf otonom yang tidak berfungsi, sewaktu istirahat jantung berdebar cepat. Akibatnya timbul rasa sesak, bengkak, dan lekas lelah.

 

  1. Hipoglikemia

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis hipoglikemia terjadi bila kadar gula darah melampaui batas sangat rendah. Bila penurunan kadar glukosa darah terjadi sangat cepat, harus diatasi dengan segera. Keterlambatan dapat menyebabkan kematian. Gejala yang timbul mulai dari rasa gelisah sampai berupa koma dan kejang-kejang.

 

  1. Impotensi

Sangat banyak diabetisi laki-laki yang mengeluhkan tentang impotensi yang dialami. Hal ini terjadi bila diabetes yang diderita telah menyerang saraf. Keluhan ini tidak hanya diutarakan oleh penderita lanjut usia, tetapi juga mereka yang masih berusia 35-40 tahun. Pada tingkat yang lebih lanjut, jumlah sperma yang ada akan menjadi sedikit atau bahkan hampir tidak ada sama sekali. Ini terjadi karena sperma masuk ke dalam kandung seni (ejaculation retrograde).

Penderita yang mengalami Komplikasi Diabetes Ketoasidosis ini, dimungkinkan mengalami kemandulan. Sangat tidak dianjurkan, bila untuk mengatasi keluhan ini penderita menggunakan obat-obatan yang mengandung hormon dengan tujuan meningkatkan kemampuan seksualnya. Karena obat-obatan hormon tersebut akan menekan produksi hormon tubuh yang sebenarnya kondisinya masih baik. Bila hal ini tidak diperhatikan maka sel produksi hormon akan menjadi rusak. Bagi diabetes wanita, keluhan seksual tidak banyak dikeluhkan.

 

  1. Hipertensi

Karena harus membuang kelebihan glukosa darah melalui air seni, ginjal penderita diabetes harus bekerja ekstra berat. Selain itu tingkat kekentalan darah pada diabetisi juga lebih tinggi. Ditambah dengan kerusakan-kerusakan pembuluh kapiler serta penyempitan yang terjadi, secara otomatis syaraf akan mengirimkan signal ke otak untuk menambah takanan darah.

 

  1. Komplikasi Diabetes Ketoasidosis lainnya

Selain Komplikasi Diabetes Ketoasidosis yang telah disebutkan di atas, masih terdapat beberapa komplikasi yang mungkin timbul. Komplikasi Diabetes Ketoasidosis tersebut misalnya:

  • Ganggunan pada saluran pencernakan akibat kelainan urat saraf. Untuk itu makanan yang sudah ditelan terasa tidak bisa lancar turun ke lambung.
  • Gangguan pada rongga mulut, gigi dan gusi. Gangguan ini pada dasarnya karena kurangnya perawatan pada rongga mulut gigi dan gusi, sehingga bila terkena penyakit akan lebih sulit penyembuhannya.
  • Gangguan infeksi. Dibandingkan dengan orang yang normal, penderita diabetes millitus lebih mudah terserang infeksi.

 

 

 

Komplikasi Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Gula merupakan sumber energi utama pada sel-sel pembentuk otot beserta jaringan lainnya. Umumnya, gula sendiri memasuki bagian sel-sel tubuh menggunakan bantuan dari insulin. Bila tubuh Anda tak dapat memproduksi insulin dengan cukup, maka tubuh tak akan bisa memanfaatkan gula dengan jumlah memadai untuk memproduksi energi. Dalam hal tersebut tentunya mendorong terjadinya pelepasan hormon dalam memecah lemak untuk dijadikan bahan bakar. Dalam gilirannya, proses tersebut akan memproduksi asam beracun dengan sebutan keton. Adapun kelebihan keton tersebut akan menumpuk pada darah hingga akhirnya tumpah menuju urin. Beberapa hal berikut ini adalah Faktor penyebab Diabetes Ketoasidosis, antara lain :

 

  1. Adanya Penyakit Lain

Terjadinya sebuah infeksi maupun penyakit yang lainnya bisa membuat tubuh memproduksi hormon tertentu dengan kadar lebih tinggi, misalnya saja hormon kortisol atau adrenalin. Hanya saja, hormon tersebut bekerja untuk melawan insulin dan terkadang memicu Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis. Infeksi saluran kemih dan pneumonia sendiri biasanya merupakan penyebab umum terjadinya kondisi kesehatan tersebut.

  1. Masalah Terapi Insulin

Perawatan terapi insulin dengan tanpa diikuti aturan yang benar atau melakukan terapi insulin yang terlalu sedikit pada tubuh. Ada efek yang diperoleh dari terapi insulin yang kemudian berpengaruh terhadap kadar insulin di dalam tubuh. Dari efek tersebut, muncul Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis ini. Jadi memang sebaiknya Anda perlu bertanya lebih dulu kepada dokter akan apa efek dari terapi insulin dan konsultasikan tentang cara mengatasinya.

  1. Kalium Rendah

Hormon insulin umumnya memungkinkan gula darah memasuki bagian sel pada tubuh. Dimana hal tersebut mengakibatkan kadar gula dalam darah menurun drastis.Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis Maka akan mengakibatkan hipoglikemia. Hipoglikemia atau kalium rendah ini bisa diakibatkan oleh insulin dan cairan yang dipakai untuk pengobatan penyakit diabetes ketoasidosis tersebut. Kadar kalium rendah bisa mengganggu aktivitas pada syaraf otot dan jantung. Maka kalium rendah atau hipoglikemia pun bisa menjadi Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis.

  1. Pembengkakan di Otak

Penyesuaian kadar gula dalam darah yang begitu cepat juga bisa mengakibatkan pembengkakan pada otak. Dimana Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis tersebut kiranya lebih umum terjadi pada usia anak-anak, khususnya penderita yang baru mengidap diabetes. Jika penderita tidak mengonsumsi obat komplikasi diabetes ketoasidosis yang tepat tentunya menyebabkan risiko kesehatan yang lebih besar, bahkan penyakit ini pun dapat berakibat fatal pada penderitanya.

  1. Penyalahgunaan Pemakaian Obat dan Alkohol

Salah satu Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis adalah pemakaian alkohol dan juga penggunaan obat-obatan terlarang. Tentunya bahaya minuman keras bagi kesehatan berikut juga narkoba bukan hal baru. Supaya tidak memengaruhi kesehatan, sadari bahayanya dan mulailah menjalani pola hidup yang sehat dengan menjauhi obat terlarang maupun minuman beralkohol.

  1. Obat-obatan Tertentu

Faktor Penyebab Diabetes KetoasidosisAda obat-obat tertentu yang juga turut memengaruhi dan menaikkan Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis pada seseorang. Contoh obat yang dimaksud di sini adalah obat kortikosteroid dan beberapa jenis diuretik. Sebelum mengonsumsi, sebaiknya Anda mengonsultasikan dengan dokter juga tentang hal ini supaya efeknya dapat diatasi.

  1. Riwayat Diabetes Tipe 1

Apakah Anda mempunyai penyakit diabetes tipe 1? Hal ini rupanya termasuk di dalam Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis pada diri Anda meningkat. Jadi, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter bila mempunyai riwayat kesehatan ini untuk mendapatkan penanganan yang benar. Tanyakan juga apa yang perlu dilakukan supaya Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis ini dapat berkurang.

  1. Melewatkan Pengobatan Insulin

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis dapat meningkat ketika Anda kerap tidak mengikuti pengobatan insulin. Jika memang tubuh Anda membutuhkannya, maka jangan terlalu sering melewatkan pengobatan insulin. Akibatnya bisa terjadi komplikasi dan ketoasidosis diabetik ini dapat mengancam.

 

 

Faktor Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Diabetes Hiperglikemia

Penyebab Diabetes Hiperglikemia

 

Penyebab Diabetes HiperglikemiaPenyebab Diabetes Hiperglikemia – Gula darah tinggi (hiperglikemia) adalah ketika gula darah tubuh meningkat. Kadar gula darah dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah. Diabetes mellitus merupakan penyebab umum dari gula darah tinggi. Gejala termasuk mulut kering, haus, sering buang air kecil, dan kelelahan. Perawatan termasuk diet, olahraga, dan obat-obatan. Untuk Anda yang saat ini sudah terlanjur menjadi penderita penyakit diabetes melitus, seharusnya Anda berhati-hati dengan hiperglikemia. Karena masalah tersebut kerap menjadi pertanda bahwa kadar gula darah meningkat secara drastis. Selain itu, jika dibiarkan tanpa tindakan apapun, masalah yang cukup serius yang bisa disebabkan oleh hiperglikemia adalah diabetes ketoasidosis.

Hal tersebut biasanya terjadi karena sel-sel di dalam tubuh sudah tidak dapat lagi menghasilkan energi. Penyebab mengapa sel-sel di dalam tubuh tidak dapat memrproduksi energi lagi adalah karena insulin di dalam tubuh tidak memadai atau kualitasnya tidak sesuai untuk mengalirkan glukosa di dalam darah ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh.

Diabetes melitus adalah salah satu jenis penyakit yang diakibatkan naiknya kadar gula darah. Bagi orang dengan tingkat gula darah tak stabil atau penderita diabetes, beberapa hal ini bisa menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia, diantaranya :

 

  1. Karbohidrat

Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat atau bentuk lain dari gula bisa menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia. Tubuh terkadang tak sanggup memproses karbohidrat yang terlalu banyak menjadi energi dengan cepat, sehingga tingkat gula darah bisa meningkat hanya dalam hitungan jam.

 

  1. Kontrol insulin

Penyebab Diabetes Hiperglikemia bisa juga disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh. Hal ini bisa diatasi melalui diet dan aktivitas fisik, seperti memilih malahan dan olahraga.

 

  1. StresPenyebab Diabetes Hiperglikemia

Emosi juga bisa sangat berpengaruh terhadap gula darah dan menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia. Untuk itu, selain menjaga kesehatan fisik, sebaiknya emosi dan pikiran juga harus selalu dijaga.

 

  1. Kurang olahraga

Olahraga secara teratur setiap hari bisa membantu mengatur tingkat gula dalam darah. Tetapi jika kurang olahraga bisa menjadi salah satu Penyebab Diabetes Hiperglikemia.

 

  1. Infeksi, penyakit, dan operasi

Ketika mengalami sakit, infeksi, atau menjalani operasi, kadar gula dalam darah biasanya menjadi Penyebab Diabetes Hiperglikemia karena darah mengalir lebih cepat dibanding pada orang yang tidak sakit atau mengalami infeksi.

 

Faktor Risiko Gula darah Tinggi atau Diabetes:

Faktor risiko diabetes tipe 1

  • Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi.
  • Yang memungkinkan terkena penyakit yang disebabkan virus.

 

Faktor risiko diabetes tipe 2

  • Lemak. Makin banyak lemak pada jaringan tubuh,makin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.   – Penyebab Diabetes Hiperglikemia
  • Perilaku pasif. Biasanya akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrol dan makin banyak pengguna glukosa untuk energi maka makin sensitif sel anda terhadap glukosa.
  • Faktor keturunan. Resiko yang bersumber dari sejarah keluarga, jika keluarga dekat pernah mengidap diabetes, waspadalah jika diabetes juga dapat terjadi kepada anda.
  • Usia. Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.    – Penyebab Diabetes Hiperglikemia
  • Gestational Diabetes. Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4kg maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.     – Penyebab Diabetes Hiperglikemia
  • Polycystic ovary syndrome. Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut terlalu banyak dan obesitas.

 

Penyebab Diabetes Hiperglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Risiko Terkena Diabetes Insipidus – Penderita Penyakit diabetes Insipidus akan buang air kecil (kencing) berlebihan dan rasa haus yang ekstrim disebabkan tidak memadainya ADH hormon hipofisis (hormon antidiuretik, juga disebut vasopressin) atau kurangnya respon normal ginjal untuk ADH.

Ada dua jenis diabetes insipidus, yaitu: sentral dan nefrogenik. Diabetes insipidus sentral adalah kurangnya produksi ADH dan karena kerusakan pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di mana ADH diproduksi. Penyakit diabetes insipidus nefrogenik adalah kurangnya respon dari ginjal terhadap hormon antidiuretik. Diabetes insipidus nefrogenik dapat disebabkan oleh penyakit ginjal (seperti penyakit ginjal polikistik), obat-obatan tertentu (seperti lithium), dan juga dapat terjadi karena kelainan bawaan.

Pada kedua penyakit diabetes insipidus sentral dan nefrogenik, penderita mengeluarkan volume urin/kecing yang luar biasa besar dan sangat encer. Merasa haus dan minum dalam jumlah sangat besar untuk mengganti kehilangan air mereka dalam urin. Bahaya utama diabetes insipidus ialah ketika asupan cairan tidak mampu mengganti pengeluaran urin akan mengakibatkan dehidrasi dan natrium darah tinggi.

 

Apa Penyebab Diabetes Insipidus ?

Sama seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit tidak menular lainnya, tidak ada kejelasan pasti penyebab-penyebab yang dapat dikaitkan dengan diabetes jenis yang paling umum (diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 adalah penyebab kedua kegagalan pankreas). Namun, beberapa faktor diketahui dapat memicu meningkatnya kemungkinan seseorang terkena diabetes dan ini biasanya disebut faktor risiko. Misalnya, masyarakat yang malas dan bertubuh gemuk memiliki kemungkinan yang lebih besar terserang diabetes tipe 2 dibanding masyarakat yang aktif dan bertubuh ramping dari ras yang sama faktor penyebab diabetes. – Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik, yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal, tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik). Penyebab lain terjadinya diabetes insipidus adalah :

  • Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan.
  • Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak).
  • Tumor.     – Risiko Terkena Diabetes Insipidus
  • Sarkoidosis atau tuberkulosis.
  • Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak.
  • Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis.
  • HistiositosisX (penyakit Hand-Schüller-Christian).

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Insipidus :

  • Obesitas

Diperkirakan Risiko Terkena Diabetes Insipidus bahwa tiga perempat (¾) dari penderita penyakit diabetes tipe 2 disebabkan obesitas. Gaya hidup malas dan gemuk cenderung lebih mudah terkena diabetes. Diyakini bahwa mengurangi berat badan sampai 10kg akan mengurangi kadar gula darah puasa sampai 50md/dl. Pola hidup sehat dengan sering olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi Risiko Terkena Diabetes Insipidus. Standar internasional untuk mengukur kelebihan berat badan dan obesitas didasarkan pada nilai disebut Indeks Massa Tubuh (IMT). Nilai ini diperoleh dengan membagi berat badan dengan kuadrat tinggi badan. IMT = Berat badan (Kg) / Tinggi (Meter2). Untuk orang dewasa, IMT kurang dari 25kg m2 lebih bagus. 25-29kg/m2 dianggap telah kelebihan berat badan dan diatas 30kg/m2 sudah merupakan obesitas.

 

  • Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga diabetes meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Insipidus ini. Dalam situasi seperti ini, sangat penting menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan pemantauan kadar gula darah.

 

  • Umur dan Ras

- Risiko Terkena Diabetes InsipidusKebanyakan penderita penyakit diabetes tipe 2 memiliki umur diatas 40thn. Namun, proporsi peningkatan Risiko Terkena Diabetes Insipidus ini dengan usia lebih tinggi bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas dan mungkin orang-orang dengan pola hidup tidak teratur. Selain itu, diabetes cenderung lebih umum di kalangan orang Afrika, Afrika Amerika, Latin, penduduk asli Amerika dan Asia.

 

 

Risiko Terkena Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Diabetes Insipidus

Diagnosis Diabetes Insipidus

 

Diagnosis Diabetes InsipidusDiagnosis Diabetes Insipidus – Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Gejala utama dari diabetes insipidus adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air. Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes insipidus tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala pada anak yang menderita dengan diabetes insipidus adalah:

  • Mengompol pada waktu tidur.
  • Mudah terusik atau marah.
  • Menangis secara berlebihan.
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan selera makan.
  • Merasa kelelahan dan keletihan.
  • Pertumbuhan lebih lambat.

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

 

Diagnosis Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus memiliki gejala yang mirip dengan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, seperti haus dan sering buang air kecil. Dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda alami dan mungkin melakukan beberapa tes untuk memastikan Anda menderita kondisi yang mana.

Rujukan menemui dokter spesialis gangguan hormon mungkin akan diberikan untuk melakukan Diagnosis Diabetes Insipidus ini:

  • Tes deprivasi air

Dalam Diagnosis Diabetes Insipidus ini Anda diharuskan untuk tidak mengonsumsi cairan selama beberapa jam untuk melihat reaksi tubuh Anda. Jika kondisi Anda normal, Anda hanya akan buang air kecil sedikit dan dengan konsentrasi yang lebih pekat. Tapi jika Anda menderita diabetes insipidus, Anda akan membuang air kecil dalam jumlah yang banyak.

  • Tes darah dan tes urine

Diagnosis Diabetes Insipidus dengan tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar hormon antidiuretik di dalam darah. Selain darah, pemeriksaan urine juga akan dilakukan untuk mengetahui beberapa unsur lain, seperti glukosa, kalsium, dan potasium. Urine dari penderita diabetes insipidus akan sangat encer. Jika kadar glukosa tinggi, maka yang diderita adalah diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.

  • Tes hormon antidiuretik

Diagnosis Diabetes Insipidus ini akan menunjukkan reaksi tubuh Anda terhadap hormon antidiuretik yang diberikan melalui suntikan untuk mengetahui diabetes insipidus jenis apa yang diderita. Prosedur ini dilakukan setelah tes deprivasi air, jika hormon yang diberikan membantu Anda berhenti memproduksi urine, berarti Anda menderita diabetes insipidus kranial akibat kekurangan hormon antidiuretik. Tapi jika Anda tetap memproduksi banyak urine, berarti Anda mengalami gangguan ginjal atau diabetes insipidus nefrogenik.

  • MRI

Jika dokter spesialis penyakit hormon menduga Anda menderita diabetes insipidus kranial karena kerusakan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, Diagnosis Diabetes Insipidus dengan MRI dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut. Dokter akan melihat ketidaknormalan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, misalnya apakah terdapat tumor.

 

 

 

Diagnosis Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan Diabetes Insipidus bergantung kepada jenis yang diderita. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi jumlah urine yang dihasilkan oleh tubuh dan mengendalikan gejala yang muncul. Berikut ini beberapa Pengobatan Diabetes Insipidus sesua dengan jenisnya, diantaranya :

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Central

Penggantian hormon dengan sintesis dapat membantu menghentikan buang air kecil yang berlebihan. Pengobatan Diabetes Insipidus ini dapat diberikan memalui semprot hidung atau obat minum, operasi juga juga terkadang diperlukan apabila terdapat tumor pada hipofisis.

 

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Gestational

Pengobatan Diabetes Insipidus gestational sering dapat diobati dengan hormon sintetis, desmopresin. Jika kondisi ini terkait dengan mekanisme rasa haus selama kehamilan, hormon tidak akan diresepkan.

 

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Kranial

Jika Anda menghasilkan urine sebanyak 3-4 liter dalam satu hari (24 jam), kondisi ini dianggap sebagai diabetes insipidus kranial ringan. Kondisi ini tidak memerlukan Pengobatan Diabetes Insipidus khusus. Anda bisa meredakan gejala yang muncul dengan meningkatkan konsumsi air putih Anda untuk menghindari dehidrasi. Dokter akan menyarankan setidaknya mengonsumsi 2,5 liter dalam satu hari.

Jika kondisi yang Anda alami cukup parah dan disebabkan oleh rendahnya produksi hormon antidiuretik, maka mengonsumsi banyak air belum cukup untuk meredakan gejala yang muncul. Berikut ini beberapa obat yang mungkin digunakan untuk mengatasi kondisi yang dialami:

  • Desmopressin

Obat ini berfungsi seperti hormon antidiuretik. Obat ini akan menghentikan produksi urine. Desmopressin adalah hormon antidiuretik buatan dan memiliki fungsi lebih kuat dari hormon aslinya. Pengobatan Diabetes Insipidus ini bisa berbentuk obat semprot hidung atau tablet. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, sakit perut, mual, mimisan, atau hidung berair atau tersumbat. Untuk tahu lebih banyak tentang obat ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

  • Thiazide diuretik

Pengobatan Diabetes InsipidusObat ini berfungsi membuat urine menjadi lebih pekat dengan cara mengurangi kadar airnya. Efek samping yang mungkin terjadi akibat obat ini adalah pusing ketika berdiri, gangguan pencernaan, kulit menjadi lebih sensitif, dan bagi pria akan mengalami disfungsi ereksi.

  • Obat Anti-inflamasi Non-steroid

Jika kelompok obat ini dikombinasikan dengan thiazide diuretik, obat ini bisa menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

 

  1. Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jika kondisi yang Anda alami disebabkan oleh obat seperti lithium dan tetracycline, dokter spesialis penyakit hormon akan meminta Anda berhenti mengonsumsinya dan mencari obat penggantinya. Jika tidak disarankan oleh dokter, jangan berhenti mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

Jika organ ginjal mengalami gangguan dan tidak bisa merespons hormon antidiuretik sehingga menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik, maka Anda akan disarankan untuk meminum banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi. Obat desmopressin tidak bisa mengatasi kondisi ini.

Mengurangi asupan garam juga akan membantu ginjal dalam menyimpan air dan mengurangi volume urine. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan Anda. Untuk mengurangi jumlah produksi urine dari organ ginjal, kombinasi thiazide diuretik dan obat antiinflamasi non-steroid akan diresepkan pada diabetes insipidus nefrogenik yang parah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda terus-menerus haus dan buang air kecil berlebihan dibanding biasanya, maka sebaiknya periksalah ke dokter. Sebagai patokan, buang air kecil normal sekitar 4 sampai 7 kali sehari. Sementara anak-anak mungkin buang air kecil lebih sering karena kandung kemih yang kecil, mereka biasanya buang air kecil sekitar 10 kali sehari.

 

 

Pengobatan Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis Diabetes Insipidus

Jenis Diabetes Insipidus

Jenis Diabetes Insipidus

Jenis Diabetes Insipidus – Sebenarnya apakah diabetes insipidus itu? Apakah diabetes insipidus lebih berbahaya daripada diabetes melitus? Apakah diabetes insipidus dapat disembuhkan? Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin seringkali dilontarkan oleh orang awam pada umumnya.

Mungkin banyak orang yang mengira bahwa penyakit diabetes insipidus hampir sama dengan diabetes melitus. Mereka mengira bahwa kedua penyakit tersebut masih satu keluarga karena sama-sama menggunakan kata “diabetes” didepannya. Padahal sebenarnya diabetes insipidus tidaklah sama dengan diabetes melitus (diabetes gula).

Diabetes insipidus adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mempertahankan air yang cukup. Gejala penyakit diabetes insipidus tidaklah sama dengan diabetes melitus, hanya saja kedua jenis penyakit diabetes ini memiliki gejala yang mirip yaitu meningkatnya frekuensi buang air kecil dan adanya rasa haus yang berlebihan. Namun jika dilihat dari faktor penyebab dan cara pengobatan kedua jenis penyakit diabetes ini benar-benar berbeda.   – Jenis Diabetes Insipidus

Kadang ada dokter yang menamakan diabetes insipidus sebagai diabetes air, sedangkan diabetes mellitus disebut penyakit gula. Jika ditinjau dari segi ilmiah diabetes insipidus merupakan kelainan pada lobus posterior dari kelenjar hipofisis akibat defisiensi vasopresin, hormon antidiuretik (ADH).   – Jenis Diabetes Insipidus

 

Diabetes Insipidus Ditandai Oleh Gejala Polidipsia Dan Poliuria

Polidipsia yaitu rasa sangat kehausan yang sangat luar biasa, penderita biasanya minum 4 sampai 40 liter cairan setiap hari, terutama sangat membutuhkan air yang dingin. Sedangkan poliuria yaitu haluaran urine dalam jumlah yang sangat banyak dengan kondisi urine yang sangat encer.

Ada 3 Jenis Diabetes Insipidus yaitu neurogenic diabetes insipidus, nephrogenic diabetes insipidus, dan gestational diabetes insipidus. Berikut ini penjelasan masing-masing ketiga jenis diabetes insipidus tersebut :

 

  1. Neurogenic Diabetes Insipidus

Penyebab : tubuh kekurangan vasopressin (hormon yang bertugas mengurangi produksi urine dan meningkatkan konsentrasi urine),  dan kekurangan ADH (antidiuretric hormone).

Disebut juga diabetes insipidus hipofisis karena neurogenic diabetes insipidus dapat juga disebabkan oleh kerusakan bagian belakang dari kelenjar hipofisis dimana vasopressin biasanya diproduksi. Hipofisis posterior dapat dihancurkan oleh berbagai penyakit yang mendasarinya termasuk tumor, infeksi, cedera kepala, infiltrasi, dan berbagai cacat diwariskan. Jenis Diabetes Insipidus ini tidak dapat disembuhkan, namun gejala-gejalanya dapat dihilangkan dengan cara pengobatan berbagai obat-obatan termasuk dimodifikasi dari vasopressin yang dikenal sebagai desmopressin atau DDAVP.

 

  1. Nephrogenic Diabetes Insipidus

Penyebab : ketidakpekaan ginjal terhadap ADH. Maksudnya ginjal tidak mampu lagi untuk merespon efek antidiuretik vasopressin dalam jumlah normal.

Dapat juga disebabkan cacat genetik bawaan penyakit ginjal. Jenis Diabetes Insipidus nephrogenic diabetes insipidus ini tidak dapat diobati dengan DDAVP. Jika penyakit yang diderita sifatnya bawaan lahir maka akan berdampak seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan untuk saat ini. Namun ada perawatan yang sebagian dapat meringankan gejala nephrogenic diabetes insipidus.

 

  1. Gestational Diabetes Insipidus

Penyebab : hancurnya hormon vasopressin akibat rusaknya pituitari dan plasenta yang terjadi selama kehamilan.

Jenis Diabetes Insipidus ini dapat disembuhkan dengan terapi DDAVP. Pada waktu 4 sampai 6 minggu setelah melahirkan gejala diabetes insipidus biasanya berkurang sehingga perlakuan terapi DDAVP dapat dihentikan. Namun penderita akan mengalami gejala kambuh diabetes insipidus pada kehamilan berikutnya.

 

Berdasarkan penjelasan Jenis Diabetes Insipidus di atas, telah terjawab sudah pertanyaan “Apakah diabetes insipidus”.  Dapat disimpulkan bahwa diabetes insipidus berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes insipidus lebih disebabkan karena kelainan pada kelenjar hipofisis akibat defisiensi vasopressin dan hormon antidiuretik (ADH).

Namun kedua penyakit tersebut sama-sama penyakit berbahaya jika tidak segera untuk disembuhkan. Jenis Diabetes Insipidus sebenarnya dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang sehat dan bergizi serta dengan gaya hidup yang sehat seperti rajin berolahraga dan istirahat yang cukup.

 

Jenis Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja – Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Penyakit diabetes mellitus yang dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas. Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel.

Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan berbagai komplikasi. Bagi penderita Diabetes Melitus yang sudah bertahun-tahun minum obat modern seringkali mengalami efek yang negatif untuk organ tubuh lain.

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang membunuh manusia secara perlahan. Diabetes tidak hanya menyerang usia lanjut tapi juga usia remaja. Berikut fakta tentang diabetes yang harus anda ketahui yang menyerang usia remaja :

  1. Obesitas

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja yang pertama yaitu diabetes tidak menyebabkan obesitas. Tapi jika Anda memiliki gejala diabetes dan Anda memiliki tubuh yang gemuk serta mengalami stress. Menjadi seorang pasien diabetes Anda mungkin merasa lemah, lesu dan lelah jika Anda tidak berolahraga secara teratur.

  1. Gagal Ginjal

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja kedua yaitu pada usia remaja juga lebih rentan terhadap gagal ginjal. Jika Anda penderita diabetes maka dapat menghambat aktifitas penyaringan ginjal dan menyebabkan kerusakan ginjal, maka Anda harus sangat berhati-hati dan mewaspadainya. – Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

  1. Heart Failure

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja yang berikutnya yaitu deposisi gula darah sangat tinggi pada arteri yang menyebabkan penyumbatan jantung anda dan membuat dinding menebal. Oleh karena itu menyebabkan tubuh menjadi kesulitan untuk memompa darah ke jantung Anda dan sehingga menyebabkan gagal jantung. Sudah pasti salah satu risiko penting dari diabetes pada usia remaja.

  1. Visi Masalah

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja selanjutnya yaitu visi/penglihatan bermasalah. Saat berbicara tentang bahaya diabetes pada remaja, Anda tidak dapat menghindari masalah ini. Karena penyakit diabetes bisa mempengaruhi pembuluh darah pada retina mata Anda yang memicu katarak dan glaukoma.

  1. Depresi

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja lainnya pada saat usia remaja dan menderita diabetes tak heran para remaja menjadi depresi. Ketika seorang remaja mengalami diabetes maka tatkala ia melihat orang lain menjalani hidup normal serta bahagia sedangkan mereka harus menghabiskan hari-hari mereka dengan bergantung pada obat-obatan dan suntikan, itu sangat membuat mereka menjadi depresi. Oleh Karena itu orang tua harus berhati-hati dan memberikan perhatian lebih serta berkonsultasi konselor pada secara rutin.  – Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

  1. Tidak Suka Simpati Berlebihan

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja terakhir yaitu tidak suka simpati berlebihan itu cukup normal. Jika orang tua menunjukkan sikap simpati yang berlebihan kepadanya, mereka akan merasa kesal dan akhirnya itu akan berubah menjadi frustrasi. Karena mereka beranggapan mereka hanya menjadi beban bagi orang lain. Jelas itu adalah salah satu bahaya diabetes pada usia remaja dan sudah menjadi tugas orang tua untuk menjaga anak-anak mereka agar bisa bahagia. – Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

 

Ingat, diabetes melitus ini hanya penyakit dan dapat dikontrol jika anda mengikuti gaya dan pola hidup sehat yang tepat. Semoga bermanfaat…

 

 

Fakta Tentang Diabetes Pada Usia Remaja

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Cara Mencegah Diabetes Insipidus – Penyakit diabetes insipidus sebenarnya sama dengan penyakit diabetes melitus tipe 2. Kesamaan ini bisa kita lihat dari penyebabnya. Penyakit diabetes insipidus disebabkan karena hormon keturunan atau genetik. Jika orang tuanya mengalami penyakit kencing manis insipidus maka secara otomatis anak mereka nantinya akan beresiko 6x lebih besar daripada orang normal.

Namun ketika masih kecil gejala diabetes insipidus tidaklah nampak, malah tidak ada. Akan tetapi pada usia 35 tahun keatas diabetes insipidus akan sangat terlihat, sehingga penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang dewasa.

Jika orang tua Anda mengalami penyakit diabetes insipidus, janganlah Anda berputus asa, walaupun penyakit ini merupakan penyakit keturunan, namun ada jalam pencegahan yang dapat Anda lakukan mulai sedini mungkin. Berikut ini saya akan berbagi tips Cara Mencegah Diabetes Insipidus mudah dan efektif :

  1. Olahraga secara teratur

yang pertama adalah olahraga secara teratur, olahraga sebenarnya sangat bermanfaat Cara Mencegah Diabetes Insipidus untuk mencegah penyakit lain bukan hanya penyakit diabetes insipidus saja. Olahraga akan membantu Anda dalam membakar sisa kalori ataupun glukosa dalam aliran darah, sehingga glukosa tersubut tidak mengendap dalam darah dan menimbulkan gangguan, agar aliran tersebut lancar lakukan olahraga secara rutin, olahraga tidak perlu yang berat-berat, cukup dengan Anda melakukan jogging setiap hari pagi ataupun sore hari itupun sudah sangat cukup untuk membakar glukosa atau gula dalam tubuh. – Cara Mencegah Diabetes Insipidus

  1. Hindari stress dan istirahat cukup

Keadaan fisik yang kurang fit bisa menyebabkan kadar gula dalam darah tidak bisa diolah oleh pankreas dengan baik, nah untuk Cara Mencegah Diabetes Insipidusmenghindari hal ini Anda harus memenuhi kebutuhan istirahat harian, istirahat terbaik adalah dengan tidur. Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang terbaik untuk Anda yaitu cukup dengan mencukupi istirahat tersebut dengan tidur sehari selama 8 jam, hal ini berfungsi agar sistem kekebalan tubuh terjaga sehingga metabolisme yang berada dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Selain istirahat secara teratur, Cara Mencegah Diabetes Insipidus lain yang Anda juga harus lakukan yaitu menghindari stress yang berlebih, karena jika Anda terlalu banyak memikirkan masalah atau stress maka akan menyebabkan hormon insulin menurun, sehingga kadar gula menjadi naik.

  1. Kurangi makanan manis

Walaupun Anda bukan keturunan dari keluarga yang menderita penyakit diabetes insipidus, akan tetapi apabila Anda sampai saat ini masih banyak mengonsumsi gula atau makanan manis, bisa jadi penyakit kencing manis ini akan menghampiri Anda. Terlebih bagi Anda yang mempunyai riwayat keluarga berpenyakit diabetes ini maka akan lebih berisiko lagi apabila Anda memperbanyak konsumsi gula atau makanan manis. Oleh sebab itu jika tidak ingin terkena diabetes melitus tipe 2 yaitu Cara Mencegah Diabetes Insipidus untuk hal yang satu ini adalah dengan tidak mengonsumsi makanan manis berlebih.

  1. Pola makan sehat (sayur&buah)

Makanan secara alami akan diserap oleh tubuh jika makanan tersebut bersifat negatif maka akan menimbulkan dampak negatif pula bagi seseorang tersebut. Maka dari itu apabila Anda ingin terhindar dari penyakit diabetes insipidus ini maka Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang baik yaitu mulai sekarang konsumsilah makanan-makanan sehat. Makanan sehat tidak perlu mahal, Anda bisa memperbanyak konsumsi buah ataupun sayur setiap hatinya.  – Cara Mencegah Diabetes Insipidus

  1. Hindari obesitas

Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang terakhir adalah mengindari obesitas atau kegemukan. Obesitas ini merupakan faktor terbesar yang akan menimbulkan gula darah type insipidus, karena seseorang yang mengalami obesitas atau kelebihan lemak, mereka akan memiliki kadar kolesterol yang tinggi dan dari kolesterol inilah diabetes melitus tipe 2 mulai muncul. Anda dapat menghindari obesitas atau kegemukan dengan olahraga, hindari konsumsi lemak dan melakukan diet sehat.

 

Itulah beberapa Cara Mencegah Diabetes Insipidus yang sangat mudah untuk Anda lakukan sendiri di rumah, semoga bermanfaat…

 

 

Cara Mencegah Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment